Selada Air, Sayuran Tertua yang Dikonsumsi Manusia dengan Setumpuk Manfaat

oleh -41 kali dilihat
Kenalkan Selada Air, Sayuran Tertua yang Dikonsumsi Manusia dengan Setumpuk Manfaat
Selada air-foto/Ist
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Selada air itu tumbuh tidak jauh dari Danau Kahayya. Tumbuh dialiran air yang jernih, yang keluar dari celah bebatuan. Tempat yang dianggap keramat oleh sebagian masyarakat.

Air yang mengalir itu kemudian tertampung di rahim Danau Kahayya yang masih alami.

Beberapa hari lalu, ketika menghadari pesta pernikahan keluarga di Desa Kahayya, yang kini masuk Desa Kawasan Wisata di Bulukumba. Ibu menyempatkan diri memanen selada air—warga sekitar menamainya gelang.

Selada air itu ditanam dan dipelihara oleh Puang Roncing sekeluarga. Rumah mereka adalah satu-satunya rumah yang berdiri di dekat danau.

KLIK INI:  Tumbuh Liar Jadi Gulma, Lamanti Tetap Diminati sebagai Sayuran

Meski mereka menanam dan memelihara selada air itu, bagi sesiapa yang ingin memanennya akan dipersilahkan. Tanpa meminta bayaran.

Tumbuhan sayur ini memang banyak terdapat di Desa Kahayya, itu karena ia menyukai bertumbuh di daerah beriklim dingin dengan air bersih yang mengalir pelan. Dan Desa Kahayya dikaruniai kedua hal tersebut.

Sekilas, tumbuhan sayuran dari ordo Brassicales ini tampak seperti rumput liar yang menutupi perairan. Namun, begitu diolah menjadi sayur, rasanya akan menari di lidah dengan sensasinya yang nikmat.

Selada air adalah tumbuhan menahun yang cepat tumbuh, cenderung bersifat invasi. Ia  bersifat akuatik atau semi-akuatik.

Menurut Wikipedia, tumbuhan dari kerajaan Plantae ini adalah salah satu dari sayuran daun tertua yang dikonsumsi manusia.

Tumbuhan air dengan daun berwarna hijau dan  berukuran kecil hingga sedang ini. Memiliki bentuk daun bulat hingga agak lonjong. daunnya menempel pada batang yang berongga.

Ketika dipanen, umumnya akan dipanen dengan batangnya. Pun demikian ketika diolah menjadi masakan, biasanya dimasak pula dengan batangnya, entah itu ditumis atau diolah biasa saja secara tradisional (hanya direbus).

KLIK INI:  Kukang, Si Mungil Manja dan 5 Fakta Unik Tentangnya

Selada air, sesungguhnya tidak hanya dimanfaatkan sebagai sayuran, tetapi juga bisa dimanfaatkan menjadi salad.

Manfaat selada air

Selada air adalah tanaman yang menyukai air yang tidak tercemar. Ia mengandung banyak manfaat kesehatan.

Ia memiliki keunikan tersendiri, sebab semakin dipanen, maka akan semakin rimbun pula daunnya.  Jenis tumbuhan sayur ini dikonsumsi  hanyalah daun dan batangnya.

Tumbuhan bernama ilmiah Nasturtium officinale R. Br ini merupakan tumbuhan yang tergolong dari famili Bras- sicaceae. Ia berasal dari dari Eropa dan Asia.

Sebagai tumbuhan sayuran, sebagaimana umumnya, selada air juga mengandung beragam manfaat. Itu karena  ia hadir sebagai sumber vitamin A dan C yang baik. Ia juga mengandung niasin, asam askorbat, tiamin, riboflavin, dan zat besi (Stephens 2012).

Dewi Rahmayani Rahman, dkk (2015) membeberkan jika tumbuhan ini merupakan salah satu sayuran yang mempunyai efek antikanker. Ia mengandung  mengandung senyawa isotiosinat, kaemferol glikosida dan l-triptofan yang berfungsi untuk menangkal radikal bebas, membantu memperbaiki kerusakan dan sinte- sis DNA.

Nurul Lailiyatul Fitriyah, (2016 yang mengutip pendapat Özen, (2009) mengatakan, tumbuhan dari kelas Magnoliopsida ini mempunyai khasiat untuk mengurangi resiko kanker payudara, pengobatan kanker paru-paru, dan kanker-kanker yang lain pada manusia, serta memperlancar fungsi pankreas dan pencernaan.

KLIK INI:  Pantas Sereh Jadi Bumbu Idola, Begini Manfaat Istimewanya!

Bahkan dalam masyarakat Turki, mereka menggunakannya ini untuk mengobati sakit perut ( Ozen 2009). Selain itu, selada air juga digunakan sebagai obat untuk diabetes, diuresis, bronkitis, sebagai anti-ulserogenik, mengobati kudis, tuberkulosis, influenza,  suplemen nutrisi, asma, melancarkan pencernaan, antimikroba, serta antikarsinogenik.

Tidak hanya itu, selada air juga tercatat sebagai tumbuhan  yang sangat kaya akan sulfur, yodium, dan nitrogen. Tumbuhan ini menjadi salah satu pilihan pula sebagai pencuci darah yang baik. Di samping itu, juga merupakan tonic terhadap penyembuhan gangguan ginjal dan liver.

Klasifikasi ilmiah

  • Kerajaan: Plantae
  • Filum: Magnoliophyta
  • Kelas: Magnoliopsida
  • Ordo: Brassicales
  • Famili: Brassicaceae
  • Genus:  Nasturtium R. Br.

Oya, sahabat hijau, tumbuhan ini tidak hanya bisa ditanam di air yang bersih dan mengalir pelan saja, tetapi juga bisa ditanam denga metode hidroponik.

KLIK INI:  Perbedaan Kepribadian Hewan Berkontribusi Terhadap Jasa Ekosistem