Pesta Plastik di Pesta

Pesta Plastik di Pesta
Ilustrasi air gelas kemasan-foto/Gemini AI
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Klikhijau.com - “Adakah pesta tanpa plastik?” pertanyaan itu datang begitu saja saat saya sedang mengunyah makanan. Di depan saya tersaji air gelas kemasan (mineral). Beberapa yang telah habis atau berkurang isinya tersungkur di tanah. Berserakan.

Itu bukan pengalaman pertama, tapi  berulang-ulang. Setiap saya menghadiri pesta. Apa pun jenis pestanya (kegiatan), perkemahan, sunatan, pernikahan, bahkan pada kegiatan membersihkan pinggir jalan.

Rasa haus memang kadang tak mengenal waktu dan tempat, dan air gelas kemasan selalu dianggap jawaban paling cepat untuk mengusir rasa haus itu. Ia anti ribet, pun mudah dibawa—tak perlu pula membawa gelas tambahan untuk minum. Namanya juga air gelas kemasan, kemasannya berfungsi sebagai gelas.

Setelah airnya diseruput, baik menggunakan pipet maupun tidak, habis atau juga tidak. Tak perlu repot mencucinya atau membawanya pulang. Buang saja, tempatnya bebas—ke arah mana pun kita menghadap wajah.

Pun saat membuangnya, kita akan merasakan kemerdekaan—seolah bumi adalah milik pribadi, tak ada yang menegur apalagi melarang.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Tim Redaksi

Artikel ini disusun oleh tim redaksi