MENTARI Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Matahari di Sumba Tengah

oleh -137 kali dilihat
MENTARI Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Matahari di Sumba Tengah
David Lutman dari Kedutaan Besar Inggris Jakarta dengan Drs. Paulus S. K. Limu, Bupati Sumba Tengah, dalam acara Peletakan Batu Pertama Proyek Percontohan Program Mentari pada 19 April 2022 - Foto:Ist

Klikhijau.com – MENTARI merupakan Program Kerjasama Inggris dan Indonesia dalam sektor Energi Rendah Karbon, memulai instalasi sistem energi terbarukan tenaga matahari dan baterai di Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada 19 April 2022, perwakilan dari Kedutaan Besar Inggris Jakarta dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Pemerintah Pusat dan Daerah, juga masyarakat setempat menghadiri acara peletakan batu pertama di Desa Mata Redi dan Mata Woga, Kabupaten Sumba Tengah, NTT.

Desa Mata Redi dan Mata Woga belum pernah mendapat akses listrik, masyarakatnya bergantung pada minyak tanah untuk penerangan. Hal itu mengakibatkan banyaknya aspek kehidupan sehari-hari sulit untuk dijalankan.

Berbagai kegiatan di malam hari menjadi sangat terbatas, anak-anak sekolah tidak memiliki kemewahan untuk belajar di malam hari, tidak ada aktivitas ekonomi, layanan kesehatan darurat sulit diberikan, dan terbatasnya ruang gerak yang aman bagi perempuan di malam hari.

KLIK INI:  Melihat Lebih Nyata Teror Permen Karet bagi Lingkungan

Semua itu akan segera berubah. Sistem energi terbarukan off-grid berkapasitas 95 kWp ditargetkan akan segera beroperasi dalam empat bulan, dan memberikan manfaat bagi 155 rumah dan 11 fasilitas umum di Desa Mata Redi dan 45 rumah dan 1 fasilitas umum di Desa Mata Woga. Sistem baterai akan memungkinkan ketersediaan pasokan listrik pada malam hari dari tenaga matahari yang diserap di siang hari.

Energi bersih, terjangkau, dan dapat diandalkan akan memberikan kesempatan untuk penggunaan listrik secara produktif termasuk memaksimalkan hasil pertanian, manajemen air dan irigasi, serta layanan pendidikan dan kesehatan. Secara bersama-sama, proyek ini akan mendorong kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.

Peletakan batu pertama menandai dimulainya fase awal pembangunan yang akan selesai pada Agustus 2022. Sebagai bagian dari kearifan lokal, acara tersebut mengikutsertakan upacara adat dari Keyakinan Marapu. Upacara adat ini dipimpin oleh kepala masyarakat dan pemimpin keyakinan. Upacara ini merupakan adat dan tradisi masyarakat setempat untuk memohon berkat dan restu bagi kelancaran pembangunan proyek.

Dukungan dan partisipasi erat dari masyarakat terhadap proyek inovasi seperti ini sangat penting demi kesuksesan dan keberlanjutan jangka panjang proyek. MENTARI bekerja keras untuk memastikan tumbuhnya rasa memiliki dari masyarakat terhadap proyek ini – dalam hal perencanaan, dan memastikan bahwa manfaatnya dirasakan seluruh masyarakat. Sebagai contoh, program ini percaya bahwa memberikan pengembangan kapasitas sama pentingnya dengan memberikan infrasturktur kepada masyarakat.

KLIK INI:  Demi Wujudkan Mudik Asyik Tanpa Plastik, KLHK Surati Pemda se Indonesia

Bersamaan dengan persiapan pembangunan pembangkit listrik tenaga matahari ini, MENTARI telah memberikan 14 pelatihan yang berfokus pada Gender dan Inklusi, teknologi pembangkit listrik tenaga matahari, dan juga penggunaan energi secara produktif.

Pada Bulan Oktober 2021, telah diselenggarakan pelatihan untuk pelatih “Gender Action Learning System” (GALS). Pelatihan ini bertujuan untuk membekali fasilitator lokal untuk menerapkan metodologi pemberdayaan berbasis masyarakat dengan menggunakan proses partisipatif khusus guna memungkinkan perempuan dan laki-laki, pemuda dan kelompok terpinggirkan mengambil bagian dalam perencanaan proyek melalui kewirausahaan dan penggunaan energi yang produktif untuk memastikan kepemilikan dan keberlanjutan.

MENTARI mendukung adaptasi keahlian baru untuk masyarakat, terutama perempuan dan anak perempuan, termasuk bekerjasama dengan badan pelatihan lokal untuk melatih anak muda dalam bidang pertukangan kayu dan teknik kelistrikan. Kegiatan-kegiatan tersebut akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar daripada proyek ini.

