Menyorot 6 Ulah Manusia Penyebab Udara Kotor dan Cara Mengatasinya

oleh -58 kali dilihat
Polusi Udara Mempengaruhi Tingkat Kebahagiaan, Benarkah?
Ilustrasi polusi/Foto-pixabay

Klikhijau.com –  Udara yang kotor sudah mulai meresahkan. Karena yang  kita hirup adalah udara yang tidak  lagi murni alias bersih. Dampaknya pun mulai menimpa manusia dan makhluk lainnya.

Kecerdasana manusia telah membawa perubahan yang besar pada udara. Di kota-kota besar pencemaran udara menjadi ancaman nyata yang meresahkan.

Karena ada hal yang tidak bisa dipungkiri mengenai udara yang kotor itu, yakni  penyebab utamanya didominasi oleh ulah manusia. Karena itulah yang paling bertanggung jawab adalah manusia itu sendiri.

Hampir setiap detik, kita akan  akan menghirup udara yang kurang bersih. Kedatangan pandemi Covid-19 pun tidak membuat udara semakin bersih.  Semisal kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) justru memperparah pencemaran udara di Jakarta.

KLIK INI:  Kenapa Membaiknya Lapisan Ozon Bumi Patut Disyukuri? Begini Jawabannya

Namun, meski begitu, kedatangan pandemi Covid-19, setidaknya membawa pula pola hidup yang baru, yakni penggunaan masker. Sehingga masyarakat setidaknya memiliki penangkal untuk menghirup udara yang tercemar.

Sayangnya, penggunaan masker yang bisa menangkal udara kotor masuk ke pernapasan dan mencegah penularan virus corona, juga membawa dampak buruk bagi lingkungan karena banyak yang terbuang sembarangan.

Oya, setidaknya ada 6 ulah manusia yang menyebabkan udara  bersih berubah jadi kotor:

  • Rokok

Aktivitas masyarakat Indonesia yang dianggap paling biasa adalah merokok. Bahkan ada pendapat “aneh” yang beredar, “Lelaki yang tidak merokot tidak jantan.” Entah pendapat itu darimana, padahal sudah jelas peringatan yang terterah pada pembungkusnya jika merokok bisa menyebabkan penyakit.

Hal aneh lainnya dari merokok, jika perempuan yang merokok, kerap dianggap perempuan tidak baik. Pendapat-pendapat aneh seperti itu terus bertumbuh hingga sekarang.

Dan hal paling aneh dari para perokok, mereka akan dengan sangat santai membuang puntung rokoknya di sembarang tempat. Padahal itu bisa menyebabkan pencemaran lingkungan.

Selain itu, asap rokok juga menjadi penyebab pencemaran udara. Karena pembakaran rokok bisa menghasilkan partikel halus yang berbahaya bagi kesehatan dan udara. Karena menghasilkan 10 kali lebih banyak daripada knalpot mesin diesel.

  • Aktvitas rumah tangga

Aktivitas di dalam rumah tidak aman dari penyebab udara yang kotor. Alat-alat rumah tangga menjadi salah satu penyebabnya, di antaranya AC dan Kulkas. Alat-alat seperti ini jadi penyumbang polutan yang disebut  klorofluorokarbon (CF) yang dapat merusak lapisan ozon.

  • Penggunaan bahan fosil

Kendaraan berbahan bakar fosil, yakni bensin dan solar dan juga pembangkit listrik tenaga uap yang menggunakan batu bara. Menjadi penyumbang yang besar dalam mengotori udara.

  • Industri

Aktivitas industri, yang dijalankan dan diinisiasi manusia, menghasilkan gas beracun, seperti karbon monooksida, hidrokarbon, senyawa organik, partikel debu, dan bahan kimia.

Apa yang dihasilkan oleh industri itu, jadi penyebab terjadinya kekotoran udara.

  • Sampah

Pembakaran sampah dan penumpukan sampah, baik di Tempat Pemroresan Akhir (TPA) maupun di pinggir jalan dan saluran air, jika membusuk akan menghasilkan gas metana yang  dapat mengotori udara.

Selain itu, jika sampah dibakar akan menghasilkan pula gas beracun yang beterbangan dan mencemari pula udara yang dihirup.

  • Karhutla

Hutan yang terbakar akan menyebabkan asap tebal yang hitam. Ini selain mengganggu pernapasan dan kesehatan, juga jadi dapat menyebabkan udara kotor.

Kenapa kebakaran hutan harus masuk ke dalam ulah manusia, itu karena dominan kebakaran hutan banyak disebabkan oleh manusia.

Hal tersebut diaku   Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Alue Dohong, bahwa  hampir 99% kebakaran hutan dan lahan  sebetulnya disebabkan oleh antropogenik istilahnya, oleh manusia. Dan karhutla yang disebabkan oleh alam itu hanya satu persen.

Cara mengatasi pencemaran udara

Karena manusia adalah makhluk yang selalu mencari solusi bagi setiap permasalahan. Maka pencemaran udara atau udara yang kotor yang disebabkan olehnya pun harus dicarikan solusinya.

Untuk mencari solusi, maka harus ditemukan dulu penyebabnya. Karena itu, ada beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk mengatasi  udara yang kotor:

  • Menanam tanaman

Tanaman adalah salah satu media yang bisa menyerap polutan, di antaranya lidah mertua, krisan, lili, pakis, dracaena, lidah buaya, bambu, sirih gading, sri rejeki, dan spider plant.

Tanaman-tanaman tersebut diyakini mampu mengatasi udara kotor di sekita kita.

  • Berhenti merokok

Langkah selanjutnya yang bisa diterapkan adalah dengan berhenti merokok. Karena rokok termasuk salah satu sumber yang bisa mengotori udara yang kita hirup sehari-hari.

  • Mengurangi aktivitas berkendara

Aktivitas berkendara berbahan bakar bensin dan sebagainya sebaiknya dikurangi, diganti dengan aktivitas berjalan kaki atau bersepeda.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah memilih menggunakan kendaraan umum atau kendaraan yang lebih ramah lingkungan, semisal becak.

  • Hindari membakar sampah

Pembakaran sampah bukan hanya menghasilkan udara yang kotor, tetapi juga bisa menyebabkan berbagai penyakit “hijrah” ke dalam tubuh.

Karena itulah ada baiknya tidak membakar sampah. Sudah saatnya sampah diubah menjadi rupiah melalui bank sampah atau didaur ulang.

  • Habiskan makanan

Sampah makanan atau makanan sisa akan membusuk dan melahirkan gas metana yang bisa mengotori udara. Karenanya ada baiknya menghabiskan makanan jika sedang makan atau mengolahnya menjadi pupuk kompos.

  • Jaga hutan

Menjaga hutan agar tidak terbakar adalah langkah paling bijak untuk melestarikan bumi dan menghindarkannya dari udara kotor.

Kebakaran hutan dan lahan sangat berisiko terhadap kesehatan dan mencemari udara. Karenanya perlu untuk bersama-sama menjaganya.

  • Kurangi penggunaan listrik

Kulkas dan AC menjadi salah satu penyebab kotornya udara, khususnya di daerah perkotaan.  Dengan mengurangi penggunaan listrik pada alat rumah tangga, bisa jadi sumbangsih untuk menghasilkan udara yang bersih.

Hmmmm…

KLIK INI:  Bagaimana Menemukan Produk Ramah Lingkungan?