Cerita dari Kampung, Tanaman Hias Keladi Tumbuh Bebas, Ambilnya Gratis Semaunya!

oleh -2.020 kali dilihat
Cerita dari Kampung, Tanaman Hias Keladi Tumbuh Bebas, Ambilnya Gratis Semaunya!
Caladium yang tumbuh bebas di desa Batukaropa - Foto/Ist
Anis Kurniawan

Klikhijau.com – Tanaman hias keladi bisa diambil suka-suka? Faktanya, iya! Saya melihat dan menyaksikannya sendiri saat pulang kampung ke Desa Batukaropa Kabupaten Bulukumba, Kamis 17 Desember 2020 lalu.

Dahulu, tanaman keladi memang tumbuh bebas bahkan terkadang dianggap gulma yang mengganggu tanaman produktif. Kini, beberapa jenis tanaman hias keladi dihargai cukup mahal, dari ratusan ribu, jutaan, hingga ratusan juta rupiah terutama di kota-kota. Melek tanaman hias selama masa pandemi, telah membuat banyak orang berminat mengoleksi tanaman.

Hal ini membuat harga tanaman makin menjadi-jadi. Namun, ada kabar baik di baliknya yakni bisnis tanaman hias sangat menjanjikan dan membuat banyak orang mendapat peruntungan. Aktivitas jual beli tanaman bahkan bisa berlangsung di mana saja, di pinggir jalan hingga di sosial media.

Di desa Batukaropa, sedari dulu warganya memang senang mengoleksi bunga-bunga di pekarangan. Namun, di masa pandemi ini, geliatnya semakin tak terbendung.

Saat tiba di rumah orang tua dan melihat secara seksama koleksi tanaman hias ibu saya, rupanya ada banyak jenis yang cukup mentereng. Diantaranya ada aneka jenis Caladium, aglaonema, alokasia, bahkan anthurium.

KLIK INI:  Panduan Lengkap Merawat Tanaman dalam Ruangan

Ketika saya tanyakan pada ibu, apakah ia tahu nama bunga-bunga yang ditanamnya? Beberapa jenis cukup dikenalnya, semisal keladi dan aglaonema, lainnya tidak diketahuinya jelas. Apakah ibu tahu berapa harga beberapa jenis tanamannya kalau saja dijual? Tidak pula rupanya.

Tak hanya ibu, tetangga kami juga begitu. Umumnya mereka tidak sepenuhnya paham harga tanaman hias apalagi namanya dalam bahasa Indonesia. Mereka hanya sering mendengar kalau ada jenis tanaman hias termahal, namanya “janda  bolong”.

Bunga didapat dengan gratis

Pastinya, koleksi tanaman hias mereka tidak dibeli dari mana-mana. Tanaman itu adalah hasil berbagi tanaman dari rumah ke rumah, dari kampung ke kampung.

“Kalau ada rumah didatangi, ada bunganya bagus yah kita minta dan diberikan. Biasa juga ada tamu datang, minta bunga-bunga, yah saya berikan juga,” cerita Ibu saya.

KLIK INI:  Mengenal 3 Produk Olahan Tanaman yang Berkhasiat Obat

Begitulah, warga di desa senantiasa saling berbagi dan berbagi. Ibuku dan sejumlah tetangga bahkan terkejut saat saya menceritakan bila beberapa jenis tanaman hias yang tumbuh di sini, harganya mahal di kota.

Padahal, beberapa kali ada pedagang bunga yang datang membeli koleksi tanaman hias warga dengan sangat murah bahkan seharga Rp.10 ribu saja. Jenis keladi putih katanya paling dicari, namun harganya sepuluh hingga lima belas ribu saja untuk jenis tanaman dengan daun selebar wajah orang dewasa.

Ibu saya bahkan bercerita, kalau ia tidak mau menjual tanamannya. “Kalau ada yang minta bibitnya, saya berikan,” kata ibu saya.

Tanaman tumbuh bebas

Selain dari hasil berbagi tanaman, sebagian lagi bunga-bunga yang ada di desa ternyata didapatkan dari kebun-kebun. Wah, cerita ini akhirnya membuat saya penasaran. Terlebih saat seorang tetangga menunjuk beberapa jenis tanaman hias yang paling banyak tumbuh bebas di kebun-kebun.

KLIK INI:  Anak SMA, Imajinasi dan Sajak-Sajak yang Menghujam ke Bumi

Beberapa jenis yang ditunjuk adalah Caladium, Monstera, hingga anggrek. Wah, rasa penasaran saya pun memuncak. Saya tak sabar ingin membuktikannya.

tanaman
Keladi putih yang banyak tumbuh bebas di Desa Batukaropa Bulukumba – Foto/Ist

Bersama tetangga, anak dan istri saya, petualangan bunga-bunga pun dimulai. Tak jauh dari belakang rumah ada kebun warga yang sangat subur.

Betapa kagetnya, saat kami menemukan hamparan luas yang ditumbuhi tanaman keladi dan di antaranya ada keladi putih yang juga banyak diburu para kolektor.

Aneka jenis keladi kami jumpai tumbuh bebas, ada keladi army, keladi putih, keladi pink love, hingga keladi kuping kelinci. Karena sumbringah, saya pun membagikan momen ini di facebook melalui aplikasi video siarang langsung.

Diantara yang menonton video saya, ada yang yang berkomentar: “nemu harta karun!”, “ya Allah banyaknya bunga di hutan dii…!” Umumnya orang-orang ikut sumbringah melihatnya.

Kami pun mengambil bebas tanaman keladi aneka jenis dan kami boyong ke Makassar. Hari yang menyenangkan, berjumpa tanaman hias bergentayangan di kebun. Gratis dan bisa diambil semaunya! Tugas kita adalah merawat dan melestarikannya.

Jangan lupa, selalu berbagi tanaman dengan kerabat dan tetangga!

KLIK INI:  Tragis, Kepulauan Spermonde Semakin Terpuruk