Mobil listrik, Kendaraan Masa Depan dan Ramah Lingkungan yang Kian Diminati

oleh -82 kali dilihat
Mobil listrik, Kendaraan Masa Depan dan Ramah Lingkungan yang Kian Diminati
Mobil listrik-foto/Noya
Andi Ayatullah

Klikhijau.com – Mobil listrik kini makin ramai masuk dalam persaingan pemasaran kendaraan roda empat. Ia digadang-gadang menjadi kendaraan masa depan yang memiliki kelebihan yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya.

Itu artinya memiliki kendaraan ini, selain bisa berhemat juga bisa menyelamatkan bumi dari terjangan polusi udara.

Lalu seperti apa dan sejauh mana minat masyarakat terhadap mobil listrik dan seperti apa mobil listrik itu?

Untuk mengupas dan mengenal lebih jauh mobil listrik, Dodik, selaku  General Manager Hyundai Pettarani PT Sinar Galesong Mobilindo  berbagi cerita.

KLIK INI:  Melacak Kendaraan yang “Tak Berdosa” sebagai Penyebab Polusi Udara

Menurutnya,  animo masyarakat tentang ketertarikan mobil listrik sangat bagus. Itu dilihat dari indent kona 5 yang saat ini telah mencapai 2000 unit.

“Kalau saya lihat animonya sangat antusias yah. Karena bila melihat dari indentnya sudah 1700 di bulan kemarin dan untuk bulan ini telah lebih dari 2000 unit di seluruh Indonesia.

“Artinya apa peminat akan mobil listrik ini sangat tinggi karena beda banget dengan kondisi yang sebelumnya bisa dibayangkan dalam sebulan itu naik 300 unit, bahkan ini hanya di Indonesia ternyata indent loniq 5 di seluruh negara juga permintaan indent sangat tinggi,” ujar Dodik.

Dodik juga menjelaskan bahwa di tempatnya indent sudah 15 unit, itu pun karena indent baru dapat 1 unit kita belum kirimkan juga sampai Kendari, Palopo, dan Gorontalo.

“Kita belum bawa unit nya ke sana saya rasa kalau kita bawa ke sana dan kita tes drive kan mungkin akan jauh lebih besar,” ujarnya.

KLIK INI:  Asap Kebakaran TPA Antang Beracun?
Alasan mengapa harus memiliki mobil listrik

Menurut Dodik, dari segi biaya bahan bakar, mobil listrik jauh lebih murah dari bahan bakar yang saat ini digunakan.

“Kenapa harus beli mobil listrik pertama dari sisi bahan bakar sudah tidak menggunakan konvensional kembali itu lebih murah, kita biasa isi bensin aja 100 ribu untuk 3 hari jadi sebulan paling tidak sudah 3 juta kalau pakai mobil listrik sekali nge-charge Rp 50 ribu itu setiap hari Sabtu bisa di pakai untuk seminggu, artinya sebulan hanya nge charger 4 kali biaya bahan bakarnya karena ini listrik jadi hanya Rp. 200 ribu satu hemat di situ,” ungkap Dodik

Lebih jauh dijelaskan Dodik, “Kedua di biaya STNK atau pajak balik namanya, mobil-mobil yang lain itu bermain disekitar Rp 4 juta  bahkan ada yang Rp 6 juta, loniq 5 ini di subsidi oleh pemerintah kalau di Jakarta itu benar benar nol persen subsidi nya 100 persen  kalau disini disubsidi pemerintah 90 persen jadi konsumen hanya bayar pajak tahunan sekitar 800 ribuan

Kemudian harga mobil akan disesuaikan dengan emisi gas buangnya. Semakin emisi nya tinggi maka harga jualnya semakin tinggi pula. Nah, karena ini mobil listrik emisinya tidak ada sama sekali, nol, jadi otomatis  itu di subsidi pemerintah 90 persen.

KLIK INI:  Mengunjungi Lumbung Kantong Plastik yang Bernama Pasar Tradisional

Kemudian jika bicara lagi mengenai servis mobil itukan konsumen  datang ke bengkel  untuk servis mungkin bisa satu juta, ganti oli dan sebagainya. Bahkan bisa lebih dari satu juta, mobil listrik tidak demikian ada yang diganti, jadi orang datang ke bengkel paling bayar 100 atau 200 ribu.

Bergaransi lama

Dodik juga menerangkan bahwa kondisi baterei mobil yang dipasarkan  bergaransi sampai 8 tahun.

“Apakah terus 8 tahun baterei rusak, belum tentu, karena masalahnya mobil listrik yang kita  punya itu berbeda dengan merk lain. ” ungkapnya.

Menurutnya jika merk lain satu batereinya itu benar-benar satu panel. “Kalau kita, kita pecah pecahkan ada beberapa panel. Jadi, kalau sampai terjadi kerusakan maka  yang diganti hanya panel yang rusak tersebut  jadi benar murah sekali,” lanjutnya.

KLIK INI:  Mengejutkan, Bumi Berputar Lebih Cepat dari Setengah Abad Lalu

“Bahkan kalau kita lihat sekarang pemakai mobil listrik tidak ada yang dijual bekas. Artinya apa harga jual kembali lebih tinggi,” ujarnya lagi.

Untuk teknisi sendiri menurut Dodik sudah training, bahkan sebelum  buka itu teknisinya sudah dikirim ke Jakarta baik training online maupun offline. Tujuannya untuk membedah mobil tadi bahkan setiap bulan diadakan sertifikasi. Jadi, dites satu satu begitu  sampai melihat kesiapan dari teknisi yang dimiliki.

Keunggulan lain dari mobil listrik bukan hanya hemat biaya. Tetapi, juga bisa jadi solusi untuk mengurangi polusi udara, yang menjadi salah satu faktor perubahan iklim dan pemanasan global.

KLIK INI:  Bakar Sampah, Jalan Pintas yang Berbahaya