Kisah Pertama Menegur Pengguna Jalan yang Buang Sampah di Jalan Raya

Klikhijau.com - Motor melaju pelan. Di depan ada mobil berwarna hitam.  Ada tulisan kece di kaca bagian belakang, Mabolong. Narasi-narasi yang menghiasi mobil, acap jadi hiburan tersendiri bagi pen...

Kisah Pertama Menegur Pengguna Jalan yang Buang Sampah di Jalan Raya
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Motor melaju pelan. Di depan ada mobil berwarna hitam.  Ada tulisan kece di kaca bagian belakang, Mabolong.

Narasi-narasi yang menghiasi mobil, acap jadi hiburan tersendiri bagi pengguna jalan atau pengendara lain. Demikian pula dengan tulisan di depan saya pada Selasa sore, 26 Juli 2022 saat menuju Kecamatan Mallawa, Maros dari arah Makassar.

Saat pikiran sedang ruwet dan kantuk memijit-mijit mata, tak terlalu jauh dari Kantor Kecamatan Mallawa, selepas "Cijantung" pada kelokan jalan. Saya mengekor di belakang mobil itu. Membaca tulisan Mabolong berulang kali. Mengagumi jenis font yang digunakannya.

Kekaguman saya terinterupsi, sebab salah satu penumpangnya tetiba saja membuang sampah.  Sampah yang dibuangnya memang berukuran kecil, hanya pembungkus permen.

Sampah itu melayang-layang tertiup angin, entah mendarat di mana. Saya yang berada di belakang mobil itu menggerutu.

Fenomena membuang sampah di jalan oleh pengendara penggunan, meski bukan hal baru, namun tetap saja menimbulkan rasa geram di hati.

Perilaku seperti itu jadi salah satu pemicu Indonesia berada di zona darurat sampah. Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2021 lalu, Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 21,88 juta ton.

Setiap hari Indonesia menghasilkan sekitar  11.330 ton sampah organik maupun anorganik. Dengan fakta sampah yang dihasilkan sebanyak itu, Indonesia tak baik-baik saja dalam hal persampahan.

Bisa dibayangkan, data KLHK juga mengungkapkan orang Indonesia rata-rata menghasilkan sampah sekira 0,7 hingga 1,2 kilogram perhari. Komposisi 60 hingga 70 persen sampah organik dan 30 hingga 40 persen sampah anorganik.

Sampah sebanyak itu pun tak terkelola dengan baik. Hasilnya banyak sampah yang terbuang percuma mencemari lingkungan, mengancam kesehatan manusia dan nyawa satwa serta mengusik pertumbuhan tanaman.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2