Menyaksikan Ibu Menyulap Songkolo Menjadi Baje'

Menyaksikan Ibu Menyulap Songkolo Menjadi  Baje'
Baje' dari songkolo (nasi dari beras ketan)- foto/Ist
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.comSongkolo yang dibawa Deang Ina itu telah mengeras. Sulit untuk dikonsumsi kembali sebelum dipanaskan (dikukus).

Setelah dikukus, songkolo akan lembek sehingga lebih mudah dimakan. Memakan nasi dari beras ketan ini bukan pilihan utama, sehingga agak jarang ditemukan. Biasanya akan tersedia saat ada acara—semacam ritual, yang lebih dikenal dengan a’baca-baca (berdoa).

Songkolo yang dibawa Daeng Ina itu adalah sisa dari a’baca-baca. Karena jumlahnya lumayan banyak, sehingga tak habis, maka dibagikan pada tetangga atau sanak famili.

Dan Ibu mendapat jatah tersebut. Pagi-pagi, ponakannya itu datang membawakannya songkolo. Sebagian dimakan, separuhnya lagi tinggal menunggu jadi sampah makanan.

Namun, Ibu tak membiarkan itu terjadi, beliau selalu punya inisiatif jitu dan bijak agar makanan, khususnya songkolo tak berakhir jadi sampah. Ibu mengolahnya menjadi baje’.

Bagi orang yang pernah merasakan bagaimana susahnya mendapat makanan, akan memperlakukan sisa makanan dengan bijak. Tak langsung membuangnya—mereka akan mencarikan jalan agar bisa kembali dikonsumsi. Selagi masih layak.

Untuk songkolo (nasi dari beras ketan), mengolah menjadi baje adalah pilihan yang paling tepat. Apalagi cara membuatnya tak rumit, pun bahannya ringan saja—mudah didapatkan.

Bahan dan cara yang simple

Saat membuat baje dari songkolo yang dibawa Daeng Ina, Ibu hanya membutuhkan empat bahan saja. Songkolo, gula merah, kelapa parut, dan sedikit air.

Saya memerhatikan cara ibu membuatnya. Songkolo yang sudah dingin dan mengeras itu, terlebih dahulu dikukus ulang—cara memasak songkolo memang harus dikukus—biasanya sebelum dikukus, beras ketan terlebih dahulu direndam hingga sedikit melunak. Di Desa Kindang namanya niramme (rendam).

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Tim Redaksi

Artikel ini disusun oleh tim redaksi