Dengan listrik yang bersih dan dapat diandalkan, kualitas hidup masyarakat akan meningkat secara drastis sejalan dengan peningkatan partisipasi perempuan, kaum muda, dan kelompok terpinggirkan dalam ekonomi lokal. Untuk menjaga pengoperasian instalasi jangka panjang, MENTARI bekerjasama dengan komunitas, sekolah kejuruan, dan pemerintah provinsi untuk memastikan anak muda setempat mendapat pelatihan dalam hal operasi dan pemeliharaan sistem. Selain itu, MENTARI juga bersinergi dengan PLN untuk mempersiapkan transisi yang lancar di kemudian hari.

KLIK INI:  Kenalkan, Warung Danau Lolang di Selayar dan Kuliner Urban Khas Desa

Proyek ini tidak hanya membawa manfaat untuk masyarakat, Pemerintah Inggris dan Indonesia juga akan bekerjasama untuk mengembangkan model bisnis yang dapat diterapkan untuk melistriki daerah tertinggal yang jauh dari jaringan dengan menggunakan pendanaan campuran (blended finance) – untuk mengembangkan akses energi dan mendorong tumbuhnya perekonomian lokal dan nasional. Dengan adanya listrik, masyarakat akan lebih mudah berpartisipasi penuh dalam ekonomi dan menciptakan pertumbuhan ekonomi.

Sahid Junaidi, Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menjelaskan Kementerian ESDM merasa senang dapat bekerjasama dengan Kedutaan Besar Inggris Jakarta, untuk memberikan listrik bersih kepada masyarakat di Desa Mata Redi dan Mata Woga lewat program MENTARI.

“Kami berharap program ini berjalan dengan baik dan mendatangkan manfaat bagi masyarakat, tidak hanya dari segi listrik bersih tapi juga dari kualitas hidup,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu, dengan senang hati menyambut kehadiran Program MENTARI di Desa Mata Redi dan Mata Woga. Peletakan batu pertama secara formal dilakukan pada 19 April dan menantikan selesainya proses instalasi pembangkit listrik tenaga matahari ini. “Saya merasa senang karena Program MENTARI akan sangat bermanfaat bagi masyarakat di Desa Mata Redi dan Mata Woga,” ungkap orang nomor satu di Sumba Tengah tersebut.

KLIK INI:  Bappenas Mendorong Perencanaan Pembangunan Daerah Rendah Karbon

Selanjutnya, Rob Fenn, Wakil Duta Besar, Kedutaan Besar Inggris Jakarta merasa senang adanya kerjasama dengan Desa Mata Redi dan Mata Woga yang akan mendatangkan listrik bersih, terjangkau, dan dapat diandalkan.

“Secara bersama-sama, kami menunjukkan bagaimana listrik off-grid dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terpencil, mendorong tumbuhnya perekonomian lokal dan regional, meningkatkan pendidikan dan kesehatan, serta menurunkan kemiskinan dan ketidakadilan,” ucapnya.

Ia menambahkan,  Proyek percontohan ini memvalidasi rencana Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan akses terhadap energi terbarukan di seluruh nusantara.

Sekilas tentang program Mentari

  • Didanai Pemerintah Inggris, MENTARI adalah program kerjasama Kedutaan Besar Inggris Jakarta dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Program empat tahun ini akan menghasilkan kebijakan serta memberikan kapasitas dan investasi yang dibutuhkan untuk mewujudkan transisi energi rendah karbon yang mendatangkan manfaat bagi perekonomian, masyarakat dan lingkungan.
  • MENTARI memanfaatkan keahlian lokal dan internasional untuk menjadi perantara investasi, memfasilitasi keuangan untuk proyek energi terbarukan yang menjanjikan, terutama di Indonesia bagian Timur untuk membantu peningkatan akses energi dalam perkembangan ekonomi.
  • MENTARI menyediakan keahlian untuk meningkatkan kebijakan dan peraturan yang dapat mendorong lebih banyak investasi energi terbarukan, termasuk memanfaatkan pengalaman Inggris dalam pengembangan rendah karbon, dan terciptanya lingkungan kebijakan yang mendorong pengembangan kapasitas pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai terbesar di dunia.
  • MENTARI sedang mengembangkan proyek solar PV di Sumba yang akan menjadi pelopor pendekatan baru terhadap pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat. Sejalan dengan komponen program Mentari yang lain, prinsip Gender dan Inklusi merupakan bagian terpenting; energi terbarukan dapat memberdayakan dan memberikan kesempatan ekonomi bagi perempuan dan kelompok-kelompok yang kurang beruntung.
  • Energi rendah karbon akan menyediakan akses energi yang terjangkau dan dapat diandalkan untuk semua orang. Harga energi terbarukan terus turun dan Indonesia dapat mengambil manfaat dari tren global ini. Indonesia kaya akan energi surya dan sumber energi terbarukan lainnya yang paling melimpah di dunia
KLIK INI:  Daerah Pendukung Konservasi akan Dapat Insentif Fiskal?