Cerita dari Walhi NTT, Lomba Menulis Lingkungan Untuk Caleg yang Sepi Peserta

oleh -219 kali dilihat
Cerita dari Walhi NTT, Lomba Menulis Lingkungan Untuk Caleg yang Sepi Peserta

Klikhijau.com – Apa jadinya bila ada lomba menulis artikel yang pesertanya adalah calon legislatif (caleg)? Tentu menarik dan tak biasa. Menarik karena dengan lomba menulis, kita bisa menilai siapa caleg yang melek literasi siapa yang caleg asal. Andai lomba berlangsung ramai dan konpetitif tentu sesuatu yang luar biasa.

Bagaimana bila temanya adalah lingkungan hidup? Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nusa Tenggara Timur menggelar lomba penulisan artikel lingkungan untuk caleg, sebuah ide bernas tentunya.

Ide tersebut digelar di tengah massifnya kerusakan lingkungan di Indonesia. Anehnya isu lingkungan tidak menjadi bahasan serius dalam kampanye politik calon presiden maupun caleg.

Sejak lomba menulis dimulai, Walhi NTT kesepian pendaftar. Beberapa saat sebelum artikel ini dibuat, jumlah pendaftarnya baru tujuh orang. Jumlah yang sangat sedikit, mengingat total ada 9.964 caleg di seluruh NTT yang diharapkan turut menyumbang pikiran.

KLIK INI:  Mengapa Kita Harus Memilih Caleg Peduli Lingkungan?

Mungkin memang tidak banyak caleg bisa menulis, atau bisa jadi tema lingkungan sama sekali tidak menarik bagi mereka.

Rima Melani Bilaut, aktivis Walhi NTT kepada menjelaskan, lomba ini sebenarnya bermanfaat bagi para caleg sendiri. Melalui tulisan yang diserahkan, Walhi akan membantu para caleg melakukan kampanye. Di sisi yang lain, untuk bisa menulis, para caleg akan memiliki kesempatan mengeksplorasi persoalan lingkungan di sana.

“Lomba ini sebenarnya untuk memfasilitasi para caleg menyampaikan aspirasi mereka. Kedua, isu lingkungan hidup dan wilayah kelola rakyat itu sangat minim dalam pemilihan legislatif. Narasi kampanye para caleg lebih didominasi pencitraan sosial, pendekatan kekeluargaan bahkan slogan-slogan yang mereka berikan itu sepertinya abstrak, mengenai keberpihakan mereka pada masyarakat,” ujar Rima.

Menulis, kata Rima, juga penting karena jika terpilih, para caleg itu yang nantinya akan menjadi pembuat kebijakan. Kemampuan masing-masing dalam merumuskan masalah dan memberikan solusi dapat terlihat dalam karya tulis mereka. Karena itu, Walhi terus mendorong para caleg untuk peduli pada isu lingkungan, dan menjadikan tema ini sebagai bagian dari kampanye.

KLIK INI:  RSJ Soeharto, Rumah Persiapan bagi Caleg Sakit Jiwa

“Di NTT sendiri, persoalan lingkungan hidup itu serius karena menyangkut keselamatan dan kesejahteraan rakyat. Contohnya soal daya rusak tambang, rusaknya hutan, kawasan hulu, krisis sumber daya air, sampah, bencana alam dan lainnya,” tambah Rima.

Walhi NTT menduga, ada dua faktor saling terkait dalam minimnya perhatian terhadap isu lingkungan dalam kampanye. Faktor pertama adalah karena caleg menganggap isu ini kurang seksi, dan faktor kedua di sisi yang berbeda, pemilih tidak sadar betapa strategisnya lingkungan bagi mereka sendiri.

Nah, kisah menyedihkan ini barangkali akan tercatat sebagai lomba yang paling kesepian. Bayangkan, bila konten lombanya adalah desain alat peraga kampanye. Atau lomba paling massif sebaran balihonya. Ceritanya bisa lain bukan?

KLIK INI:  Harusnya Para Caleg Tahu, Ini Dampak Buruk Memaku Pohon