Zophobas Morio (Cacing Super), Pabrik Mini Daur Ulang Sampah Plastik

oleh -17 kali dilihat
Zophobas Morio (Cacing Super), Pabrik Mini Daur Ulang Sampah Plastik
Zophobas morio-foto/ist

Klikhijau.com – Zophobas morio masih terdengar asing. Namun, setelah sepak terjangnya terungkap, dipastikan akan jadi perbincangan hangat.

Belum lama ini para peneliti Australia  menemukan bahwa zophobas morio adalah larva kumbang yang bisa mencerna plastik. Caranya dengan menggunakan enzim pada usus.

Zophobas morio sendiri adalah julukan bagi cacing super. Cacing jenis ini mampu bertahan hidup dengan memakan polystyrene.

Para peneliti mengatakan, suatu spesies larva serangga yang gemar menyantap plastik dapat membantu merevolusi daur ulang plastik.

KLIK INI:  Sampah dan Mahasiswa

Sebenarnya sebelum temuan adanya cacing yang bisa jadi solusi sampah plastik, telah ditemukan adanya jamur yang juga bisa memakan plastik.

Adalah Samantha Jenkins yang menemukan hal ajaib tersebut. Saat itu ia tengah mengkaji sejumlah jenis jamur pada sebuah proyek penelitiannya di perusahaan tempatnya bekerja.

ketika Jenkins melihat ada jamur yang berusaha membebaskan diri. Ia mulai berpikir jika jamur bisa jadi solusi untuk mengatasi masalah plastik

Bayangkan memiliki sebotol penuh biji, seperti potongan jamur yang muncul dari atas,” ujarnya.

Jenkins merupakan kepala insiyur biotek untuk perusahaan bio-manufaktur, Biohm. Setelah temuan itu, saat ini Biohm sedang mengembangkan galur jamur. Itu dianggap bisa lebih efisien sebagai pengurai.

KLIK INI:  Penggunaan Masker Sekali Pakai Lahirkan Bukitan Sampah Plastik
Berpotensi jadi solusi sampah plastik

Pengembangan jamur tersebut bisa berpotensi dalam membantu mengurai sampah plastik yang semakin meresahkan. Jamur tersebut telah memakan plastik spons yang membungkusnya. Kemudian menghancurkan dan mengasimilasinya seperti makanan lainnya.

Dilansir dari BBC, sampah plastik akan menginvasi  daratan dan lautan pada tahun 2040 mendatang. Diperkirakan sebanyak 1,3 miliar ton bakal mencemari daratan dan lautan dunia.

Kajian tersebut  disusun Dr Costas Velis dari Universitas Leeds. Meski terkesan mengerikan, namun menurutnya adal solusinya, yakni  teknologi dan peluang dapat meredam gelombang plastik.

Selain jamur, hal yang bisa meredam kekhawatiran Velis adalah zophobas morio alias cacing super. Cacing tersebut bisa membawa kemajuan di bidang daur ulang.

” Zophobas morio ibaratnya seperti pabrik daur ulang mini. Mereka merobek polistiren dengan mulut mereka dan menyebarkannya ke bakteri di usus,” kata Dr Chris Rinke.

Untuk penelitian mereka, tim Universitas Queensland (UQ) memberi makan tiga kelompok cacing super selama periode tiga minggu.

KLIK INI:  Peneliti Menemukan Cairan Perut Sapi Bisa Hancurkan Sampah Plastik
Bisa digunakan dalam wadah makanan

Tim peneliti mendapati beberapa enzim di dalam usus zophobas morio berkemampuan mencerna styrene dan polystyrene. Keduanya biasa digunakan dalam produk seperti wadah makanan dan suku cadang mobil.

Namun, penelitian ini tidak mengarah pada pendirian peternakan cacing skala besar untuk mendaur ulang plastik.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Microbial Genomics menunjukkan jika hal ini bisa dilakukan, plastik akan terurai secara mekanis sehingga bisa didaur ulang menggunakan enzim.

“Produk sampingan dari reaksi ini dapat digunakan oleh mikroorganisme lain untuk membuat bahan bernilai tinggi, seperti bioplastik,” kata Dr Link.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa jenis larva kumbang tertentu dapat mengkonsumsi polistirena. Namun, menurut peneliti Universitas Nasional Australia (ANU) Colin Jackson, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, penelitian ini melangkah lebih jauh.

“Penelitian ini sangat membantu untuk memahami bagaimana bakteri usus (cacing super) melakukan ini pada tingkat molekuler,” kata Profesor Jackson seperti dikutip dari BBC.

KLIK INI:  Perihal Manfaat dan Hubungan Hutan bagi Panca Indra Manusia

“Penting untuk menerjemahkan dan menggunakan metode daur ulang ini,” tambahnya.

Di tingkat internasional, peneliti lain telah berhasil menggunakan bakteri dan jamur untuk mengurai plastik.

“Meningkatkannya ke skala produksi yang besar dan menerjemahkan riset seperti ini selalu menjadi tantangan tersendiri. Tantangan itu diperbesar oleh betapa luar biasanya masalah plastik dan dalam konteks ekonomi terkait seberapa murah memproduksi plastik jenis baru,” kata Profesor Jackson.

Dengan adanya dua pengurai plastik tersebut (jamur dan cacing super) bisa jadi solusi dalam mengatasi masalah sampah plastik yang semakin hari semakin meresahkan.

KLIK INI:  Studi Baru, Sungai di Dunia Menjadi Penghubung Sampah Plastik ke Lautan