Tanaman Rahasia Depan Rumah

oleh -54 kali dilihat
Mengenal Unsur-unsur Hara  yang Diperlukan Tanaman dan Manfaatnya
Ilustrasi tanaman - Foto/Analogicus - Pixabay
Nona Reni

Kenapa pohon tumbuh begitu cepat?

 

Kenapa pohon tumbuh begitu cepat?

Aku tak punya jawaban
Selain membiarkan pertanyaanmu mengambang di udara
Di mainkan angin

Terkadang aku merasa iri padamu
Apapun yang bersentuhan denganmu mudah tumbuh dan berbiak
Sayur, bunga, ataupun gulma, juga kesedihan

Pekaranganmu di huni banyak hal
Sentuhan ibu, ayah, maupun sanak saudaramu
Mereka sama sepertiku
Hal-hal yang bertumbuh dari sentuhan tartil dan tilawahmu

Aku ingin menanam banyak pohon di matamu
Membiarkannya merimbun
Dan kau akan merawatnya
Menyiraminya air mata setiap terjaga

Ketika mulai merimbun
Menjadi rimba
Aku akan menetap di matamu,
Hirupi segala udara dari mulutmu

Ssttt, jangan biarkan aku bersin..

Januari 2023

KLIK INI:  Menakar Seduhan Kopi untuk Ayah

Tanaman Rahasia Depan Rumah

 

Januari selalu datang membawa basah
Tak terkecuali di kampungmu
Daun-daun pisang mulai menguning
Padahal jantungnya baru kau tebas kemarin sore

Beberapa pot kaktus yang luput kau selamatkan juga memilih mengeringkan diri
Dengan caranya sendiri
Durinya tak lagi menjadi ancaman untukmu

Lalu matamu beralih ke halaman rumah
Sebelum basah tiba, kau menanam banyak hal di sana
Ada cabe, ketela, kemangi dan sesuatu yang belum kau beri nama
Halaman itu yang sering kali di kunjungi kucing dan ayam tetangga
Mematuk-matuk dan berguling-gulingan bebas seperti dihamparkan pada permadani hijau

Di sore dingin yang tak henti menyiramkan air dari langit
Halamanmu menjelma sungai
Airnya mengingatkanmu pada gelas yang isinya telah kau tenggak habis
Kau ingin sekali menceburkan diri
Menari bersama tanaman-tanaman dan rahasia-rahasiamu
Tetapi kau selalu takut pesan ibu
Basah akan menelanmu hidup-hidup.

2023

KLIK INI:  Mencicipi 7 Pantun dari Tri Astoto Kodarie yang Bernuansa Alam

 

Bumbu Dapur Ibu

 

Kau baru saja melubangi tanah dengan sekop warisan bapakmu
Semestinya kau menggunakan linggis atau cangkul
Tapi tak ada warisan lain dari ayahmu kecuali sekop itu

Dari sekop itu telah banyak diciptakan lubang
Ia leluasa menanaminya apa saja
Termasuk biji keringat, biji cengkeh, biji merica dan tunas kelapa

Lalu ia akan berumah di antara biji-bijian itu bertahun-tahun
Sembari menyabar-nyabarkan kau yang terlalu sering jajan
Kebiasaan yang mengharuskan dapur ibumu lebih sering kehilangan bumbu dapur, minyak sawit maupun tabung gas tiga kiloan

Kau menggali satu lubang lagi
Untuk menanam dirimu sendiri
Yang telah menjelma akar pohon beringin

KLIK INI:  Tak Ada Pantai di Bira