Mata Waktu orang-orang sedang sibuk menghitung kartu domi di
Topik: Puisi
Sebelum Polusi Tiba
Malam di Depan Warung Coto malam meninggi dan menunggu
Ketika Akar Tak Lagi Mencengkeram Bumi
Hutan tropis Nusantara, permadani hijau yang dahulu ditenun oleh jemari
Tanda Tangan Lumpur
Luka Panjang Kali Lebar di atas heli yang meraung
Menanam Pohon di Mata
Segelas Kerakusan sebatang pohon mampir ke rumahmu subuh itu. saat
Minum Kopi di Awan
Mengira Bumi aku selalu menganggapmu bumi, tempat tumbuh segala
Pohon Api di Alismu
Sawah Plastik padi kembali menguning, kehidupan kembali ke pangkuan.
Tangan Tuhan di Dua Musim
Tangan Tuhan di Dua Musim senja tiba bersama kabut
Keladi Hias dan Ibu
Keladi Hias dan Ibu hujan memang menumbuhkan keladi hias
Gelisah Burung-Burung
Masa Nanti dua selimut paluti tubuhmu dalam kelambu merah
Menangisi Kekeringan
Jadi Hujan kita telah jadi hujan, dimaki sepanjang hari
Bukan karena Hujan, Sabaria
Bukan karena Hujan, Sabaria kukatakan padamu sekali lagi, sabaria.
Kupu-Kupu di Kepala
Sebagai Rerumputan ban mobil bekas itu kau bawa ke
Aku Masih Suka Duduk di Dekat Jembatan Tua
aku masih saja suka duduk di dekat jembatan tua. bukan
- 1
- 2
- …
- 7
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.













