Ekspedisi Tanah Mallawa, Menyibak Relung Tarsius

Klikhijau.com - Sore yang temaram menyambut enam mahasiswa pengembara. Mereka tiba di Mallawa menjelang Magrib. Langsung menuju rumah kepala desa. Enam remaja ini tergabung dalam organisasi mahasis...

Ekspedisi Tanah Mallawa, Menyibak Relung Tarsius
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Sore yang temaram menyambut enam mahasiswa pengembara. Mereka tiba di Mallawa menjelang Magrib. Langsung menuju rumah kepala desa.

Enam remaja ini tergabung dalam organisasi mahasiswa: Rimbawan Pecinta Alam Institut Pertanian Bogor, Rimpala IPB. Selama dua pekan mereka melakukan ekspedisi penelitian tarsius di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Keenam mahasiswa pengelana itu: Muhammad Khalil Gibran, Muhammad Ridwan Ali, Salwa Ni'matul Maula,ย  Ranti Gazela Majid, Desi Amalia Putri, danย  Safira Arda Meyla.

Desa Samaenre, Mallawa, Maros, menjadi tujuan pertama. Selayaknya tamu, memohon izin ke tuan rumah. Apalagi di masa pagebluk saat ini. Urusan sedikit lebih runyam. Ada prosedur yang harus kita penuhi. Tentunya untuk kepentingan bersama.

Mallawa sedang melawan. Melawan penyebaran virus yang mematikan itu. Satu kecamatan ini melakukan penguncian lokal. Memperketat pengawasan gerbang masuk.

Beruntung pihak pemerintah desa memberi sedikit ruang. Itupun tak mudah. Perwakilan mahasiswa telah menjelaskan perihal ekspedisi mereka. Menerangkan tujuan mendatangi hutan di Mallawa. Termasuk prosedur kesehatan yang telah mereka lalui hingga tiba di Samaenre.

[irp]

Personil Resor Mallawa pun menjembatani keduanya. Termasuk sang kepala resor mengontak musyawarah pimpinan kecamatan, Muspika Malawa.

Kepala Desa Samaenre juga berpesan untuk berhati-hati beraktivitas di hutan. "Saat ini, Mallawa masih mengalami musim penghujan. Jangan terlalu jauh-jauh masuk hutannya,โ€ pesan Andi Majjalekka, Kepala Desa Samaenre.

Rumah Ismail, pendamping Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menjadi basecamp selama di Mallawa. Mereka akhirnya lega, tiba di rumah Ismail. Beristirahat sejenak setelah perjalanan panjang dari kampus tercinta hingga tiba di lokasi tujuan.

Udara sejuk Mallawa, menyambut. Udara yang hampir serupa asal mereka, Bogor.

Keesokan harinya, mereka langsung beraksi. Melakukan survey lokasi. Mengenal sekilas karakter hutan taman nasional yang berada di Samaenre.

Meski baru survey, mereka langsung mendapat kejutan. Menemukan satu sarang tarsius. Sarang yang berisi tiga ekor Tarsius fuscus. Satwa incaran mereka. Satwa yang menjadi sasaran penelitian anggota pecinta alam ini.

Mereka nampak begitu senang. Tak sabar ingin memulai petualangannya.

[irp]

Detak Ekspedisi Tarsius

[caption id="attachment_21800" align="alignnone" width="600"]ekspedisi mallawa Foto tim Ekspedisi Tanah Mallawa dengan latar rumah Ismail yang menjadi basecamp selama pengembaraan - Foto/Salwa Niโ€™matul Maula[/caption]

Minggu (4/7), Ekspedisi Tanah Mallawa mereka mulai. Persiapan telah matang. Alat perekam gambar, binokuler, tallysheet, perlengkapan lapangan, hingga kendaraan roda dua telah siap.

Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung turut mendukung ekspedisi mahasiwa Fakultas Kehutanan IPB ini. Salah satunya dengan membantu anggota ekspedisi dengan membekali motor trail.

Pihak taman nasional juga menerjunkan pendamping andalnya. Mendampingi tim ekspedisi selama mencari target penelitian di Resor Mallawa.

Pado, Ismail, dan Parman. Pado adalah petugas taman nasional yang berfokus menjaga tarsius di Sanctuary Tarsius fuscus di Resor Pattunuang. Ismail, tenaga pengaman hutan taman nasional. Parman sendiri adalah masyarakat mitra polisi kehutanan Resor Mallawa.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: