Earth Hour dan Ritus Ibu Mematikan Lampu Sebelum Tidur

oleh -32 kali dilihat
Ilustrasi peringatan Earth Hour
Ilustrasi peringatan Earth Hour/foto-Kompas.com
Nona Reni

Klikhijau.com – Waktu kecil, saat menjelang tidur, ibu akan mematikan semua lampu di dalam maupun luar rumah.

Waktu itu seruan untuk menghemat listrik dan mematikan lampu di atas jam 10 malam lagi marak di iklankan di TV nasional. Jadilah saya terbiasa tidur dengan kondisi yang gelap gulita.

Sebelum mematikan lampu teras, ibu terlebih dahulu mengambil dua sapu ijuk dan membalikkannya (posisi ijuk di atas) lalu menaruh satu di pintu depan dan satu di pintu belakang.

Setiap saya bertanya kenapa sapu dibegituin, ibu tidak akan menjawab dan berakhir pada kalimat perintah agar segera tidur.

KLIK INI:  Daeng Rimang dan Aroma Kue Tradisional di Pasar Pangkal EH Makassar

Lambat laun, karena penasaran saya bertanya kepada kakak, kenapa pintu harus diberi sapu ijuk dengan posisi terbalik begitu?

Kakak spontan menjawab, supaya hantu tidak berani masuk ke rumah. (Saat itu dalam pikiran saya, hantu itu masih sebatas pocong)

Setelahnya saya tidak lagi berani bertanya. Ibu terus melakukan kebiasaan itu tanpa banyak bicara.

Setelah kepergian ibu, saya kemudian meyakini tidak ada hantu apapun jenisnya dan bagaimanapun bentuknya. Semua hanya karangan belaka, sekadar untuk menakut-nakuti bocah-bocah kecil.

Kemudian saya bertumbuh lebih baik dan lebih berani dari sebelumnya.

KLIK INI:  Memahami 5 Faktor Penting yang Memengaruhi Penyerapan Air oleh Akar Tanaman
Tradisi turun temurun

Ternyata, rahasia membalik sapu di depan pintu itu tradisi yang diturunkan Nenek kepada Ibu.

Nilai-nilai itu sebagian ada yang berkembang menjadi norma maupun etika. Norma maupun etika itu walau tidak dituliskan, tetapi tetap dipatuhi. Ia terikat sanksi moral. Sanksi moral itu justru sering lebih “menakutkan” dibandingkan dengan hukuman formal seperti yang berlaku sekarang ini.

Hal itu disebabkan karena sanksi moral itu cenderung bersifat transdental yang berhubungan langsung dengan keyakinan dan spiritualitas mereka. Masyarakat percaya seseorang yang melanggarnya akan terkena hukuman langsung dari Tuhan. Baik berupa bencana maupun kutukan. Itulah yang membuat norma maupun etika itu tetap bertahan hingga kini, sekalipun tidak pernah dituliskan.

Lama setelah kepergian ibu, saya baru menyadari bahwa salah satu cara agar sapu ijuk awet ya dengan membalikkannya. Lagian sapu itu bukanlah penangkal hantu seperti yang kakak yakini. Melainkan tanda untuk menyugesti diri bahwa waktu istirahat/tidur telah tiba. Sebab ibu tidak akan berhenti beraktivitas bila ia belum membalikkan sapu ijuk itu di depan pintu.

Gagang sapu itu juga cara ibu berjaga-jaga jika kemudian ada maling yang memasuki rumah (bagian atap persis di depan pintu masuk dulu rusak, memudahkan maling untuk masuk ke rumah) apalagi waktu itu, ibu harus berjuang membesarkan keempat anaknya tanpa kehadiran suami di sampingnya.

KLIK INI:  5 Fakta Menarik dari Festival Lingkungan yang Digelar P3E Suma KLHK

Pernah sekali pas ibu baru meninggal, saya mencoba mengikuti tradisi itu. Disuruh bapak setengah dipaksa juga sebenarnya. Entah karena saya naruhnya ga bener, atau disenggol kucing, sapu itu jatuh saat jam menunjukkan pukul satu malam.

Semua penghuni rumah spontan kaget dan bangun. Mereka bergunjing tentang hantu dan semacamnya. Ada pula yang berasumsi bahwa rumah ibu baru saja kemasukan maling.  Walhasil tradisi seperti itu saya cukupkan sampai di situ.

Earth Hour dan kenangan ibu

Dan hari ini, seseorang mengirimkan peringatan hari Earth Hour. Sebuah peringatan untuk mematikan lampu secara serentak selama satu jam.

Kiriman itu menghadirkan pula bayangan dan kenangan ibu lebih kental. Ibu, semasa hidupnya tak kenal apa itu Earth Hour yang  diperingati pada setiap hari Sabtu di penghujung bulan Maret setiap tahunnya.

Bagi ibu, setiap malam, menjelang tidur adalah waktu untuk memadamkan semua lampu. Mungkin itu cara ibu agar lebih berhemat pembayaran listrik.

KLIK INI:  Apa itu Lahan Basah dan Bagaimana Manfaatnya bagi Kehidupan?

Namun rupanya, apa yang dilakukan oleh ibu, adalah cara bijak untuk menjaga bumi. Berhemat listrik telah menjadi bagian dari gaya hidup yang ramah lingkungan.

Dan peringata Earthn Hour adalah upaya yang untuk mengistirahatkan bumi dari paparan sinar lampu dan perangkat elektronik selama satu jam. Gerakan itu dicetuskan oleh Co-Founder Earth Hour, Andy Ridley dan dimulai pertama kali kota Sydney Australin tahun  2007

Jadi, mari kita serentak mematikan lampu tepat pukul 20.30-21.30 malam ini, 26 Maret 2022. Saya akan melakukannya, bukan hanya untuk bumi, tapi untuk mengenang ibu dan berterima kasih kepadanya. Karena telah mengajari saya bagaimana tidur tanpa cahaya lampu.

Saya sedang membayangkan, andai ibu masih hidup—kebiasaan itu akan terus ia pelihara hingga kini, tanpa harus menunggu Sabtu terakhir di bulan Maret setiap tahunnya untuk memperingati hari Earth Hour. Karena baginya mematikanlampu dan meletakkan sapu ijuk terbalik di balik pintu sebelum tidur adalah sebuah ritus yang harus terus dibiakkan.

KLIK INI:  Apa Perbedaan El Nino dan La Nina?