- Puang Safi’ dan Keajaiban Bunga Telang padaMatanya - 03/12/2025
- Bangun dari Tidur, Tire Menebar Bau Bangkai yang Disambut Suka Cita - 01/12/2025
- Menanam Pohon di Mata - 30/11/2025
Segelas Kerakusan
sebatang pohon mampir ke rumahmu subuh itu. saat kau sedang bermimpi membuat villa di pinggir hutan. tempat menjamu lidahmu segelas kerakusan
hidup rasanya sempurna, setiap pagi ada suguhan kopi berkawan pisang goreng. dihibur kicau sendu jarolli yang kau tangkap dari hutan.
kau tak menyelesaikan mimpimu. terbangun tergesa dengan celana telah kuyup.
kau pikir sedang ngompol atau sedang mimpi basah setelah dalam mimpimu, Sania, mantan istrimu menyeduhkan kopi di halaman villa yang belum rampung
setelah pakkasiamu pulih, kau temukan rumahmu telah berubah jadi pelabuhan kayu. tak ada villa, hanya ada air berwarna kopi susu
2025
Menanam Pohon di Mata
maukah kau menanam pohon di mataku
agar tersimpan seluruh air mata dalam tubuhku
tak tumpah, saat pergimu nanti
aku tak ingin kau kuyup oleh air mataku
merusak baju pesta ungu mudamu itu
aku ingin tak pernah ada hujan, juga kemarau
mendung saja menggantung di rahim senja
biar banjir tak mendapat caci-maki
gerah berlari ke bawah pohon senja
dan aku berlari ke pelukmu sebagai bencana
2025
Menjadi Angin dan Ingin
pagi tiba dan semua menjadi kamu
kenangan di jendela, dapur, ruang tamu, kamar mandi,
dan langit pagi yang mendung
kadang aku ingin jadi angin
terbangkan daun asam jawa di belakang rumah
hingga menutupi seluruh kepalamu
kadang aku ingin jadi pesan di medsos, lupa kau buka dan baca
sebab isinya hanyalah pelukan
tak lepas hingga petang
ini adalah pagi yang kacau oleh rindu seorang anak pada ayahnya
sejak kemarin tak pulang ke rumah
ia pulang ke rumah abadi
setelah sebatang pohon asam tumbang
meninabobokkannya bersama maut
tanah mulai bergerak sayang, seperti pagi bergerak ke siang.
tanah mulai menuju rumah
dan pagi tak pernah menjadi apa-apa selain luka duka
Kindang, 2025








