Kupu-Kupu di Kepala

oleh -106 kali dilihat
Bunga Badaria di Musim Hujan
Ilustrasi-foto/Pixabay
Irhyl R Makkatutu

Sebagai Rerumputan

 

ban mobil bekas itu kau bawa ke atas bukit. tiga hingga lima tetes keringat menetes dari porimu begitu sampai.

kau menghela napas berkali-kali agar benar-benar tak putus. setelahnya kau meneguk air dari tumbler berwarna biru tua. hadiah ulang tahun yang jatuh tempo

ban mobil bekas itu kau dapat dari kabupaten seberang. tatapan sinis dan tawa tertahan menanti dan mengiringimu, serupa sumpah serapa atas kegagalanmu menjadi pegawai kantoran

di atas bukit yang kau namai kehidupan itu, ban-ban mobil bekas kau tata, menjadi tempat duduk. tempat siapa saja melepas lelah dan melahap padi-padi menguning

orang-orang yang datang duduk, tetap saja membincang kegagalanmu jadi pegawai kantoran

dan kau jadi rerumputan, tetap tumbuh dan menghijau

tandabaca, 24 Nov 2024

KLIK INI:  Bagaimana Cara Pepohonan Makan?

Rencana Keras Kepala

 

dua ekor cui-cui bertengger manja di dahan pohon sengon itu. dahan yang berkali-kali akan dipangkas, namun selalu gagal

kegagalan adalah kawan bagi rencana yang tak keras kepala.

dua ekor cui-cui itu berlompatan dari satu ranting ke ranting lainnya. merayakan kegagalan memangkas ranting pohon sengon itu.

ranting pohon dan cui-cui, sepasang rindu yang saling mencari. doa-doanya menggagalkan rencana yang tak keras kepala

tandabaca, Nov 2024

KLIK INI:  Menikmati Weekend dengan Puisi Bernuansa Hijau dari Nizar Qabbani

Kupu-Kupu di Kepala

 

kau sedang duduk sendiri menatap padi yang telah dipanen. kau tak lagi bisa menghitung, berapa puluh kali panen yang kau lewatkan dengan mimpi segenggam beras yang ditanak dengan air dari keringatmu

kabut datang mengepungmu, mengaburkan semua mimpi yang terzalimi dompet kosong dan tenaga mendingin

pohon-pohon telah banyak tumbang di kepalamu. kau menggantinya dengan tanaman bunga. kau ingin kupu-kupu mengunjungi kepalamu tanpa hari libur

tandabaca, 24 November 2024

KLIK INI:  Pohon Kehidupan