Mengenal Tunjuk Langit, Tumbuhan yang Multi Manfaat

oleh -56 kali dilihat
Tumbuhan tunjuk langi-foto/Ist
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Tengah malam. Sebuah foto masuk ke Whatsapp saya. Foto itu dikirim oleh Nasir. Salah seorang pemuda Desa Kindang, Kecamatan Kindang, Bulukumba.

“Ada rumput beginita yang tumbuh?” tanyanya, menyertai foto yang dia kirim, Jumat, 29 September 2023 lalu.

Saya telah tidur ketika Nasir mengirimnya. Jadi, saya membalasnya ketika bangun di subuh hari.

Anreppa, apa injo, gammara kamua “Belum ada, apai tu, indah sekali”? balas saya.

KLIK INI:  7 Jenis Bunga yang Mengiringi Jalan Samurai Musashi

“Ternyata tanaman ini dijadikan obat. Bisa dibeli akarnya 70.000/kg,” balasnya.

Nasir juga menerangkan jika foto tumbuhan itu dikirimkan oleh temannya. Saya diliputi rasa penasaran perihal tumbunan tersebut.

Itu pertama kalinya saya melihatnya, itu pun melalui foto—belum pernah melihatnya secara langsung. Saya mencoba mencari tahu perihal tumbuhan tersebut. Rupanya bernama tunjuk langit. Nama lainnya yang populer adalah jajalakan.

Tumbuhan ini memiliki nama ilmiah Helminthostachys zeylanica. Ia  memiliki nama lokal yang beragam, di antaranya rawu bekubang, jajalakan, pakis kaler, kamraj.

Tunjuk langit ini merupakan tumbuhan pakis terrestrial. Ia adalah tumbuhan asli di Asia Tenggara dan Australia.

Untuk nama Helminthostachys yang disandangnya, konon berasal dari bahasa Yunani kuno, yakni Helminen yang berarti cacing, dan stachys yang berarti telinga.

KLIK INI:  Araceae, Tumbuhan Potensial yang Terancam Degradasi Hutan

Tumbuhan ini masuk di kelas Ophioglossophyta. Ia banyak ditemui di kawasan rawa yang terbuka serta bertanah liat dengan ketinggian kurang lebih 400 m dari permukaan laut.

Tunjuk langit ini adalah jenis tumbuhan yang dapat tumbuh baik di tanah yang lembap, belukar atau hutan.

Tumbuhan dari ordo Ophioglossales memilki akar yang tidak terlalu dalam. Akar rimpangnya sangat pendek. Tumbuhan ini memiliki daun yang bergerigi tumpul, tulang daun menyirip, dan majemuk

Kandungan tunjuk langi

Tumbuhan dari famili  Ophioglossaceae ini kaya akan metabolit sekunder yang berpotensi aktif secara biologis. Uji fitokimia menunjukkan tumbuhan ini mengandung steroid, polifeno dan flavonoid serta saponin.

Uji aktivitas sitotoksik dengan metoda brine shrimp lethality test (BSLT) fraksi etilasetat akar tumbuhan tunjuk langit menunjukkan nilai LC50 adalah 27 ppm (Fitrya, 2009).

Anwar, (2004) menerangkan bahwa ada korelasi yang positif antara aktivitas sitotoksik dan antioksidan dengan aktivitas antikanker.

KLIK INI:  Jenis Puring yang Mudah Tumbuh, Murah Meriah, Menawan dan Kaya Manfaat

Akar tumbuhan dari  genus Helminthostachys ini mengandung selusin flavonoid yang berbeda, zat organik dan senyawa nitrogen bebas yang memainkan peran penting dalam metabolisme tanaman.

Huang, et.al, (2009) mengatakan bahwa tumbuhan tunjuk langit memiliki kandungan kimia dari akar yaitu senyawa flavonoid yang memiliki potensi sebagai anti-inflmasi.

Ekstrak etanol akar dari tumbuhan ini memiliki potensi sebagai anti-hiperurisemia serta akar tumbuhan ini, dari fraksi etil asetat mengandung senyawa flavonoid yang aktif sebagai anti-kanker.

Manfaat tunjuk langit

Bagian akar dari tumbuhan ini digunakan sebagai obat batuk 100 hari. Selain itu juga digunakan sebagai disentri, penyakit hidung atau tenggorokan dan permulaan penyakit paru-paru.

Menurut Hartini (2011), tumbuhan ini digunakan sebagai sumber makanan, obat, dan serat. Daun dan tangkai daun mudanya dimakan mentah atau dimasak seperti salad.

KLIK INI:  Bunga Aster, Kembaran Krisan dengan Ragam Warna Menawan

Sementara akar rimpangnya untuk obat desentri, katarak, TBC stadium awal, batuk, sipilis, malaria, serta untuk laksatif dan tonik.

Sedangkan Heyne (1987) melaporkan bahwa tumbuhan  dapat digunakan sebagai obat pening, batuk rejan, disentri dan luka.

Tumbuhan ini juga mempunyai kegunaan lain, yaitu tangkai daunnya dapat digunakan untuk kerajinan tangan dan bahan anyaman.

Selain itu juga tumbuhan ini dapat pula ditanam sebagai tanaman hias dan sebagai kearifan lokal yang mesti dilestarikan.

KLIK INI:  Pohon Pinus, Tanaman Pionir yang Kontroversi