Mengesankan, Tumbuhan Berkomunikasi Satu Sama Lain, Begini Caranya

oleh -29 kali dilihat
Sintrong, Liar dan Meresahkan tapi Menyimpan Banyak Manfaat
Tumbuhan Sintrong-foto/Ist

Klikhijau.com – Jika dilihat sekilas. Tumbuhan adalah makhluk yang pasif. Satu sama lain tidak saling berhubungan. Mereka hidup dan menumbuhkan dirinya sendiri. Tidak peduli dengan yang lain. Tidak ada jalinan komunikasi.

Bila ada yang berangkapan seperti itu. Anggapannya rasanya perlu direvisi. Itu jika merujuk pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti Jepang.

Penelitian yang dipimpin oleh ahli biologi molekuler Masatsugu Toyota dari Universitas Saitama itu. Membuat penemuan inovatif di bidang komunikasi tumbuhan. Mereka menangkap rekaman real-time dari tumbuhan yang mengirimkan respons pertahanan ke tetangganya.

Dunia komunikasi tumbuhan adalah dunia di mana sinyal kimia, pesan cahaya, impuls listrik, dan jaringan akar menciptakan bahasa kompleks yang sangat penting untuk kelangsungan hidup dan interaksi tumbuhan.

KLIK INI:  Berpatroli Jaga Hutan dan Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadan

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications itu melibatkan Yuri Aratani, seorang Ph.D. mahasiswa, dan Takuya Uemura, seorang peneliti pascadoktoral, sebagai anggota tim utama.

Trobosan penelitian tersebut terletak pada pengamatan tanaman yang tidak rusak merespons senyawa organik yang mudah menguap ( VOC ) yang dipancarkan oleh tumbuhan lain yang mengalami kerusakan mekanis atau serangan serangga.

“Tumbuhan merasakan senyawa organik yang mudah menguap ( VOC ) yang dilepaskan oleh tanaman tetangga yang rusak secara mekanis atau herbivora dan menginduksi berbagai respons pertahanan. Komunikasi antar tanaman seperti itu melindungi tumbuhan dari ancaman lingkungan,” jelas para penulis.

Pengaturan eksperimental termasuk pompa udara yang terhubung ke wadah berisi daun dan ulat serta ruang lain yang menampung Arabidopsis thaliana, gulma umum dari keluarga mustard.

Tanaman Arabidopsis direkayasa secara genetis agar berpendar hijau setelah mendeteksi ion kalsium, yang bertindak sebagai pembawa pesan stres.

KLIK INI:  Cangkang Lobster dan Kepiting Bersalin Wajah Jadi Baterai di Tangan Ilmuwan

Dengan menggunakan mikroskop fluoresensi, tim dapat memantau sinyal yang dikeluarkan oleh tanaman yang tidak rusak setelah mereka menerima VOC dari daun yang rusak.

 Bagaimana tumbuhan berkomunikasi?

Inti dari komunikasi tumbuhan terletak pada penggunaan sinyal kimia. Tumbuhan melepaskan berbagai senyawa organik yang mudah menguap (VOC) ke udara.

VOC berfungsi sebagai pesan ke pabrik tetangga. Mereka dapat menyampaikan informasi mengenai kondisi lingkungan, seperti kekeringan atau serangan hama.

Misalnya, ketika suatu tumbuhan diserang oleh herbivora, tumbuhan tersebut mengeluarkan VOC tertentu yang dapat dideteksi oleh tumbunan di sekitarnya.

Pabrik-pabrik tetangga ini, setelah menerima sinyal, kemudian dapat memperkuat pertahanan kimianya untuk mengantisipasi serangan serupa.

KLIK INI:  6 Fungsi Bambu dalam Menyemarakkan HUT Kemerdekaan Indonesia

Transmisi sinyal alarm merupakan salah satu aspek komunikasi tumbuhan yang paling menarik. Ketika tumbuhan mengalami kerusakan fisik, ia melepaskan VOC yang menandakan adanya bahaya.

