Perihal Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif, Kelemahan, dan Kelebihannya

oleh -42 kali dilihat
Kenali 9 Jenis Tanaman yang Kulit Batangnya Berkhasiat Obat
Kulit batang Pule - Foto/YouTube

Klikhijau.com – Beragam cara bisa dilakukan untuk memperbanyak  tanaman. Salah satunya dengan cara vegetatif untuk menghasilkan bibit yang unggul.

Memiliki bibit yang unggul dan berkualitas, akan menjadi keuntungan tersendiri. Sebab hasilnya panen akan lebih banyak.

Perbanyakan tanaman dengan cara vegetatif jauh berbeda dengan persemaian. Selama ini, hanya dikenal 3  cara teknik vegetatif, yakni teknik seperti tunas, stek, dan cangkok.

Namun, rupanya ada teknik lain yang terasa masih asing. Namun, untuk lebih jelasnya berikut urain singkatnya beserta kelemahan dan kelebihannya masing-masing.

KLIK INI:  Habitat Rusak, Kepunahan Tanaman Menjadi 350 Kali Lebih Cepat
  • Teknik grafting atau sambung

Cara melakukan teknik ini adalah menggabungkan antara batang induk dan batang atas. Tanaman yang digunakan adalah dua tanaman sejenis.

Hal ini dilakukan  agar tercapai persenyawaan, di mana kombinasi ini akan terus tumbuh dan membentuk tanaman baru.  Tujuan teknik ini untuk menggabungkan dua sifat unggul dari dua individu berbeda.

Kelemahannya,  jika pohon sudah besar akan gampang patah dan tingkat keberhasilannya cukup rendah.

Sedangkan kelebihannya, dapat mengekalkan sifat klon yang tidak dilakukan oleh pembiakan vegetatif lainnya,  tanaman bisa kuat  karena batang bawahnya tahan karena akarnya telah menyatu dengan tanah, memperbaiki jenis tanaman yang telah tumbuh, mempercepat tanaman berbuah.

  • Teknik tunas

Teknik ini merupakan teknik yang dilakukan secara alami secara alami pada tanaman tertentu untuk berkembang biak melalui tunas atau anakan.

Kelemahan dari perbanyakan dengan cara ini karena  tidak bisa dikendalikan oleh manusia sepenuhnya.

Kelebihannya karena tunas  yang akan diambil tumbuh dengan sendirinya dan setelah tumbuh bisa dipindahkan ke tempat lain.

KLIK INI:  Ketika Diguyur Hujan, Tanaman akan 'Panik', Benarkah?
  • Dengan teknik cangkok

Teknik cangkok juga banyak dipraktikkan, ini merupaka cara perbanyakan tanaman melalui akar, yakni dengan menumbuhkan akar sebelum batang di potong dan di tanam.

Cara ini ditempuh untuk menghasilkan tanaman yang sama dengan induknya dan meminimalisasi tingkat kegagalan dalam upaya perbanyakan.

Kelemahan teknik ini adalah harus dilakukan dalam skala kecil, sulit hidup  di area yang air tanahnya rendah, perakarannya pendek, dan tidak mempunyai akar tunggang.

Sementara kelebihannya, sifat tanaman baru persis sifat induknya, dapat menghasilkan buah  dalam waktu singkat, dan waktu perbanyakannya pun singkat, sekitar 1 hingga 3 bulan.

  • Melalui teknik stek

Teknik ini paling umum dilakukan. Caranya  dengan menumbuhkan atau menanam bagian tanaman yang diinginkan.

Biasanya bagian yang diperbanyakan adalah batang, daun, dan akar. Teknik ini menjadi pilihan karena bahan yang dibutuhkan sedikit, namun bisa menghasilkan bibit yang banyak.

Alasan lain memilih teknik ini karena lebih mudah sehingga bisa dilakukan oleh siapa saja, pun perawatannya tidak rumit.

Meski begitu, cara ini tetap memiliki kelemahan, yakni jauh lebih rumit jika dibandingkan perbanyakan melalui biji,  harus memiliki pohon induk, harganya lebih mahal, dan  memiliki perakaran yang lebih lemah.

Namun, jangan berkecil hati, sebab cara ini juga memiliki kelebihan, yakni  tak terkendala masalah  musim  atau waktu, umurnya sama dengan induknya, cepat berbuah, anakan memiliki sifat perses dengan induknya, dan bisa  diperbanyak secara kontinyu.

KLIK INI:  Cerita dari Kampung, Tanaman Hias Keladi Tumbuh Bebas, Ambilnya Gratis Semaunya!
  • Teknik okulasi

Perbanyakan melalui teknik ini adalah menggabungkan dua tanaman yang sejenis.  Okulasi terdiri dari dua jenis, yakni menyambung dan menempel.

Teknik okulasi menyambung, yaitu menyambung dua batang pohon. Sementara teknik okulasi menempel, caranya dengan menempelkan tunas pada batang induk.

Kelebihannya, Anda  tanaman memiliki produktifitas tinggi,  pertumbuhan seragam, dan penyiapan benih  lebih singkat

Sedangkan kelemahan, terkadang  ada yang kurang normal dalam pertumbuhannya, itu terjadi karena tidak ada keserasian antara batang induk dengan entres atau batang atas. (

  • Melalui teknik kultur jaringan

Caranya memperbanyak tanaman dengan teknik ini adalah memperbanyak jaringan mikro tanaman yang ditumbuhkan dengan cara in vitro.

Cara ini dapat menjadikan tanaman yang lebih sempurna dengan  tidak terbatas. Teknik ini memiliki dasar sifat totipotensi sel, yaitu kemampuan untuk membelah diri dengan kondisi lingkungan yang sesuai.

Kelemahannya, memerlukan biaya besar karena dilakukan di  laboratorium dan menggunakan bahan kimia,  memerlukan keahlian khusus, dan memerlukan aklimatisasi ke lingkungan eksternal.

Kelebihannya, pengadaan bibit tidak mengenal musim, bibit dapat diproduksi dalam jumlah besar dengan waktu cepat,  memiliki bersifat seragam, bibit  bebas penyakit asalkan asalnya  bebas pula dari penyakit, pengangkutan mudah dan  murah, dan proses pembibitan bebas  gangguan hama dan penyakit lainnya.

KLIK INI:  Cara Membuat Pestisida Alami, Penangkal Hama yang Ramah Lingkungan