Tumpukan Sampah di Bawah Tulisan Larangan, Gowa Diuji Krisis Tata Kelola dan Perilaku

Krisis sampah di Kabupaten Gowa mencapai titik nadir ketika armada kebersihan mogok beroperasi akibat tunggakan BBM, TPA tak layak overload, dan warga nekat memblokade jalan dengan limbah membusuk. Di balik intervensi darurat pemerintah dan aksi swadaya warga, terkuak benang kusut tata kelola hulu-hilir serta celah hukum yang mengintai

Tumpukan Sampah di Bawah Tulisan Larangan, Gowa Diuji Krisis Tata Kelola dan Perilaku
Tumpukan Sampah di Bawah Tulisan Larangan, Gowa Diuji Krisis Tata Kelola dan Perilaku, Foto: Andi Fitrah Maulana/Klikhijau.com
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Suara azan Isya baru saja berkumandang dari pengeras suara Masjid Agung Syekh Yusuf, Somba Opu. Namun, ketenangan malam di jantung kota Kabupaten Gowa itu pecah bukan oleh deru kendaraan, melainkan oleh bentangan tumpukan sampah yang sengaja ditumpuk melintang di Jalan Basoi Deng Bunga. Selasa 22 September 2026.

Kantong-kantong plastik hitam yang menggembung, potongan kayu, sisa makanan busuk, hingga sisa bahan bangunan ditumpahkan warga tepat di tengah badan jalan. Kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas terpaksa berhenti mendadak, memutar balik di tengah pekatnya aroma pembusukan yang menusuk hidung. Malam itu, jalan Basoi Deng Bunga, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan lumpuh. Sampah tidak lagi sekadar limbah domestic, ia telah berubah menjadi alat protes warga yang hilang kesabaran.

"Kondisinya luar biasa, rentan sekali," kata Asnawi Syam, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Gowa, saat turun menemui warga yang menyemut di lokasi blokade usai salat Isya. Ia mengungkapkan truk kebersihan tidak beroperasi karena solarnya belum dibayar oleh pemerintah ke pihakSPBU.

Aksi blokade jalan tersebut hanyalah satu dari letupan krisis yang memuncak pada pertengahan September 2026. Di tempat lain, mulai dari Jalan Agus Salim, Macanda, hingga area Car Free Day Lapangan Syekh Yusuf, pemandangan serupa berulang.

Ironi paling telanjang terlihat pada sebuah dinding beton kusam di sudut kawasan perkotaan, di bawah papan petunjuk resmi bertuliskan “Jangan Buang Sampah Di Sini”, sampah justru menggunung hingga menutupi trotoar. Seolah gunungan limbah di bawah papan larangan itu telah menjadi bagian dari lanskap harian Gowa hari-hari belakangan ini.

Hilir tersumbat

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2