Perihal Hujan yang Mengenangmu

Perihal Hujan yang Mengenangmu   ginri' telah bertumbuh di mata sunyi, Arunika lapukkan rindu dalam jarak dalam peluk tiada musim hujan mengenangmu kini sebagai burung pipit yang menung...

Perihal Hujan yang Mengenangmu
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Perihal Hujan yang Mengenangmu


 

ginri' telah bertumbuh di mata sunyi, Arunika
lapukkan rindu dalam jarak
dalam peluk tiada

musim hujan mengenangmu kini
sebagai burung pipit yang menunggu padi menguning
menyulap mata petani memanen resah

mungkin kau bertanya, makan apa burung pipit itu?
sebelum dan sesudah padi menguning?

"mereka mengejar serangga,"

sawah-sawah telah banyak mengering
airnya mengisi kolam ikan ukuran pelukan
ikannya dua atau tiga ekor saja
tak cukup buat makan anak kucing usia dua bulan

nanti sawah-sawah itu berubah beton
perabotnya dari kayu
kayu-kayu yang ditebangi dari hutan atau kebun
saat akan melapuk, ginri’ bertumbuh subur di atasnya
kau boleh memanennya. tentu saja

lalu menyajikannya jadi sayur tanpa nasi
sebab sawah telah menghilang jauh ke dalam kerakusan

kau boleh mengenang hujan, tiba menggenangi beton-beton itu
menimbuninya lumpur, mengubahnya jadi sawah kembali

itu mimpi yang terlalu dipaksakan, Arunika
biarkan hujan mengenangmu sebagai pemimpi

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2