Pohon Kepuh, Si Multi Manfaat yang Bisa Menggugurkan Kandungan

oleh -1,171 kali dilihat
Pohon Kepuh, Si Multi Manfaat yang Bisa Menggugurkan Kandungan
Buah pohon kepuh-foto/Unsplash

Klikhijau.com –  Pohon kepuh adalah tumbuhan yang bersahabat dengan Indonesia. Sebab pohon ini bisa tumbuh dan ditemukan di seluruh wilayah di negara tercinta ini.

Bahkan namanya menjadi kekayaan budaya tersendiri, namanya beragam  tergantung di daerah mana ia tumbuh. Di Jawa ia dinamai kepuh, kepoh, dan jangkang. Di Nusa Tenggara Timur (NTT) ia dinamai kepoh, wuka kelompang, kapaka, wuka, wukak.

Sementara di Makassar pohon dari kelas Magnoliopsida ini bernama bungoro dan kalumpang, sedangkan masyarakat Bugis menyebutnya  alumpang, alupang, kalupa, dan di Maluku Utara bernama  kailupa furu, dan kailupa buru.

KLIK INI:  Rotan dan Bambu, Gerbang Kesejahteraan Masyarakat Indonesia

Pohon yang bernama latin Sterculia foetida L. ini  termasuk dalam jenis pohon yang bisa tumbuh tinggi menjulang.

Tidak hanya menjulang tinggi, tapi juga memiliki diameter batang yang besar. Pohon ini masih memiliki famili yang sama dengan randu alas karena bisa tumbuh secara liar.

Deskripsi morfologi

Pohon kepuh bisa tumbuh  tinggi mencapai 40 meter dengan diameter 90 cm. Ia memiliki daun majemuk menjari, bertangkai 10 hingga 35 cm. Daunnya berkumpul di ujung ranting.

Sedangkan anak daunnya berjumlah 6 hingga10, bentuknya jorong hingga lanset. Anak daunnya memiliki ukuran 12 sampai 15 x 4 sampai 6 cm.

Pada ujung dan pangkalnya berbentuk lancip. Ciri pertulangannya sekunder dengan jumlah 15 hingga 20 pasang.

Pohon dari genus Sterculia ini berbunga majemuk dalam malai panjang 10 sampai 15 cm. Bunganya berwarna hijau atau ungu pudar dengan kelopak yang berbagi-5 serupa mahkota dengan warna jingga yang memesona.

Buahnya terdiri dari 4 hingga 5 folikel (buah bumbung). Bentuknya folikel hampir membulat atau bentuk perahu.

Buah pohon dari famili Sterculiaceae ini memiliki diameter 5 hingga 6 cm. Kulit buahnya tebal dengan warna merah terang, mengayu. Buahnya berkumpul dalam karangan berbentuk bintang.

Pada biji buahnya 10 hingga 15 butir perbuah, warnanya kehitaman, melekat dengan aril berwarna kuning dengan panjang 1,5 hingga 1,8 cm.

KLIK INI:  Di Antara Kepungan Isu Babi Ngepet, Ini 6 Jenis Babi Endemik Indonesia
Manfaat pohon kepuh

Pohon kepuh adalah pohon multi manfaat dalam kebutuhan hidup masyarakat. Ia bisa jadi makanan, obat-obatan, pakan ternak, bahan bakar nabati dan berbagai kerajinan tangan, (Yuniastuti, 2013).

Kulit dari pohon bisa dijadikan sebagai bahan kue dan bijinya dapat dimanfaatkan untuk produk industri, di antaranya sabun, sampo, kosmetik, pelembut kain, cat, hingga plastik.

Untuk daunnya kerap dimanfaatkan menjadi obat luka, TBC, demam, radang dan pusing atau sakit kepala.

Daunnya juga bisa dgunakan sebagai tapal untuk meringankan sakit pada kaki dan tangan yang terkilir atau patah tulang

Tidak hanya itu, tanaman non-pangan merupakan tanaman penghasil minyak yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel, (Midel Delfi, dkk 2018)

Bagian yang bisa dijadikan  bahan baku biodiesel adalah bijinya. Karena biji dari pohon ini memiliki kandungan minyak 45 hingga 55%.

KLIK INI:  Menyedihkan, Burung Langka Diselundupkan dalam Botol Mineral

Sebagai bahan baku biodiesel, bahannya ini cukup melimpah. Pohon ini termasuk jenis yang tidak manja, yang hanya bisa tumbuh di daerah tertentu. Pohon ini mampu tumbuh pada berbagai daerah, mulai dari ketinggian, pinggir pantai sampai ke pegunungan dengan ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.

Biji dari pohon ini juga dapat dikonsumsi setelah dipanggang. Bijinya yang mengandung minyak dapat berguna sebagai minyak lampu bahkan minyak goreng dan juga bisa digunakan sebagai sebagai bahan untuk membatik.

Saat pohon kepuh menua,  ia dapat menghasilkan kayu teras bergaris-garis kuning. Kayu yang telah tua itu sangat cocok untuk membuat perahu atau peti mati. Sementara untuk pepagannya dapat diseduh sebagai obat penggugur kandungan.

Daerah penyebaran dan perbanyakan

Pohon multi manfaat ini tersebar mulai di Afrika timur, Asia Selatan, Asia Tenggara, Australia hingga di Indonesia. Khusus di Indonesia, seperti disebutkan di atas. Pohon ini bisa ditemukan di mana saja di seluruh tanah ibu pertiwi, di antaranya Sulawesi, Maluku, bali, Sumbawa, Kalimantan, Jawa hingga Papua.

Namun demikian, tumbuhan ini menyukai  tumbuh di hutan sekunder dan primer. Ia banyak banyak tumbuh di batu karang sepanjang pantai dengan ketinggian 0 hingga1000 m dpl. Ciri khas dari pohon ini adalah pada waktu-waktu tertentu akan menggugurkan daunnya di  musim kemarau.

Jika ingin memperbanyak pohon kepuh, bisa dengan cara generatif melalui biji dan vegetatif melalui okulasi, stek dan cangkok.

Dan jika ingin menikmati keindahan bunganya, maka bisa dinikmati  pada bulan September hingga Oktober. Sementara untuk menyaksikan buahnya masak, maka bisa ditemukan pada bulan Februari.

KLIK INI:  Menikmati Kepakan Sayap Burung Sriti dalam Hujan

Klasifikasi ilmiah
  • Kingdom : Plantae
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Ordo : Malvales
  • Famili : Sterculiaceae
  • Genus : Sterculia
  • Spesies : Sterculia foetida L.

Demikianlah, semoga memberi manfaat!

KLIK INI:  Pohon Lamtoro, Berkah bagi Tiga Serangkai