Makadamia, Penghasil Kacang Termahal yang Jadi Tanaman Pemulih Hutan

Klikhijau.com - Makadamia (Macadamia integrifolia) memang bukanlah tanaman asli Indonesia. Asalnya dari Australia. Ia telah dibudidayakan di banyak negara di dunia. Di Indonesia makadamia baru dipe...

Makadamia, Penghasil Kacang Termahal yang Jadi Tanaman Pemulih Hutan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Makadamia (Macadamia integrifolia) memang bukanlah tanaman asli Indonesia. Asalnya dari Australia. Ia telah dibudidayakan di banyak negara di dunia.

Di Indonesia makadamia baru diperkenalkan pada tahun 1950 sebagai tanaman koleksi di kebun raya Cibodas.

Tanaman ini merupakan tanaman pangan. Secara ekonomis perannya sangat penting. makadamia adalah penghasil buah kacang. Kacang yang dihasilnya termasuk jenis kacang termahal di dunia.

Penobatan kacang makadamia sebagai termahal karena memiliki rasa yang lezat, bergizi tinggi, sertaย  baikย  untukย  kesehatanย  karenaย  dapatย  menyembuhkan berbagai penyakit (Silalahi,dkk 2022).

[irp]

Tanaman ini mulai menyebar luas di Indonesia setelah disebarluaskan kepada beberapa PT. Perkebunan lainnya.

Tujuan penyebaran itu untuk melihat perkembangannya pada beberapa tempat. Pada tahun 1990 Tanaman ini mulai dibudidayakan secara serius di Perkebunan Blawan, Bondowoso, Jawa Timur.

Adaptasi yang mengejutkan

Adaptasi makadamia cukup mengagetkan, sebab mampu beradaptasi pada lahan dengan ketersediaan unsur hara rendah, suhu tinggi, kelembaban rendah, dan intensitas cahaya tinggi.

Hal menarik dari tanaman ini ย karena tidak memerlukan perawatan intensif, tidak banyak gugur daun, tahan kebakaran dan mudah bertunas kembali setelah terbakar.

Ia menyukai tumbuh di sekitar bebatuan serta mampu mengikat air, yang dicerminkan dari kondisi kelembaban tanah yang lebih tinggi.

Batangnya memiliki kulit beralur dan tebal. Percabangannya banyak. Jika ada batang yang patah atau terpotong, akan muncul tunas (trubusan) baru.

Tanaman ini memiliki tajuk lebar dan padat. Itulah yang ย menghambat masuknya cahaya serta mengurangi curah hujan yang jatuh.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: