Keanehan yang Nyata, 6 Hewan Ini Kawin Sekali Saja Lalu Mati

oleh -36 kali dilihat
Terdampak Perubahan Iklim, Populasi Lebah Menurun Drastis
Ilustrasi lebah - Foto/LippoInsurance

Klikhijau.com – Dunia hewan selalu melahirkan kejutan. Termasuk dalam hal kawin. Beberapa hewan akan kawin berulang kali sebelum menemui kematiannya.

Namun, ada juga hewan yang hanya kawin sekali seumur hidup. Setelah itu ia akan mati. Tujuan kawin pada dunia hewan adalah untuk melahirkan generasi pelanjut—sama halnya dengan manusia.

Tentu saja, hal itu terdengar miris. Tapi, siklus hidup mereka—hewan yang kawin sekali seumur hidup lalu mati, memang demikian adanya.

Menariknya, meski perilakunya demikian. Generasi dari hewan-hewan tersebut mampu bertahan hingga detik ini.

KLIK INI:  Cerita "Manusia Rantai" di Kota Tambang yang Menyimpan Penderitaan

Berikut hewan yang hanya kawin sekali seumur hidupnya. Mereka seolah kawin agar bisa mati:

  • Antechinus

Jika ada perlombaan hewan yang tahan berhubungan seks, maka pemenangnya adalah Antechinus jantan.

Antechinus akan menghabiskan hidupnya selama 14 jam sehari, hanya untuk kawin. Dan setelah selesai kawin, hewan yang menyerupai tikus ini akan mati.

Penyebabnya, karena ia akan merasa stres usai bereproduksi. Adanya tekanan musim kawin jadi penyebab yang menghancurkan sistem kekebalan tubuhnya. Hal itu menyebabkan infeksi hati dan parasit darah serta usus pada hewan ini..

Antechinus memang hewan yang berumur relatif pendek, hanya  sekitar satu tahun. Masa aktif mereka kawin terjadi sekitar dua minggu terakhir sebelum menemui kematiannya.

KLIK INI:  Hidupku Bahagia Tanpa Ibamu, Suatu Alasan Waras untuk Tak Memberi Makan Monyet di Karaenta
  •  Lebah madu jantan

Lebah jantan adalah jenis lebah dari telur tidak terbuahi yang diberi makanan nektar dan madu biasa. Jumlah hanya ratusan ekor saja, tidak sebanyak lebah betina.

Kehidupan lebah madu jantan penuh persaingan. Karena mereka harus bersaing dengan sesama jenisnya. Persaingan untuk bisa menarik perhatian sang ratu lebah.

Lebah jantan memiliki tugas “mulia”  yakni mengawini lebah ratu muda. Tujuannya untuk membentuk koloni.

Ketika ada yang menang atau terpilih mengawini sang ratu,  ia akan menggenggam sang ratu lebah. Dalam proses reproduksi lebah madu jantan terbilang ekstrim, karena terjadi di udara saat ratu lebah terbang mencari pasangannya.

Nah, setelah proses pembuahan ujung endhophallus lebah jantan tertinggal di saluran reproduksi ratu lebah. Hal itulah yang akan  menyebabkan perut lebah madu jantan pecah.

Setelah proses kawin setelah, kejadian selanjutnya bisa ditebak, si lebah jantan akan jatu ke tanah dan mati.

Lebah termasuk suku atau familia Apoidae dan ordo Hymenoptera, yakni serangga bersayap selaput).

Di dunia cukup banyak spesies lebah, kira-kira  20.000 spesies yang tersebar di seluruh dunia, kecuali di  Antartika.

KLIK INI:  Menstabilkan Populasi Satwa Liar dengan Perburuan yang Diatur
  • Gurita laut dalam

 Graneledone Boreopacifica atau gurita laut dalam merupakan hewan yang proses reproduksinya layak ditangisi karena menyedihkan.

Ketika gurita laut dalam telah kawin dan bertelur. Ia akan diam menjagai telurnya dengan sangat setia, bahkan relah tanpa makan apa pun hingga kematian menjemputnya.

Salah satu penelitian tentang gurita dalam laut, yakni Popular Science mengungkapkan, gurita akan menjaga telurnya selama lebih dari 50 bulan lamanya.

Selama masa itu, ia tidak makan apa pun kemudian hidupnya akan berakhir dengan mati. Namun, menurut kumparan, . Gurita jantan dan betina (tanpa menyebut gurita laut dalam) akan mati setelah kawin.

Gurita yang pertama mati adalah si jantan, ia mati beberapa bulan setelah kawin. Sedangkan si betina akan mati tak lama setelah telurnya menetas.

KLIK INI:  Di Balik Topeng Investasi, Indonesia Kehilangan 684 Ribu Hektare Hutan
  • Bunglon labord

Bunglon labord adalah bunglon kecil dari Madagascar. Ia termasuk spesies kadal dalam keluarga Chamaeleonidae.

Hewan ini pun hanya sekali kawin seumur hidup, lalu mati setelahnya. Ia akan menghabiskan dua per tiga hidupnya di dalam telur.

Dan setelah menetas, Bunglon labord  akan bereproduksi dan mati. Kematiannya bahkan tidak dilihat oleh keturunannya.

Kris Karsten salah satu peneliti dari Oklahoma State University mengatakan, bunglon labord betina sebelum mati, akan menghasilkan sekitar selusin telur.

Proses inkubasinya terjadi selama delapan bulan baru menetas. Siklus itu turun temurun– terulang pada keturunannya, yakni dari tumbuh dewasa, kawin, menyimpan telur,kemudian mati.

KLIK INI:  Spiderman Melawan Sampah di Kota Kelahiran BJ Habibie
  • Salmon Pasifik

Oncorhynchus merupakan nama ilmiah dari ikan salmon. Ada dua jenis salmon yang terkenal di dunia, yakni salmon fasifik, yakni salmon yang hidup di samudera Pasifik dan salmon yang dihidup di Samudera Atlantik.

Salmon pasifik juga dikenal dengan salmon liar. Salmon ini kualitas bagus di antaranya,  salmon coho,  merah muda, chinook, dan salmon sockeye.

Siklus hidup dari salmon pasifik ditandai dengan satu sifat reproduksi penting bernama ‘semelparity’. Itu berarti salmon pasifik bertelur hanya sekali saja lalu mati.

Penyebabnya adalah adanya perubahan hormon plasma, termasuk hormon reproduksi dan juga kortikosteroid yang berorientasi pada keberhasilan reproduksi.

Hal itu akan berakibat pada penuaan yang cepat dan juga kerusakan fisiologis, sehingga dapat mengakibatkan kematian pada ikan salmon pasifik.

Belalang sembah

Secara ukuran, belalang yang masuk ke ordo montodea ini memiliki perbedaan antara jantan dan betina.

Belalang sembah betina, ukurannya lebih besar daripada jantan. Ketika kawin, si  betina akan menggigit kepala si jantan.

Karena  memakan tubuh pasangannya usai proses reproduksi, rupanya dapat memproduksi lebih banyak telur dari si betina.

KLIK INI:  Benarkah Industri Hotel di Indonesia telah Ramah Lingkungan?