Di Balik Tawaran Kemudahan, Air Kemasan Membawa Ancaman Kesehatan?

Klikhijau.com – Menggunakan air minum dalam kemasan (AMDK) memang mudah. Tidak perlu repot memasaknya jika sedang sibuk. Bisa langsung saja dikonsumsi. Entah itu air kemasan gelas, botol maupun galon....

Di Balik Tawaran Kemudahan, Air Kemasan Membawa Ancaman Kesehatan?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Menggunakan air minum dalam kemasan (AMDK) memang mudah. Tidak perlu repot memasaknya jika sedang sibuk. Bisa langsung saja dikonsumsi. Entah itu air kemasan gelas, botol maupun galon.

Saat ini, banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan air kemasan. Karena itu tadi, lebih mudah.

Namun, di balik tawaran kemudahan itu. Air kemasan rupanya membawa ancaman serius. Para peneliti dari Columbia Climate School dan Rutgers menemukan kandungan berupa pecahan plastik.

Studi yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences tersebut mengungkapkan, rata-rata 1 liter air kemasan mengandung hampir seperempat juta keping mikroplastik dan nanoplastik.

Peneliti telah mengamati lima sampel masing-masing dari tiga merek air kemasan yang umum. Mereka   menemukan tingkat partikel berkisar antara 110.000 hingga 400.000 per liter atau rata-rata sekitar 240.000 mikroplastik dan nanoplastik.

Tim peneliti tersebut menggunakan teknologi baru untuk mengidentifikasi dan menghitung nanoplastik dalam air kemasan.

Mikroplastik adalah pecahan plastkn berukuran mini. Hanya sekitar kurang dari lima milimeter, sedangkan nanoplastik ukurannya jauh lebih kecil. Ukurannya kurang dari satu mikron – seperseribu milimeter. Nanoplastik adalah turunan dari mikroplastik.

Kedua pecahan plastik ini ringat dan sangat sangat  sehingga mudah “berkeliaran” ke mana-mana. Keduanya bisa masuk ke dalam tanah, udara, dan air, serta mudah tertelan oleh manusia dan spesies lainnya.


Partikelnya yang sangat kecil dapat langsung masuk ke aliran darah dari paru-paru dan usus serta ke organ seperti jantung dan otak. Keduanya juga dapat menembus sel-sel individual. Meski begitu, dampaknya terhadap sistem biologis belum diketahui.

Secara khusus, nanoplastik diyakini lebih beracun karena ukurannya yang lebih kecil membuatnya lebih mudah, dibandingkan dengan mikroplastik, untuk masuk ke dalam tubuh manusia.

“Sebagian besar plastik tampaknya berasal dari botol itu sendiri dan filter membran reverse osmosis yang digunakan untuk mencegah kontaminan lainnya,” kata penulis utama studi Naixin Qian, seorang ahli kimia fisik Columbia.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2