Babadotan, Gulma yang Tumbuh di Gerbang Antara

oleh -80 kali dilihat
Bandotan, Rumput Liar yang Membuat Pasanro Angkat Topi Pada Leluhur
Bandotan/foto-Botanical Survival
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Tangan kecil Zammil spontan memetik daun babadotan atau bandotan. Lalu menempelkannya ke kakinya yang berdarah.

Sebelumnya, anak yang bahkan belum masuk Taman Kanak-Kanak (TK) itu berlari riang ke sana kemari di tandabaca, pada suatu sore. Namun mendadak berhenti, meringis lalu menangis.

Kakinya tertusuk sesuatu hingga luka dan berdarah. Anak kecil itu bermain dengan melepas sandalnya.

Bermain dengan melepas sandal bagi anak-anak adalah hal biasa. Yang tidak biasa adalah apa yang dilakukan Zammil ketika kakinya berdarah.

KLIK INI:  Memilukan, Penyu Terkecil di Dunia Terancam Punah

Entah pengetahuan dari mana, sehingga tangan kecilnya spontan memetik daun babadotan untuk mengobati lukanya. Gulma ini memang tumbuh subur di tandabaca, apalagi di saat musim hujan seperti sekarang.

Hanya saja cara anak itu mengobatinya masih agak keliru. Ia hanya memetik sehelai saja, lalu menempelkannya. Padahal idealnya untuk mengobati luka dan menghentikan pendarahan. Daun babadotan harus diremas hingga mengeluarkan air lalu ditetesi luka dengan airnya atau bisa langsung ditempelkan saja.

Gulma ini terlihat menarik. Memiliki bunga yang indah. Meski  masuk ke dalam golongan gulma, namun sebenarnya tak terlalu merisaukan bagi petani. Ia mudah dicabut dan mati.

Selain itu, ia adalah gulma yang memiliki keampuhan menghentikan pendarahan dan menyembuhkan luka.

Daunnya memang memiliki sentuhan ajaib. Seperti sore itu, daun dari gulma ini juga menghentikan pendarahan di kaki Zammil, setelah saya memetiknya, meremasnya lalu menempelkannya ke kakinya yang luka.

“Sembuhmi,” katanya, ia kemudian melanjutkan bermain. Berkejaran dengan teman-temannya.

Daun babadotan yang berwarna hijau segar. Cukup ampuh menyegarkan pandangan. Aroma daunnya khas menyerupai aroma kambing.

Dari aromanya yang serupa aroma kambing itu, menginspirasi masyarakat di Desa Kindang, Bulukumba menamainya ruku’ bembe. Ruku’ berarti rumput dan bembe berarti kambing. Jadi, ruku bembe artinya rumput kambing.

Hanya saja, jangan salah kira. Bandotan bukanlah pakan kambing, kambing bahkan tidak memakannya.

KLIK INI:  Air Mata Buaya Nyata Adanya, Bukan Hanya Kiasan, Ini Penjelasannya
Manfaat babadotan

Babadotan tergolong dalam keluarga Asteraceae, merupakan salah satu bahan baku obat alami, baik daun maupun  akarnya.

Daunnya dimanfaatkan untuk mengobati luka, sakit perut, dan pencuci mata. Sedangkan akarnya biasa digunakan untuk menurunkan demam.

Manfaat lain dari daunnya, dilaporkan dapat dikembangkan sebagai insektisida botani. Karena memiliki kandungan bahan aktif saponin, tanin, polifenol, flavonoid, serta minyak atsiri (Mahendra 2010).

Dikutip dari jambi.litbang.pertanian.go.id sebagai pestisidan nabati dapat mengendalikan berbagai OPT atau Organisme Pengganggu Tanaman di antaranya, dapat untuk mengatasi  ulat grayak spodoptera litura.

Ulat ini merupakan serangga polifag yang berpotensi menjadi hama berbagai jenis tanaman pangan, sayur, buah, maupun perkebunan

Tumbuhan dari ordo Asterales ini  juga bisa diandalkan dalam mengendalikan kutu daun persik Myzus persicae dan kutu kebul Trialeurodes vaporariorum.

Ia juga dapat mengendalikan penggerek polong Maruca testulalis dan mampu mengendalikan perkembangan larva nyamuk Aedes albopictus.

Tumbuhan ini memiliki senyawa aktif yang terdapat  berupa alkaloid, saponin, flavonoid, anthraquinon, terpen, steroid, tannin dan phenol dll.

KLIK INI:  Menurut Genetika, Begini Alasan Satwa Langka Rentan Punah

Tidak hanya itu, juga memiliki banyak, kadar bahan aktifnya juga tinggi sehingga mampu mengendalikan berbagai OPT atau dikenal sebagai pestisida nabati multiguna.

Jika tertarik membuat  pestisida nabati dari tanaman ini, maka siapkan bahan berupa daun Babadotan 100 – 250 gram, air 1 liter, deterjen 1 gram (bukan) yang anti bakteri/jamur).

Setelah itu cuci bersih daunnya dengan air,  lalu daunnya dirajang atau
tumbuk. Kemudian rendam dalam air bersih selama 1 malam.

Langkah selanjutnya, saring hasil rendaman daun babadotan. Kemudian tambahkan deterjen dan larutan yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman secara umum.

 Kerugian karena babadotan

Meski tak begitu meresahkan karena muda diatasi, tapi babadotan memiliki sifat invasi yang tak terkendali. Juga sebagaimana sifat gulma pada umumnya, babadotan juga membaawa dampak negatif bagi tetumbuhan.

Kehadiran gulma, termasuk babadotan akan melahirkan  persaingan antara tanaman utama dan gulma, khususnya dalam pengambilan air, unsur hara, cahaya, dan ruang lingkup.

KLIK INI:  Bandotan, Rumput Liar yang Membuat Pasanro Angkat Topi Pada Leluhur

Hal itu dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman melambat dan kemampuan berproduksinya menurun.

Gulma juga akan menurunkan kualitas produksi pertanian menjadi turun. Karena adanya terkontaminasi atau terkotori oleh benih-benih gulma dan bagian tanaman yang lainnya.

Kehadiran gulma juga dapat mengeluarkan senyawa kimiawi yang bersifat racun bagi tanaman sehingga dapat merusak pertumbuhannya.

Keberadaannya juga membuat pekerjaan para petani menjadi lebih tidak lancar, karena  terganggu oleh gulma ini

Selain itu, sebagaimana sifat gulma, babadotan juga  bisa menjadi perantara atau tanaman inang bagi hama atau penyakit tertentu yang dapat menyerang tanaman utama.

Keberadaannya dapat pula menaikkan biaya yang dikeluarkan para tani, termasuk waktu dan tenaga, karena mereka harus dikendalikan.

Namun, dengan melihat manfaatnya yang multiguna, babadotan bisa membawa keuntungan tersendiri jika diolah dengan baik.

KLIK INI:  Bawang Prei: Manfaat, Cara Penanaman dan Pemeliharaannya