Studi: Upaya Konservasi Berhasil Perlambat Hilangnya Keanekaragaman Hayati

Klikhijau.com – Upaya konservasi tidaklah sia-sia. Konservasi atau pelestarian merupakan suatu tindakan pemeliharaan dan pelindungan secara teratur. Tujuannya adalah untuk mencegah sesuatu dari kerusa...

Studi: Upaya Konservasi Berhasil Perlambat Hilangnya Keanekaragaman Hayati
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Upaya konservasi tidaklah sia-sia. Konservasi atau pelestarian merupakan suatu tindakan pemeliharaan dan pelindungan secara teratur. Tujuannya adalah untuk mencegah sesuatu dari kerusakan atau perubahan.

Untuk satwa liar, upaya melestarikannya ditemukan telah membuahkan hasil yang terukur. Hal itu diungkapkan sebuah studi internasional yang diterbitkan dalam jurnal Science.

Studi tersebut merupakan yang pertama  menganalisis ratusan tindakan konservasi di seluruh. Hasilnya secara keseluruhan, ditemukan bahwa sekitar dua pertiga dari tindakan konservasi yang diteliti setidaknya memperlambat penurunan keanekaragaman hayati atau meningkatkan keanekaragaman hayati.

Hasil tersebut didapatkan setelah para peneliti menganalisis 186 penelitian, termasuk 665 percobaan, dan mengukur perubahan terhadap keanekaragaman hayati.

Dilansir dari Ecowatch, Penny Langhammer, salah satu penulis studi yang juga wakil presiden eksekutif dari Re:wild mengatakan,  jika kita membaca berita utama tentang kepunahan akhir-akhir ini, akan mudah untuk mendapatkan kesan bahwa kita telah gagal dalam menjaga keanekaragaman hayati. Namun hal tersebut tidak mencerminkan gambaran keseluruhannya.

“Studi ini memberikan bukti terkuat hingga saat ini bahwa konservasi tidak hanya memperbaiki kondisi keanekaragaman hayati dan memperlambat penurunannya, namun jika berhasil maka hal ini akan benar-benar berhasil,” katanya.

Konservasi harus diprioritaskan

Penelitian tersebut juga mengungkapkan, beberapa tindakan mempunyai dampak yang sangat besar terhadap keanekaragaman hayati. Beberapa upaya yang paling efektif mencakup pengendalian spesies invasif, mengurangi hilangnya habitat, memulihkan habitat satwa liar, menetapkan kawasan lindung, dan mengelola ekosistem secara berkelanjutan.

“Apa yang kami tunjukkan melalui makalah ini adalah bahwa konservasi sebenarnya berupaya menghentikan dan membalikkan hilangnya keanekaragaman hayati,” kata Landhammer dalam siaran persnya dikutip dari Ecowatch.

“Jelas bahwa konservasi harus diprioritaskan dan mendapat tambahan sumber daya serta dukungan politik yang signifikan secara global, sekaligus mengatasi penyebab sistemik hilangnya keanekaragaman hayati, seperti konsumsi dan produksi yang tidak berkelanjutan,” lanjutnya.

Studi ini menyoroti berbagai upaya yang menghasilkan manfaat bagi keanekaragaman hayati. Misalnya, penulis mencatat bahwa pengelolaan spesies invasif serta “spesies asli bermasalah” di Cayo Costa dan North Captiva, dua pulau di Florida, menghasilkan tingkat keberhasilan bersarang yang lebih baik bagi penyu tempayan dan burung laut.

Penulis penelitian menyoroti inisiatif konservasi yang menetapkan Rencana Pengelolaan Hutan di Lembah Kongo, yang menghasilkan laju deforestasi sebesar 74% lebih rendah.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2