Daun Katuk, Sahabat Baik bagi Ibu Menyusui

oleh -16 kali dilihat
Daun Katuk, Sahabat Baik bagi Ibu Menyusui
Daun katuk-foto/Ist
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Saran mengonsumsi daun katuk, ditayangkan berulang-ulang di layar televisi koridor  Puskesmas Borongrappoa, Bulukumba yang difungsikan sebagai ruang tunggu.

Saya dan ibu  duduk di ruang tunggu itu. Menunggu Ibu dipanggil oleh dokter untuk diperiksa.

Selain daun katuk, banyak informasi yang ditayangkan pada TV yang dipasang di tembok Puskesmas. Karena berada di pusat pelayanan kesehatan, maka yang disiarkan pun tak jauh-jauh dari masalah kesehatan.

Namun, yang menarik perhatian saya adalah daun katuk itu. Saya bahkan sempat mengabadikannya dengan kamera saat tayang.

KLIK INI:  Meski Tumbuh Liar, Awar-awar Menawarkan Beragam Manfaat

Tanaman bernama ilmiah Sauropus androgynus ini merupakan tanaman yang berasal dari keluarga Euphorbiaceae. Ia dipercaya dapat memperlancar Air Susu Ibu (ASI). Perihal itulah yang membuat saya tertarik pada tanaman ini.

Bagian yang dikonsumsi untuk memperlancar ASI adalah daunnya. Katuk berdaun kecil dengan warna hijau gelap. Daunnya  mengandung sumber klorofil yang berguna untuk peremajaan sel dan bermanfaat untuk sistem sirkulasi (Selvi dan Bhaskar, 2012).

Tanaman ini merupakan herba yang bisa tumbuh mencapai tinggi 50 cm hingga 3,5 meter. Ia tersebar di negara  Cina, India, Sri Langka, Vietnam, Indonesia, Malaysia, Papua nugini dan Filipina.

Daunnya merupakan alternatif pengobatan yang potensial karena memiliki banyak kandungan vitamin dan nutrisi.

Wiradimadja, (2006) mengungkapkan ada beberapa manfaat dari daun tanaman ini, di antaranya mengobati demam, borok, bisul, dan  memperbanyak ASI.

Manfaat lain dari daun tanaman ini selain bisa dijadikan sebagai obat dan meningkatkan ASI, rupanya juga bisa digunakan sebagai pewarna alami, yakni warna hijau.

Klasifikasi tanaman katuk

  • Divisi : Spermatophyta
  • Anak divisi : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledoneae
  • Bangsa : Graniales
  • Suku : Euphorbiaceae
  • Anak suku : Phyllanthoideae
  • Marga : Sauropus
  • Jenis : Sauropus androgynus L. Merr (Urip Santoso, 2014)

Tanaman ini  termasuk tanaman merumpun, yang berbentuk perdu. Batangnya tumbuh dan berkayu. Jika Anda memangkas ujung batangnya, maka akan tumbuh tunas-tunas yang baru membentuk percabangan.

KLIK INI:  Otentik, 6 Tanaman Ini Berhubungan Erat dengan Budaya Toraja
Kandungan daun katuk

Tanaman ini memiliki banyak kandungan senyawa aktif yang efektif pada daunnya, di antaranya vitamin A,B dan C, glikosida,   saponin, tanin, flavonoid, karbohidrat, protein, sterois, dan alkaloid yang berkhasiat sebagi antidiabetes, antiobesitas, antioksidan, menginduksi laktasi, antiinflamasi dan anti mikroba (Sampurno, 2007).

Selain digunakan dalam bentuk ekstrak langsung, daun katuk juga dapat digunakan dalam bentuk salep. Dalam bentuk salep, pada konsentrasi ektrak salep 20% memiliki daya hambat yang lebih baik terhadap bakteri Staphylococcus aureus dibandingkan dengan konsentrasi ekstrak 10% dan 15%.

Daun tanaman ini kaya akan kandungan gizi dibandingkan daun pepaya dan daun singkong. kandungan protein, kalori, dan karbohidratnya hampir setara dengan daun pepaya dan singkong.  Bahkan kandungan zat besi daun tanaman dari bangsa graniales lebih unggul dari pada daun pepaya dan daun singkong.

Sahabat bagi ibu menyusui

Soraya Rahmanisa dan  Tara Aulianova, (2016) menjelaskan bahwa ASI atau air susu ibu menjadi cairan tang paling dibutuhkan bayi. Bagi ibu yang normal dapat menghasilkan ASI kira-kira 550-1000 ml.

ASI memiliki banyak manfaat bagi anak dari penyakit infeksi, di antaranya  diare, otitis media, dan infeksi saluran pernafasan akut bagian bawah.

ASI mengandung zat kekebalan yang mampu melindungi bayi dari penyakit diare dan menurunkan kemungkinan bayi terkena penyakit infeksi telinga, batuk, pilek, dan penyakit alergi.

Namun, meski banyak manfaatnya bagi bayi. Tidak semua Ibu bisa menyusui anaknya, salah satu faktornya karena ASInya kurang lancar.

Salah satu makanan yang dianjurkan  untuk memperlancar ASI adalah daun katuk. Pemberian pemberian ekstrak daun katuk dada ibu  menyusui bisa dilakukan sejak hari kedua setelah melahirkan. Dosisnya adalah 3×300 mg/hari. Pemberian itu dilakukan selama 15 hari terus-menerus. Hal itu dapat meningkatkan produksi ASI  hingga 50,7%.

Menurut Tiara Salsabila Majid dan Muchtaridi, (2018) bahwa sebanyak 70 persen ibu menyusui yang mengkonsumsi ekstrak daun katuk mengalami peningkatan produksi ASI yang melebihi kebutuhan bayinya.

Sedangkan bagi ibu yang tidak mengkonsumsi ekstrak daun katuk, hanya 6,7 persen yang mengalaimi kenaikan produksi ASI.

Jadi, bagi Anda yang sedang menyusui dan mengalami masalah ketidaklancaran ASI, Anda bisa mengonsumi daun tanaman yang bisa pada ketinggian 0-2100 meter di atas permukaan laut ini.

KLIK INI:  7 Tanaman Herbal yang Identik dengan Persalinan dan Ibu Hamil, Ada Kemangi!