Cara Membuat Kompos dari Sampah Dapur dengan Komposter Pot, Gampang Toh!

oleh -41 kali dilihat
Cara Membuat Kompos dari Sampah Dapur dengan Komposter Pot, Gampang Toh!
Ilustrasi - Foto/Pixabay

Klikhijau.com Sampah organik dari sisa-sisa olahan dapur memang cukup banyak setiap harinya. Umumnya sampah dapur hanya dibuang begitu saja karena dianggap kotor dan tidak berguna.

Membuang sampah dapur dan sampah organik lainnya hingga terbuang begitu saja atau berakhir di TPA, tentu bukanlah cara bijak. Hal itu karena sejatinya sampah dapur dapat diolah menjadi sesuatu yang sangat bernilai yakni pupuk kompos.

Kompos yang dihasilkan dari fermentasi sederhana berbahan sampah dapur dapat mendukung aktivitas urban farming di rumah atau bahkan di kebun. Ada banyak cara yang bisa dipilih untuk membuat kompos, diantaranya dengan memakai media komposter.

Lalu, bagaimana bila Anda tidak memiliki komposter? Tidak perlu khawatir, sebab Anda tetap bisa membuat kompos dari sampah dapur dengan peralatan mandiri dan sederhana yakni pot tanaman. Bagaimana caranya?

Artikel ini akan memandu Anda meracik kompos dari bahan sampah dapur dengan komposter pot. Simak penjelasannya:

KLIK INI:  Mengenal 4 Jenis Pupuk Organik yang Lebih Ramah Lingkungan
Langkah pertama

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan pot yang berlubang dengan ukuran besar. Siapkan sarana lainnya seperti skop kecil atau sendok tukang batu. Siapkan pula ember yang akan dijadikan sebagai media menadah cairan lindi kompos. Pilih ukuran ember yang sesuai dengan ukuran pot yang digunakan.

Langkah kedua

Langkah kedua adalah membuat starter kompos di bagian paling bawah wadah pot. Alasi dasar wadah pot dengan daun kering warna coklat. Jumlahnya harus disesuaikan dengan dasar pot atau sekitar sepuluh persen dari isi wadah.

Setelah itu, tambahkan tanah dan pupuk kandang untuk menutupi starter kompos. Seperti diketahui bahwa tanah mengandung berjuta bakteri pengurai. Sedangkan pupuk kandang akan membantu memanaskan kompos.

Idealnya kompos memiliki suhu antara 40 – 60 derajat C agar proses penguraian berlangsung optimal dan dapat memastikan terbunuhnya bakteri patogen.

Langkah ketiga

Masukkan sampah organik sisa dapur non hewani seperti sisa daun sawi, kulit pisang, sisa potongan kangkung dan lainnya. Agar hasilnya lebih maksimal, semua sampah dapur dicacah terlebih dahulu atau memotong-motongnya kecil-kecil dengan gunting. Hal ini penting agar proses penguraian berlangsung dengan cepat.

KLIK INI:  Temukan Bahagia yang Istimewa dengan Memeluk Pohon, Begini Caranya!
Langkah keempat

Tambahkan kembali campuran tanah dan pupuk kandang untuk menutupi bahan sebelumnya. Perlu diketahui bahwa prinsip dasar pengomposan harus memenuhi dua unsur yakni unsur nitrogen dan unsur coklat.

Unsur nitrogen dihasilkan dari sampah sisa dapur non hewani dan rerumputan. Sedangkan unsur coklat terdiri dari daun kering, sekam, serbuk gergaji, rak telur dan lainnta.

Langkah kelima

Setelah bagian pot tertutupi tanah dan pupuk kandang, masukkan unsur coklat di atasnya seperti sekam, daun kering dan lainnya. Masukkan pula unsur nitrogen dengan perbandingan Unsur Nitrogen: unsur coklat adalah 30:70.

Bila sudah selesai, siapkan ember dan tempatkan wadah pot pada mulut ember untuk memastikan bahwa cairan lindi akan tersimpan dalam ember.

Setelah itu, tambahkan bioaktivator (umumnya memakai POC dari kulit pisang) yang berguna untuk menambah bakteri pengurai dan mempercepat proses penguraian.

Siramkan secukupnya sampai terlihat lembap, namun jangan terlalu basah. Lalu, tutup wadah pot demi mengurangi penguapan dan menjaga suhu selama proses fermentasi berlangsung.

KLIK INI:  Berwisata Alam di Libur Lebaran, Sebaiknya Perhatikan Ini Agar Ramah Lingkungan!

Diamkan selama 2 hingga 3 hari untuk memastikan komposter berjalan optimal. Setelah tiga hari, periksa wadah untuk memastikan apakah komposter sukses atau tidak. Tanda kompos sukses adalah hangat, berwarna hitam dan tidak berbau.

Anda dapat memeriksa kompos dengan memakai sendok pertukangan. Otak-atik hingga ke dasarnya untuk memastikan kompos berhasil.

Langkah keenam

Langkah berikutnya adalah masukkan sampah dapur di atasnya antara lain kulit telur, kulit bawang, kulit pisang dan potongan sisa sayuran mentah lainnya. Ada baiknya tidak memasukkan sampah hewani yang sudah dimasak agar tidak mengganggu komposisi yang ada.

Aduk sampai rata ketika sampah sudah dimasukkan hingga ke bagian dasar wadah secara merata. Komposter ini termasuk kompos sistem aerob yang memerlukan oksigen. Karenanya pengadukan secara rata akan membantu kompos terurai maksimal.

Setelah itu, tutupi kembali dengan unsur nitrogen dan unsur coklat dan menutupi area di atasnya. Setelah itu, tutup dengan wadah demi mengurangi penguapan. Biarkan proses ini berlangsung hingga 24 hari. Tutup wadah dengan benda pemberat agar tidak terjatuh dan beri label tanggal penutupan agar dapat membukanya setelah 24 hari kemudian.

Langkah ketuju

Setelah proses 24 hari, buka wadah penutup dan periksa isinya. Biasanya, sampah sayuran yang dulu dimasukkan sudah berubah menjadi hitam. Namun demikian, kompos tersebut tidak berbau dan tidak terdapat binatang tanah.

Bila wadah masih memungkinkan, Anda dapat menambahkan kembali sampah organik seperti di sesi sebelumnya agar kompos yang dihasilkan lebih banyak. Lalu, pada hari ke-60, air lindi yang dihasilkan sudah bisa dipanen.

Angkat wadah pot dari ember, lalu ambil airnya yang coklat bening seperti teh. Masukkan ke dalam botol untuk disimpan dan siap digunakan setiap saat sebagai pupuk cair untuk menutrisi tanaman.

Sedangkan komposnya yang sudah menghitam seperti tanah sudah bisa diambil dan dimasukkan di wadah yang baru. Kompos ini tidak bisa langsung dipakai, namun harus diangin-anginkan terlebih dulu selama beberapa hari sebelum digunakan.

Itulah cara mudah dan murah membuat kompos dengan wadah pot, sebagaimana ditayangkan dalam Chanel Youtube Kebun Ummu Halwa, semoga bermanfaat!

KLIK INI:  Kenali 5 Jenis Komposter untuk Tangani Sampah Rumah Tangga