Anak Kecil dalam Hujan

oleh -34 kali dilihat
Di Suatu Hari yang Hujan-Ian Konjo
Ilustrasi/Foto-Ian Konjo
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

Burung Ingatan

 

seekor burung sriti menabrak kepalaku
ketika rintik hujan pertama menyentuh atap
pada hari minggu yang tanpa libur itu

aku tersentak kaget, kepalaku pening
terasa berputar-putar dan menghamburkan banyak umpatan

burung sriti itu tak pergi-pergi
meski dua ekor kucing telah memburunya dari kepalaku
ia bersembunyi sangat rapat, sangat rahasia

dua ekor kucing itu memilih pergi memburu cecak
meninggalkan burung sriti itu bersarang di kepalaku

aku hendak memaki dua ekor kucing tak becus itu.
tapi aku urung ketika mereka berebut seekor cecak dengan sangat riuh

saking riuhnya, suaranya membangunkan anjing hitam tetangga yang sedang tertidur karena kekenyangan, setelah memangsa ayam tetangga yang lain

perhatianku beralih ke kucing, cecak, dan anjing hitam itu
aku lupa jika seekor burung sriti bersarang di kepalaku
setelah ia menabraknya dan mencuri semua ingatanku

rintik hujan berubah derah
angin datang
atap rumah beterbangan

burung sriti itu tak pergi-pergi

Feb 2024

KLIK INI:  Saat Komunitas Literasi Berkebun: Tanam Pohon Tin, Panen Rambutan

Kepada Greta

ketulis puisi ini ketika hujan sedang mengirim sepotong ingatan di subuh hari, tentangmu, tentang suatu hari yang kau ubah jadi sejarah

usai adalah angka-angka kosong yang berhamburan di jalanan. kau punguti usai beliaumu. mengumpulkannya dalam sebuah poster

poster itu bercerita tentang anak-anak, masa depan dan politisi yang mendengkur di ruang sidang

grate, bangku sekolah tak menjamin apa pun bagimu. ketika perubahan iklim mengetuk pintu, lalu menerabas masuk menggeledah seisi rumah

merampas semua mimpi masa depan jutaan anak-anak seusiamu, usia jagung yang belum bisa dipanen

kau tinggalkan bangku sekolah, memilih bersekolah di depan kantor parlemen seorang diri. tak ada guru, tak ada buku dongeng, tak suara anak-anak belajar menggambar hutan dan laut yang biru haru

kau memilih duduk saja. membiarkan matahari menyayat kulitmu, sebab pohon telah berganti beton dan kepala para politis menjadi gersang

kepada Greta
kutulis puisi ini, ketika musim tak lagi tertebak, ketika BMGK sering kecolongan dan para tetua bingung, sebab petanda musim berguguran

Maret 2024

KLIK INI:  Destinasi Pepohonan

Anak Kecil dalam Hujan

 

seorang anak kecil girang ketika hujan tiba
ia berlari ke halaman bermain hujan
dibiarkannya baju merah mudanya basah

ia tengadah ke langit, diminumnya air hujan
itu obat, kata ibunya
diminumnya air hujan itu

dua hari kemudian ia sesak napas
aliran darahnya berhenti
ibunya puyeng berkali-kali lipat

dibawanya ke dokter anaknya itu
pada darahnya, ada yang menari-nari
berlari dari kanan ke kiri
kepala ke kaki
lalu berhenti di tenggorokan
menceki

apa itu, tanya ibunya
mikroplastik, jawab dokter

ibunya bingung, di mana anaknya menelan mikroplastik

dari hujan, jawab dokter

ibunya ingat, anaknya bermain hujan dua hari lalu

2024

KLIK INI:  Terkini, Intensitas Hujan Makin Tinggi, Makassar Terkepung Banjir