Jalan Kaki, Obat Paling Murah Mencegah Berbagai Penyakit

oleh -96 kali dilihat
22 Januari, Hari Pejalan Kaki Nasional, Sejarah dan Link Twibbon
Ilustrasi - Foto: Pixabay

Klikhijau.com – Jalan kaki adalah aktivitas yang paling mudah dan sering dilakukan. Aktivitas ini bisa dilakukan di mana saja, bahkan di dalam rumah.

Namun, untuk jarak yang jauh, khususnya di Indonesia. Aktivitas jalan kaki menjadi semakin berkurang. Ini dibuktikan dengan hasil riset yang menempatkan Indonesia sebagai  negara yang paling malas berjalan kaki.

Riset tersebut dilakukan oleh peneliti di Stanford University. Peneliti mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi negara  nomor wahid yang paling malas berjalan kaki di seluruh dunia, yakni  orang Indonesia rata-rata hanya berjalan kaki 3.513 langkah per hari.

Padahal berjalan kaki memiliki beragam manfaat, salah satunya dapat mencegah penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan stroke.

KLIK INI:  Ragam Manfaat Konsumsi Kopi Hitam tanpa Gula

Penyakit ini telah jadi penyebab utama kematian secara global, dan bertanggung jawab atas hampir 18 juta kematian pada tahun 2019.

Sementara  kanker menyebabkan 9,6 juta kematian pada tahun 2017. Penyebab penyakit tersebut diduga kuat karena  aktivitas fisik dengan intensitas sedang, seperti, berjalan, jalan cepat, hiking, menari, bersepeda, atau bermain tenis minim. Padahal secara signifikan aktivitas fisik mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan kanker.

Manfaat jalan kaki

Dilansir dari djkn.kemenkeu bejalan kaki  secara rutin tiap hari, akan memberikan banyak manfaat di antaranya, mencegah penyakit jantung, menenangkan pikiran, perubahan positif pada otak, memperbaiki penglihatan, dan menambah volume paru-paru.

Manfaat lain dari berjalan kaki adalah  menambah kekuatan otot, memberi efek positif bagi pancreas, mencegah diabetes, menekan risiko serangan jantung, berat badan stabil, menghilangkan sakit punggung, dan memperkuat sendi dan tulang

Sementara itu, dilansir dari Earth bahwa aktivitas fisik, misalnya jalan awalnya direkomendasikan oleh Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), bahwa orang dewasa perlu melakukan aktivitas  setidaknya 150 menit seminggu.

KLIK INI:  Mandi Pagilah! Rasakan, Ini Manfaatnya yang Mengejutkan

Namun,  sebuah studi tinjauan baru-baru ini  dilakukan oleh University of Cambridge menemukan bahwa aktivitas fisik,  75 menit seminggu atau 11 menit saja sehari. Akan cukup untuk secara signifikan menurunkan risiko penyakit tersebut, dan dapat membantu mencegah satu dari sepuluh kematian dini.

Studi yang dipublikasikan di British Journal of Sports Medicine itu juga  mengklarifikasi jumlah aktivitas fisik yang diperlukan untuk mengurangi risiko berbagai penyakit kronis dan kematian dini.

Para ahli melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis dari 196 artikel peer-review, yang mencakup lebih dari 30 juta peserta dari 94 kelompok studi besar. .

Analisis mengungkapkan bahwa mengumpulkan 75 menit aktivitas intensitas sedang per minggu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular sebesar 17 persen, kanker sebesar tujuh persen, dan kematian dini sebesar 23 persen. Untuk beberapa jenis kanker – termasuk kanker kepala dan leher, leukemia myeloid, myeloma, dan kardia lambung – penurunan risikonya bahkan lebih besar (14-26 persen).

KLIK INI:  Bahaya Kanker Prostat Mengintai, Waspada 3 Makanan Enak Ini!

Penulis senior studi Soren Brage, pakar manfaat aktivitas fisik di Cambridge mengungkapkan  bahwa  ada seseorang yang menganggap ide aktivitas fisik intensitas sedang selama 150 menit seminggu agak menakutkan, maka temuan terbaru seharusnya menjadi kabar baik.

“Melakukan beberapa aktivitas fisik lebih baik daripada tidak sama sekali. Ini juga merupakan posisi awal yang baik. jika Anda menemukan bahwa 75 menit seminggu dapat dikelola, maka Anda dapat mencoba meningkatkannya secara bertahap ke jumlah yang disarankan sepenuhnya,” katanya dkutip dari Earth

Sementara itu, penulis utama Leandro Garcia mengatakan aktivitas sedang tidak harus melibatkan apa yang biasanya kita pikirkan tentang olahraga, seperti olahraga atau lari.

Terkadang, hanya mengganti beberapa kebiasaan yang dibutuhkan. Misalnya, cobalah untuk berjalan kaki atau bersepeda ke tempat kerja atau tempat belajar daripada menggunakan mobil, atau aktif bermain dengan anak atau cucu Anda.

“Melakukan aktivitas yang Anda sukai dan mudah untuk dimasukkan ke dalam rutinitas mingguan Anda adalah cara terbaik untuk menjadi lebih aktif,” simpul, dosen Ilmu Kompleksitas Kesehatan Masyarakat di Queen’s University Belfast  tersebut.

KLIK INI:  Sering Alergi? Begini Anjuran Cara Mengatasi dan Mencegahnya!