Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Mulai Diundang-Undangkan

Publish by -31 kali dilihat
Penulis: Idris Makkatutu
Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Mulai Diundang-Undangkan
Ilustrasi sampah plastik/foto-ingkunganitats.wordpress.com

80% dari sampah yang berakhir di laut yang membahayakan kehidupan laut adalah plastik.

Klikhijau.com – Larangan penggunaan Plastik Sekali Pakai (PSP) telah berlaku di Jakarta sejak 1 Juli 2020. Aturan itu membawa harapan segar untuk mengurai persoalan sampah plastik. Meski  aturan itu hanya melarang penggunaan kantong plastik saja.

Padahal sampah plastik bukan hanya berasal dari kantong plastik saja, tapi banyak jenis PSP lainnya yang punya potensi besar mencemari lingkungan dan laut.

Sampah plastik selama ini menjadi masalah yang pelik—nyaris tak ada solusinya. Daur ulang hanyalah menunda untuk sementara sebelum kembali menjadi sampah.

Jika di Jakarta telah berlaku pelarangan penggunaan kantong PSP, maka di Yunani baru saja selesai menyusun undang-undang  yang melarang penggunaan berbagai PSP. Aturannya akan berlaku mulai 2021 mendatang.

KLIK INI:  Qanun Perlindungan Satwa Liar, Cara Aceh Selamatkan Satwa dari Kematian

Larangan itu berlaku tidak hanya untuk penggunaan kantong plastik sekali palai saja, tapi hampir keseluruhan PSP, mulai dari cangkir kopi takeaway hingga cotton buds. Hal yang agak berat dari penerapan undang-undang tersebut di Yunani adalah pelarangan cangkir kopi.

Menurut data kementerian lingkungan hidup Yunani, sebagaimana dilansir dari Reuters, orang   Yunani adalah peminum kopi berat.

Bayangkan saja,  setiap tahun Yunani membutuhkan 350 juta gelas plastik dan 2 miliar botol plastik.

Gelas-gelas itu menjadi ancaman bagi lingkungan dan laut. Untuk di Uni Eropa, sekitar 80% dari sampah yang berakhir di laut, membahayakan kehidupan laut, adalah plastik.

Kostis Hatzidakis, menteri lingkungan hidup Yunani mengatakan pelarangan penggunaan PSP tidak bisa serta merta diterapkan.

“Rencananya memberi waktu setiap orang dan pelaku bisnis untuk beradaptasi hingga Juli 2021,” ungkapnya.

Selain itu, Hatzidakis mengungkapkan bahwa ada serangkaian langkah-langkah nasional yang diambil demi mengurangi plastik.

Langkah itu di antaranya memberi biaya tambahan 0,04 euro untuk penyediaan gelas plastik dan wadah makanan dari tahun 2022. Akan ada  fasilitas air di ruang publik mulai Juli 2021.

KLIK INI:  Lawan Covid-19, Amerika Cabut Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Dan  mulai tahun 2023, konsumen akan mendapatkan pengembalian uang jika mereka mengembalikan botol plastik.

Perdana Menteri Konservatif Yunani, Kyriakos Mitsotakis telah mengatur masalah lingkungan di bagian atas agendanya. Pemerintah berharap RUU itu akan dipilih pada akhir Juli setelah periode konsultasi publik.

 Jerman lakukan langkah serupa

Tak hanya Yunani, Jerman juga melakukan langkah tegas dalam penggunaan PSP. Kabinet Jerman telah mencapai kesepakatan soal larangan terhadap produk PSP.

Larangan ini seperti juga di Yunani, baru berlaku pada bulan Juli 2021 mendatang. Larangan ini sejalan dengan pedoman dari UE untuk kurangi limbah.

Produk yang akan dilarang di Jerman di antaranya sedotan sekali pakai, juga tempat makan dan minum dari plastik.

Svenja Schulze, Departemen Lingkungan Hidup Jerman mengatakan, keputusan itu termasuk upaya meninggalkan “kebudayaan senang membuang”.

KLIK INI:  Pengelolaan Limbah Medis Diperketat Selama Masa Pandemik Covid-19

“Banyak produk PSP tak berguna dan berasal dari sumber yang bersifat tidak berkelanjutan,” katanya seperti dikutip dari DW

Pada tahun 2017 menurut data Umweltbundesamt (UBA) atau Badan Lingkungan Hidup Jerman, negara tersebut mencetak rekor dalam hal limbah bahan pengepakan, yakni mencapai 18,7 juta ton.

Aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah DKI Jakarta, Yunani, dan Jerman patut diacungi jempol. Sebab itu merupakan upaya untuk merawat bumi dan membebaskannya dari jeratan plastik sekali pakai.

Khusus di Indonesia, kiranya perlu mengadopsi aturan yang akan diterapkan oleh Yunani dan Jerman untuk menekan larangan penggunaan plastik sekali pakai, tidak hanya berhenti pada kantong plastik sekali pakai saja, tapi semua jenis PSP dan harusnya berlaku untuk semua daerah.

Iya, harusnya begitu….

KLIK INI:  Operasi 30 Hari di Laut Tahun Ini Libatkan 58 Negara

Editor: Idris Makkatutu
Sumber: Beberapa sumber

KLIK Pilihan!