Alokasia, Tanaman Hias Idaman, Media Tanam dan Perawatannya

oleh -144.013 kali dilihat
Alokasia, Tanaman Hias Idaman, Media Tanam dan Perawatannya
Alocasia cuprea atau dengan nama lokal Keladi "tengkorak hitam". Daunnya berwarna seperti tembaga dengan warna merah pada bilik daunnya - Foto/Pinterest

Klikhijau.comAlokasia (Alocasia), termasuk tanaman hias pavorit saat ini yang banyak dipajang di beranda facebook para pencinta bunga. Di pasaran, harga alokasia termasuk cukup terjangkau untuk beberapa jenis tertentu, namun daya tariknya tetap eksotik dan tidak murahan.

Alocasia merupakan genus yang tergolong dalam famili Araceae. Tanaman ini masih satu keluarga dengan Aglaonema (Sri rezeki), Caladium, dan Anthurium. Nah, sekarang bisa dipahami bukan mengapa alokasia juga sepopulis kerabatnya, aglonema.

Habitatnya adalah daerah tropis dan subtropis di Asia, Oceania dan Amerika Selatan. Konon, nama Alocasia berasal dari Amerika Selatan. Di Asia, tanaman ini tumbuh dari India sampai Taiwan, Indonesia hingga China.

Penasaran mengetahui lebih jauh perihal alocasia? Berikut beberapa hal menarik perihal tanaman hias idaman ini, media tanam dan perawatannya!

KLIK INI:  5 Tips Merawat Tanaman Kaktus dan Sukulen untuk Pemula, Klik Ini!
#Terdapat lebih dari 70-an jenis

 Alocasia termasuk tanaman dengan jumlah varian cukup banyak mencapai lebih dari 70-an jenis. Laporan atas ini juga dicatat dalam ensiklopedia Wikipedia. Namun, penemuan spesies baru Alokasia ternyata masih berlangsung, sehingga diprediksi spesiesnya terus bertambah.

Pada tahun 1997, di Sulawesi diperkenalkan temuan spesies baru yang ditemukan oleh Yuzammi dan Hay, namanya Alocasia melo. Spesies ini justru banyak hidup di daerah Sabah dan semakin populer pasca diperkenalkan di Sulawesi.

#Perbedaan Alokasia dan Caladium

Karena masih satu kerabat, Akolasia dan Caladium memang memiliki banyak kemiripan. Lalu bagaimana membedakannya?

Alocasia dapat dibedakan dengan Caladium dengan melihat daun dan umbinya. Untuk diketahui, alocasia ternyata tidak memiliki umbi yang membulat yang terhubung langsung dengan batang (kecuali jenis  A.Hilo beauty).

Jadi, yang terbenam pada media tanam Alocasia adalah bonggol alias batang yang terbenam dalam tanah. Sedangkan semua Caladium justru sebaliknya yakni memiliki umbi dan tidak memiliki bonggol.

KLIK INI:  Tanaman Pot Primadona, Pilih Aglonema atau Janda Bolong?

Hal lainnya, daun Caladium tipis dan bisa berwarna warni, sedangkan Alocasia lebih tebal dan warnanya berkisar antara kuning, krem, hijau dan perak.

#Karakteristik Alokasia

Secara umum Alocasia merupakan tanaman yang tumbuh dengan sinar matahari yang parsial. Dari segi ketahanan terhadap cahaya matahari, alokasia dapat dibagi ke dalam dua jenis:

Pertama, jenis yang mampu beradaptasi dengan sinar matahari langsung. Jenis yang tahan dengan paparan sinar matahari antara lain; A. Microrrhizos dan A. Portei. Dua jenis ini dapat berbentuk pohon.

Kedua, jenis yang menyukai tempat teduh. Alocasia jenis ini umumnya tumbuh pendek, seperti A.nebula dan A. Silvery Dwarf. Jenis ini akan terbakar dan layu bila ditempatkan di ruang terbuka.

Bila Alocasia yang menyukai tempat teduh ditempatkan di ruang terbuka, sebaiknya diberikan naungan dengan net 50 % hingga 60 % untuk mengurangi intensitas cahaya matahari.

KLIK INI:  Tanaman Hias Hoya, Keunikan, Manfaat dan Cara Benar Menanamnya!
#Media tanam

Bila tertarik memajang Alocasia di halaman rumah, sebaiknya kamu memperhatikan aspek satu ini, media tanam. Secara umum, tanaman ini sejatinya menyukai media tanam yang bersifat porous tetapi kaya humus.

Media tanam harus memiliki kemampuan meniriskan air bila terpaksa harus kelebihan air (semisal di musim hujan). Genangan air dalam pot dapat menyebabkan akar tanaman membusuk dan daun jadi layu.

