Perabot Rumah ada lagu yang terus berputar di ingatanmu
Topik: Puisi
Sehabis Hujan
Kabut Malino kabut malino menepi di mata. ada ricik
Memburu Burung di Kepala
Riuh Rindu kita berkejaran ke laut yang menepi di
Monolog Sebatang Pohon
Rahim Bumi Sajak-sajak berjatuhan ke dalam jiwa. Merimbun bagai
Membuang Sampah ke Kepala
Sebagai Akar Sebuah puisi bangkit jadi pohon-pohon Melepaskan diri dari
Mata Air pada Air Mata
Mata Air pada Air Mata aku lihat batas hujan
Menghapus Pohon di Kepala
Mencari Longsor di Mata Ayah hujan tak mengizinkan keluar
Menunggu Bangau Pulang
Menunggu Bangau Pulang seekor bangau selalu saja terbang ke
Anak Kecil dalam Hujan
Burung Ingatan seekor burung sriti menabrak kepalaku ketika rintik
Mikroplastik di Dada Ibu
Menjelma Asal Mula hujan menggeledeh seisi matamu. dikeluarkannya kenangan
Tersebutlah Daun Bandotan
Tersebutlah Daun Bandotan di jendela, hujan bermain-main dengan angin
Hujan Asap
Hujan Asap di puncak paroppo hujan tiba dengan cepat menghentikan
Perihal Hujan yang Mengenangmu
Perihal Hujan yang Mengenangmu ginri’ telah bertumbuh di mata
Sungai dan Napas Bapak
Sungai dan Napas Bapak Ada hal yang selalu aku
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- …
- 7
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.












