Hal Positif dari Covid-19, Polusi Udara Turun di Daerah Perkotaan

Publish by -44 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Hal Positif dari Covid-19, Polusi Udara Turun di Daerah Perkotaan
Hal Positif dari Covid-19, Polusi Udara Turun di Daerah Perkotaan/foto-Ist

Meski menakutkan, Covid-19 tetap membawa dambak baik bagi lingkungan, khususnya penurunan polusi udara

Klikhijau.com – Benar saja, selalu ada hal-hal baik di balik sebuah peristiwa. Semisal kedatangan virus corona atau covid-19, meski sangat mengkhawatirkan. Namun tetap membawa dambak baik bagi lingkungan, khususnya penurunan polusi udara.

Beberapa waktu lalu Klikhijau “Sisi Lain, Covid-19 Mengajak Kita Lebih Mencintai Bumi”. Dan sebuah bukti nyata bahwa bumi perlahan membaik dengan berkurangnya aktivitas manusia di luar rumah.

Di eropa, sebagaimana di laporkan Reuters, bahwa polusi udara telah menurun di daerah perkotaan di seluruh Eropa. Penurunan itu dipicu oleh aktivitas manusia yang membatasi diri beraksi di luar rumah.

Banyak warga negara mengunci diri dalam rumah karena “takut” terpapar virus corona. Kota-kota termasuk Brussels, Paris, Madrid, Milan dan Frankfurt menunjukkan penurunan tingkat rata-rata nitrogen dioksida berbahaya selama 5-25 Maret, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, menurut gambar satelit Sentinel-5.

KLIK INI:  Ketika Siti Nurbaya Bertemu Menteri Cilik KLHK

Penurunan itu bertepatan dengan pembatasan transportasi jalan di banyak negara Eropa yang membatasi transportasi jalan. Transportasi seperti mobil, motor dan pesawat menjadi sumber polusi, yakni nitrogen oksida terbesar.

Nitrogen dioksida ancaman bagi kesehatan

Nitrogen dioksida adalah senyawa kimia dengan rumus NO2. Satu dari beberapa oksida nitrogen, NO2 digunakan sebagai bahan sintesis untuk pembuatan asam nitrit, yang produksinya mencapai jutaan ton tiap tahunnya. Gas ini berwarna merah-kecoklatan dan merupakan gas beracun, baunya menyengat, dan merupakan salah satu polutan udara utama.

Badan Antariksa Eropa (ESA) dan dianalisis oleh Aliansi Kesehatan Masyarakat Eropa (EPHA) nirlaba belum lama ini mempublikasikan gambar-gambar yang menunjukkan perubahan kepadatan nitrogen dioksida.

Nitrogen dioksida membawa ancaman yang nyata bagi manusia, sebab dapat menyebabkan masalah pernapasan dan kanker, seperti peta panas.

Pembatasan keluar rumah, telah membawa kebaikan pada lingkungan, semisal di Madrid, tingkat nitrogen dioksida rata-rata turun 56% minggu-ke-minggu setelah pemerintah Spanyol melarang perjalanan yang tidak penting pada 14 Maret. Data tersebut dipublikasikan Badan Lingkungan Eropa (EEA) menunjukkan tren yang sama selama 16-22 Maret di seluruh Eropa.

Apa yang terjadi di negara Eropa juga terjadi di China, yang mencatat penurunan polusi nitrogen dioksida di kota-kota selama Februari, ketika pemerintah memberlakukan tindakan penguncian yang kejam untuk menahan epidemi yang mengamuk.

KLIK INI:  Mengurai Banjir Jakarta dan Kesimpulan yang Menyebabkannya

Perihal Covid-19, EPHA mengatakan orang yang tinggal di kota-kota berpolusi mungkin lebih berisiko, karena paparan udara buruk yang berkepanjangan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuatnya lebih sulit untuk melawan infeksi, meski hal tersebut masih harus dibuktikan secara ilmiah.

Polusi udara menyebabkan sekitar 400.000 kematian prematur setiap tahun di Eropa. Polusi udara dapat menyebabkan atau memperburuk kanker paru-paru, penyakit paru-paru dan stroke.

Bagaimana dengan Jakarta

Jakarta pernah disinyalir menjadi salah satu kota dengan kualitas udara yang buruk. Dan bagaimana sekarang, saat pemerinta menganjurkan mengurangi akses keluar. Saat Jakarta “sepi” dari lalu lalang kendaraan.

Dilihat dari aplikasi AirVisual polusi udara Jakarta semakin turun. Artinya udara Jakarta membaik setelah pemerintah menerapkan strategi kerja di rumah atau work from home (WFH) untuk mengurangi penularan corona. Kondisi udara Jakarta dapat dilihat di aplikasi .

Sedangkan menurut humas Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Yogi Ikhwan, ada perbaikan kualitas udara karena volume kendaraan bermotor berkurang juga selama hampir dua pekan strategi WFH diterapkan.

“Peringkat Jakarta di AirVisual cukup bagus,” ujar Yogi, Jumat, 27 Maret 2020 seperti yang dimuat wartaekonomi.

Data dari 5 Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) yang dimiliki Pemprov juga menunjukkan ada penurunan polutan PM2.5. Berkurangnya polusi karena aktivitas masyarakat menurun, ditambah hujan yang mengguyur menjadikan udara ibu kota lebih bersih selama dua pekan masa WFH.

Apa yang disampaikan Yogi dibenarkan oleh Kepala Dinas LH DKI, Andono Warih. Menurutnya ada perbaikan kualitas udara selama dua minggu WFH diterapkan. Namun, perbaikan kualitas udara itu disebabkan pula oleh hujan yang beberapa kali mengguyur selama WFH berlangsung.

“Hujan yang turun di Jabodetabek turut membantu tercucinya atmosfer dari polusi,” ujar Andono.

Apa yang terjadi di Jakarta, bisa terjadi pula di kota-kota lain di Indonesia, karena perintah kerja di rumah berlaku secara nasional.

Kedatangat teror virus corona memang membawa berita baik baik lingkungan, khususnya pencemaran udara. Namun, kita semua tentu berharap, cerita sedih ini segera berakhir dan kita  bisa belajar  lebih mencintai Bumi ini.

KLIK INI:  Dari Banjarmasin, Mapala Satukan Tekad Selamatkan Lingkungan
Editor: Idris Makkatutu
Sumber: Beberapa sumber

KLIK Pilihan!