Dialog dan Peluncuran Buku Panduan Bank Sampah Warnai Pembukaan HPSN 2024

oleh -78 kali dilihat
Logo HPSN 2024
Logo HPSN 2024-foto/ist

Klikhijau.com – Pembukaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024 diwarnai dua kegiatan, yakni Dialog Kelola Sampah Menjadi Sumber Daya Produktif Menuju Zero Waste Zero Emission dan Peluncuran Buku Panduan Bank Sampah.

Kedua kegiatan tersebut digelar Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rabu 21 Februari 2024.

Kegiatan tersebut bertempat di  bertempat di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. HPSN tahun 2024 ini mengangkat tema “Atasi Sampah Plastik dengan Cara Produktif”.

Direktur Jenderal PSLB3, Rosa Vivien Ratnawati, menyampaikan bahwa peringatan HPSN 2024 menjadi momentum penting dalam sejarah pengelolaan sampah di Indonesia, yaitu momentum untuk membangkitkan memori kolektif kita agar secara terus-menerus berupaya keras membangun pengelolaan sampah yang lebih baik dengan cara-cara produktif.

KLIK INI:  Sedekah, Solusi Bijak bagi Pendanaan Pemulihan Lingkungan

“Urusan sampah harus menjadi bagian dari solusi terhadap triple planetary crisis yang dihadapi masyarakat global saat ini, yaitu climate change, biodiversity loss, dan pollution. Penguatan posisi sektor pengelolaan sampah harus mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang memaduserasikan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ujarnya.

Zero waste zero emission 2050

Sebagai langkah nyata melawan triple crisis tersebut, khususnya perubahan iklim dan polusi, Pemerintah Indonesia melalui kepemimpinan KLHK tengah mengembangkan kebijakan dan program mitigasi perubahan iklim dari sektor sampah dan limbah melalui komitmen Zero Waste Zero Emission 2050.

“KLHK juga tengah memimpin negosiasi di tingkat global dalam upaya menyusun kesepakatan internasional yang mengikat untuk mengakhiri polusi plastik atau intergovernmental negotiating committee (INC) to develop on international legally binding instrument (ILBI) on plastic pollution, including in the marine environment,” jelas Vivien.

KLIK INI:  Pemilu Memang Telah Usai, Tapi Kekhawatiran Walhi Baru Dimulai

Sementara itu pada Dialog Kelola Sampah Menjadi Sumber Daya Produktif Menuju Zero Waste Zero Emission, dipaparkan oleh para narasumber mengenai pilihan praktis menjadikan urusan sampah sebagai sektor pendukung pertumbuhan ekonomi skala kecil, menengah, dan skala besar sekaligus membahas gerakan penyadartahuan dan partisipasi masyarakat dalam usaha-usaha produktif mengatasi masalah, seperti membudayakan untuk memilah dan mengolah sampah disumbernya.

Dialog ini menghadirkan lima narasumber yang berasal dari wakil Pemerintah Daerah, Produsen, Pegiat Bank Sampah, praktisi edukasi publik sekaligus praktisi TPS3R dan pelaku usaha Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Ada peluncuran buku

Pada sesi kedua rangkaian kegiatan HPSN 2024 dilakukan Peluncuran Buku Panduan Bank Sampah yang terdiri dari dua buah buku, yakni Buku Saku Panduan Membentuk Bank Sampah Unit dan Buku Membangun Ekonomi Sirkular melalui Bank Sampah.

KLIK INI:  3 Inovasi di TPA Talangagung yang Membuatnya Istimewa dan Mencengangkan

Penyusunan buku ini merupakan hasil kerja sama Ditjen PSLB3 KLHK dengan The Danish Environmental Protection Agency (The DEPA), dan Kedutaan Besar Denmark dalam program Strategic Sector Cooperation (SSC).

Penulis buku tersebut adalah Fei Febriyanti, CEO Bank Sampah Bersinar. Buku panduan ini diharapkan menjadi acuan bagi masyarakat, pemerintah, pemerintah daerah dan dunia usaha dalam membangun dan mengelola Bank Sampah.

Selanjutnya, Direktur Pengurangan Sampah Vinda Damayanti menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat sipil, dan masyarakat menjadi kunci dalam upaya mengatasi permasalahan sampah saat ini.

KLIK INI:  Indonesia dan Denmark Perkuat Kerjasama dalam Pengelolaan Sampah

Socio-enterpreneur disebutnya memegang peranan penting, sehingga perlu dibangun sinergi dan kolaborasi untuk menciptakan kesadaran dan kepedulian yang efektif, mengembangkan inovasi teknologi dalam daur ulang plastik, dan menciptakan kebijakan yang mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Keterlibatan aktif perusahaan dalam memproduksi dan menggunakan bahan ramah lingkungan, serta dukungan dari komunitas lokal untuk program-program daur ulang dan pengelolaan sampah, akan mempercepat langkah-langkah menuju pengurangan sampah plastik melalui penerapan ekonomi sirkular dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan di Indonesia,” jelasnya. (*)