Kisah Febri, Garuda Muda dari Timur

oleh -30 kali dilihat
Kisah Febri, Garuda Muda dari Timur
Elang-flores-foto/Ist

Klikhijau.com – Namanya Febri. Garuda muda yang lahir pada pertengahan Maret 2022 lalu. Tempat lahirnya tak biasa—di atas ketinggian. Di Taman Nasional Tambora.

Kelahiran Febri menjadi salah satu pencapaian yang luar biasa dari usaha pelestarian. Karena ia merupakan salah satu satwa terancam punah ini.

Febri merupakan seekor elang flores yang berhasil “lahir” dengan selamat. Saat ini, keberadaan elang flores kian menyusut. Populasinya terancam.

Penyebab utamanya, tentu saja ulah manusia. Ia menjadi target buruan. Perburuan itulah yang meyebabkannya masuk dalam daftar langka.

KLIK INI:  Sehari Sebelum Hari Bumi, Sang Penguasa Langit Jawa Terlahir ke Bumi

Saat ini, elang yang juga bisa disebut burung garuda itu, diperkirakan hanya tersisa antara 100 hingga 240 individu dewasa.

Elang flores, menurut data Badan Konservasi Dunia IUCN (International Union for Conservation of Nature) ditetapkan  sebagai jenis yang Kritis (Critically Endangered/CR).

Sementara itu, pada tahun 2019 lalu,  berdasarkan  data Pemerintah Kabupaten Ende yang disampaikan Bupati Marsel Petu, populasi elang flores di kawasan Taman Nasional Kelimutu, Flores, Nusa Tenggara Timur hanya hanya tinggal 10 ekor saja.

Oleh karena itu, kelahiran Febri, sang garuda dari timur merupakan kabar yang sangat menggembirakan bagi dunia konservasi.

Elang flores adalah salah satu jenis raptor endemik yang dipunyai Indonesia. Ia berasal dari keluarga Accipitridae dan genus Nisaetus.

KLIK INI:  Kritis, Orangutan Sumatera Ditembak 74 Peluru di Aceh

Elang flores sebelumnya dianggap sebagai ras elang brontok. Namun,  Gjershaug et al menunjukkan bahwa ada perbedaan morfologis yang signifikan antara bentuknya dengan elang brontok.

Namun, secara fisik burung elang flores tidak terlalu jauh berbeda dengan elang brontok. Keduanya memiliki bulu putih di kepala sampai leher dan warna coklat dengan garis putih di ujung sayapnya.

Hal paling menarik dan eksoti dari burung elang flores adalah  biasanya mereka akan memperlihatkan mahkota di atas kepalanya ketika bertengger di reranting pohon.

Kisah kelahiran Febri

Proses kelahiran Febri, terekan dalam video berdurasi 1.30 menit. Judulnya “Kelahiran Sang Garuda dari Timur.”

Dalam video itu penonton dapat melihat proses penemuan sarang elang flores di Karyasari pada 21 Oktober 2021 lalu.

Pada tanggal 12 Februari terjadi pemantauan aktivitas sepasang Elang Flores di sekitar sarang. Dan pada tanggal  19 Februari 2021. Teramati ada satu butir telur Elang Flores di dalam sarang.

KLIK INI:  Langka dan Menakjubkan, Peneliti Temukan Cumi-cumi Raksasa

Kemudian pada 5 Maret 2022 terpantau aktivitas induk Elang Flores betina mengeram di sarang dan elang jantan mengawasi lingkungan sekitar.

Lalu pada 17 Maret 2022, induk Elang Flores betina tampak mengalami perubahan warna bulu dadanya dan sibuk mengumpulkan makanan.

Keberadaan seekor anak Elang Flores, kemudian terpantau pada 26 Maret 2022.  Saat teramati anak Elang Flores yang diberi nama Febri itu diperkirakan sudah berusia 1 hingga 2 minggu.

“Tentunya hal ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan bagi dunia konservasi. Semoga keberadaan salah satu jenis raptor yang menyandang kategori terancam punah atau Critically Endangered (menurut IUCN) ini semakin terjaga dan bertambah populasinya,” keterangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui akun Instagram yang dikutip Senin, 4 April 2022.

KLIK INI:  Peredaran Satwa Liar Dilindungi di Sulawesi Utara Mulai Ditertibkan
Jenis elang endemik Indonesia

Indonesia, negara dengan limpahan keanekaragaman hayati.  Memiliki beragam jenis flora dan fauna yang endemik alias hanya bisa ditemukan di negara +62 ini.

Sebut saja elang, satwa penjelajah angkasa itu. Indonesia memiliki—setidaknya lima jenis yang merupakan endemik, di antaranya:

  • Elang-ular sulawesi

Elang ular sulawesi atau Spilornis rufipectus. Ia hidup di berbagai hutan pada ketinggian 0-1.000 meter di atas permukaan laut (Mdpl).

Elang jenis ini adalah satwa endemik Sulawesi. Ia memiliki warna cokelat tua dan ada beberapa corak putih dan krem pada bagian tubuh lainnya.

KLIK INI:  2019, BBKSDA Sulsel Selamatkan Puluhan Satwa Liar Dilindungi, Sebagian Besar Serahan Masyarakat
  • Elang jawa

Elang jawa atau Nisaetus bartelsi ini ter tersebar di hutan dataran tinggi Pulau Jawa. Ukuran tubuhnya sekitar 60 cm.

Saat ini, jenis elang ini masuk daftar hewan terancam punah. Populasinya hanya tersisa sekitar 300 pasang saja di alam liar.

  • Elang sulawesi

Elang sulawesi Nisaetus lanceolatus adalah nama ilmiah elang ini. Ukurannya sekitar 50-60 cm. ia memiliki bulu berwarna cokelat dengan hitam di bagian atasnya. Sementara warna putih terdapat di bawah tubuhnya.

Elang ini memiliki habitat yang cukup luas, yakni meliputi hutan di sekitar pegunungan hingga ke dataran rendah.

KLIK INI:  Kisah Burung yang Terbang ke Maluku dengan Pesawat
  • Elang ular bawean

Spilornis baweanus merupakan nama ilmiah dari Elang-ular bawean. Ia merupakan satwa endemik dari Pulau Jawa.  Mereka bisa temui di Pulau Bawean. Pulau yang berada di sebelah utara Pulau Jawa.

Elang-ular bawean ini memiliki warna gelap pada tubuhnya. Ada sedikit warna putih di beberapa bagian.  Saat ini,  jenis elang ini telah masuk pula ke dalam daftar spesies terancam punah.

  • Elang flores

Febri, yang lahir di bulan Maret lalu merupakan jenis elang flores. Naman ilmiahnya, Nisaetus floris. Meski memakai nama flores. Sebenarnya elang ini tidak hanya dapat dijumpai di Pulau Flores saja.

Karena mereka juga dapat jumpai di enam pulau lain di sekitar Flores. Saat ini, jenis elang ini juga terancam punah dikarenakan perburuan manusia.

Kelahiran Febri menjadi kabar gembira bagi keberadaan burung ini.

KLIK INI:  Perihal Rusa Timor dan 7 Fakta Menarik Tentangnya