Komposisi yang tepat untuk media tanam Alocasia sebagai berikut:

  • Humus daun bambu (andam): cacahan pakis agak halus (1:1)
  • Humus daun bambu (andam): sekam yang telah dilapukkan: pupuk kandang (2:1:1)
  • Sphagnum moss: humus daun bambu: pupuk kandang: pasir (1:2:1:1)

Media tanam dicampurkan secara merata. Khusus untuk jenis Sphagnum moss, penggunaannya dibalutkan pada bonggol tanaman.

Perlu diperhatikan pula agar media tanam harus steril. Hal ini penting untuk mencegah gangguan seperti cendawan atau telur siput. Untuk sterilisasi, media tanam dapat diguyur terlebih dahulu dengan air panas dan baru digunakan setelah dalam kondisi dingin.

KLIK INI:  Tips Merawat Anggrek Dendrobium agar Pesonanya Tetap Memancar
#Perawatan Alocasia

 Beberapa jenis Alocasia memang memerlukan perhatian dan perawatan khusus. Untuk menjaga penampilannya, tanaman ini memang perlu dirawat sebaik mungkin. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatannya:

  • Penempatan tanaman

Tempatkan alokasia sesuai jenisnya. Alocasia yang pendek menyukai tempat teduh, sedangkan jenis yang berbentuk pohon dapat diletakkan di ruang terbuka yang alokasi cahaya matahari memadai.

  • Pemilihan pot

Hal paling mendasar adalah pilihlah pot yang dapat membuang air dengan cepat demi menghindari genangan air. Karenanya, tambahkan lubang yang cukup pada bagian tepi pot, sekitar 5 sampai 10 cm di atas dasar pot.

Demi estetika tanaman, para pencinta Alocasia menggunakan pot keramik yang sulit dilubangi. Nah, pada kondisi seperti ini, kamu harus memperhatikan penyiramannya. Jangan sampai kelebihan air karena dapat merusak perkembangan tanaman.

KLIK INI:  Lakukan Ini agar Alokasia  Polly di Rumah Anda Tumbuh Subur Memukau
  • Pergantian pot tanaman

Pergantian pot tanaman penting dilakukan seiring perkembangannya. Berikut tata cara pergantian pot pada Alocasia:

  • Siapkan tanaman yang akan diganti pot-nya;
  • Lepaskan tanaman dari pot-nya dengan sangat hari-hati;
  • Siapkan pot pengganti dan kemudian masukkan media tanam hingga ketinggian total dari dasar pot kira-kira 60 persen;
  • Letakkan tanaman dalam pot;
  • Tambahkan media tanam hingga mendekati bibit pot;
  • Mampatkan media tanam dengan menekannya menggunakan tangan hingga berdiri kokoh;
  • Siram media tanam, lalu letakkan ke tempat teduh selama 2-3 hari. Kamu dapat menambahkan vitamin dalam air demi menghindari stres pada tanaman.
  • Penyiraman

Penyiraman dilakukan seperlunya saja. Bila perlu dalam sehari cukup sekali saja (pagi atau sore hari). Jaga kelembaban tanaman dengan menggunakan sprayer untuk menyemprot tanaman khususnya dedaunnya terutama saat cuaca agak panas. Namun, hal ini tidaklah penting bila Alocasia berasa di sekitar kolam yang dingin.

  • Pemupukan

Pemupukan pada Alocasia sangat penting agar tetap sehat bugar. Pupuk “lambat urai” yang berbentuk butiran-butiran kecil dapat ditaburkan pada permukaan media tanam. Cara ini efektif menutrisi sampai 4 hingga 6 bulan.

KLIK INI:  Bunga Pukul Delapan, Bunga Liar, Cantik dan Pengendali Hama

Namun, untuk hasil terbaik, kamu dapat menyemprot tanaman Alocasia dengan campuran pupuk daun dan air dengan dosis normal seminggu atau dua minggu sekali.

  • Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan pada pangkal tangkai daun. Gunakan gunting atau pisau yang tajam agar pemotongan tidak menimbulkan hal buruk pada tanaman atau menggoyangkan bagian akarnya.

  • Pembersihan daun

Pembersihan daun pada Alocasia dapat dilakukan dengan menyemprotkan butiran-butiran air halus pada dedaunnya. Ini penting agar dedaunnya tetap tampak eksotis. Bila perlu, sesekali dibersihkan dengan memakai kain lembut yang telah diolesi dengan cairan pembersih. Cairan pembersih yang dapat dipakai antara lain; air kelapa atau cairan khusus pembersih daun.

Fase ini perlu dilakukan dengan sangat hati-hati yah, Sahabat hijau!

Itulah penjelasan singkat mengenai Alokasia, tanaman hias idaman, media tanam dan perawatannya. Semoga bermanfaat!

KLIK INI:  Cara Merawat Sansevieria agar Tumbuh Baik Memberi Sejuta Manfaat!