Hal ini tidak hanya mengingatkan tumbuhan di sekitarnya akan potensi bahaya, tetapi juga menarik predator alami hama yang merugikan tumbuhan.

Intinya, tumbuhan dapat meminta bantuan, merekrut sekutu dalam perjuangannya untuk bertahan hidup.

Selain itu, tumbuhan juga berkomunikasi melalui sinyal listrik. Suatu metode yang mengingatkan kita pada sistem saraf pada hewan.

Ketika tumbuhan mengalami stres atau kerusakan, ia menghasilkan impuls listrik yang menyebar ke seluruh strukturnya.

Sinyal-sinyal ini dapat memicu perubahan fisiologis pada tanaman, seperti penutupan stomata untuk mencegah hilangnya air selama kondisi kekeringan.

KLIK INI:  Di Malam Hari Buah Apel Tumbuh Lebih Cepat, Iyakah?

Di bawah tanah, tumbuhan terlibat dalam bentuk komunikasi yang kompleks melalui akarnya dan jaringan jamur terkait, yang sering disebut “Wood Wide Web”.

Jaringan ini terutama dibentuk oleh jamur mikoriza, yang menghubungkan akar berbagai tanaman. Melalui koneksi ini, tumbuhan dapat berbagi nutrisi, air, dan informasi.

Misalnya, tanaman yang mengalami kekurangan unsur hara dapat menerima pasokan dari tanaman tetangganya melalui jaringan bawah tanah ini.

Hubungan simbiosis ini tidak hanya memfasilitasi komunikasi tetapi juga menumbuhkan komunitas tumbuhan yang mendukung.

KLIK INI:  5 Tumbuhan yang Bisa Jadi Racun Ikan Alami, Satunya Paling Familiar di Sulawesi
 Penting memahami komunikasi tumbuhan

Memahami komunikasi tumbuhan sangat penting untuk menghargai dinamika ekosistem. Karena  dapat membantu menjelaskan bagaimana komunitas tumbuhan merespons tantangan lingkungan.

Selain itu, kita dapat mengetahui bagaimana tumbuhan dapat tangguh dalam menghadapi gangguan, semisal hama atau perubahan iklim.

Pengetahuan ini sangat berharga bagi upaya pertanian, kehutanan, dan konservasi. Karena dapat memandu praktik yang mendukung komunikasi tanaman yang sehat dan, lebih jauh lagi, kesehatan ekosistem.

Komunikasi tumbuhan merupakan bukti kompleksitas dan keterhubungan kehidupan di Bumi. Dengan memancarkan sinyal kimia, menghasilkan impuls listrik, dan membentuk jaringan bawah tanah, tumbuhan terlibat dalam suatu bentuk dialog yang rumit sekaligus penting untuk kelangsungan hidup mereka.

KLIK INI:  Falsafah Gulma, Tanaman yang Dilabeli Pengganggu Tanaman Lain

Ketika kita terus mengeksplorasi dan memahami bahasa tersembunyi ini, kita tidak hanya memperoleh wawasan ilmiah tetapi juga apresiasi yang lebih dalam terhadap dunia tumbuhan yang luar biasa.

Studi ini didasarkan pada observasi awal komunikasi tumbuhan yang didokumentasikan pada tahun 1983, yang memicu diskusi signifikan dalam komunitas ilmiah.

“Kami akhirnya mengungkap kisah rumit tentang kapan, di mana, dan bagaimana pabrik merespons ‘pesan peringatan’ di udara dari tetangga mereka yang terancam,” kata Toyota.

Dia menekankan peran penting dari jaringan komunikasi yang tidak terlihat ini dalam memperingatkan pabrik-pabrik tetangga akan ancaman yang akan terjadi secara tepat waktu.

Singkatnya, penelitian Toyota menyoroti interaksi yang kompleks dan tidak kentara dalam dunia tumbuhan, sekaligus memperluas pemahaman kita tentang hubungan ekologis dan mekanisme pertahanan tanaman.

KLIK INI:  Memahami Stomata, Fungsi dan Mekanisme Kerjanya pada Tumbuhan

Sumber: Earth