Mikroplastik di Dada Ibu

Menjelma Asal Mula   hujan menggeledeh seisi matamu. dikeluarkannya kenangan satu demi satu. aku yang sedang kuyup di depanmu. menadah kenangan itu. memindahkannya ke mataku jadi belantara....

Mikroplastik di Dada Ibu
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Menjelma Asal Mula


 

hujan menggeledeh seisi matamu. dikeluarkannya kenangan satu demi satu. aku yang sedang kuyup di depanmu. menadah kenangan itu. memindahkannya ke mataku jadi belantara.

beragam tumbuhan tumbuh pada kedua mataku. tapi sayangnya, tak ada kamu tumbuh di sana. burung-burung dan kupu-kupu menghinggapi tumbuhan itu. tak ada kamu yang disebutnya.

aku ingin bertanya, ke mana kamu? apakah setelah tiada kenangan, segala hal pun hilang tentang diri kita. tak ada ingatan yang disinggahi.

pohon-pohon meranggas dalam tubuh. tak ada akar. daun bergugur berpulang ke tanah. menjelma asal mula.

hujan terus tiba, tapi gerah tak pergi-pergi. terus saja berlarian dalam pori. berumah dalam kepala. angin dari pantai jauh, dari gunung tinggi lebih cepat sampai ke rumah. menggeledah segala kenangan. kecuali kita yang tak pernah ditulis air mata.

aku berlari ke dalam segalamu. kau berkejaran dengan jarak. tinggallah aku kuyup sendiri. menepi. hujan yang tiba membawa semua sampah ke dalam tubuhku. aku menjelma asing pada diri sendiri.

dan kau berubah badai dalam takdirku

2024

Mikroplastik di Dada Ibu


 

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2