Polutan Pembakaran Bahan Bakar Fosil, Ancaman Baru Terumbu Karang

oleh -20 kali dilihat
Terumbu Karang Spermonde Memanggil untuk Diselamatkan
Kerusakan terumbu karang Spermonde/foto-wawan mangile

Klikhijau.com – Pembakaran bahan bakar fosil telah ditemukan dapat merusak terumbu karang. Temuan tersebut adalah ancaman baru bagi karang.

Selama ini para ilmuwan  memang telah mengetahui bahwa polutan dari aktivitas manusia seperti pertanian, produksi plastik, pembangunan pesisir mengancam karang, pengolahan limbah hingga peningkatan suhu laut

Namun, terkait dengan polutan  dari pembakaran bahan bakar fosil yang tertanam di karang. Menjadi temuan baru yang mengkhawatirkan.

Dilansir dari Ecowatch, para peneliti dari Instituto de Acuicultura de Torre de la Sal mengumpulkan sampel spesies karang Cladocora caespitosa di Laut Mediterania, di Teluk Illa Grossa dekat Kepulauan Columbretes di lepas pantai timur Spanyol.

KLIK INI:  Restorasi Terumbu Karang untuk Perairan Makassar yang Lebih Baik

Penemuan tersebut menambah deret  ancaman terhadap terumbu karang. Para peneliti tersebut  menganalisis sampel di laboratorium di University College London dengan melarutkan karang dalam asam untuk mengungkap adanya polutan dalam kerangka karang.

Mereka menggunakan mikroskop, mikroskop elektron, dan sinar-X, mereka menemukan partikel abu terbang, atau partikel karbon berbentuk bola (SCP), yang tertanam di dalam kerangka.

Studi yang di publikasikan di Science of The Total Environment itu mengungkapkan, polutan tersebut terkait dengan pembakaran bahan bakar fosil, sehingga mengungkap dampak kemanusiaan terhadap ekosistem.

“Penemuan polutan yang tertanam dalam kerangka karang ini berlangsung selama beberapa dekade dan memberikan gambaran yang jelas tentang seberapa besar pengaruh manusia terhadap lingkungan,” kata Lucy Roberts, penulis utama studi  tersebut, dikutip dari Ecowatch.

KLIK INI:  Menggugah Kepedulian Generasi Muda Melalui Pendidikan Konservasi Elang Jawa

“Ini adalah pertama kalinya kami melihat kontaminan semacam ini di karang, dan kemunculannya di endapan ini sejalan dengan laju pembakaran bahan bakar fosil di wilayah tersebut dalam sejarah,” tambah Dosen perubahan lingkungan di Universitas College London itu.

Penunjuk zaman antroposen

Penulis penelitian tersebut juga mengatakan, ini adalah pertama kalinya para ilmuwan menemukan polutan, selain mikroplastik, yang tertanam dalam kerangka karang di alam.

Para ilmuwan sering menggunakan karang untuk studi paleoklimat, karena karang dapat menyimpan data lingkungan dari minggu, bulan, atau tahun selama beberapa dekade.

Temuan penelitian yang mengungkapkan peningkatan jumlah partikel abu terbang yang tertanam dalam kerangka karang, diamati dari tahun 1969 dan 1992, sejalan dengan perkembangan industri di Eropa.

KLIK INI:  Klaim Penurunan Emisi Harus Bermuara pada Net-zero tanpa Bahan Bakar Fosil

Temuan penelitian tersebut dapat membantu para ilmuwan menentukan awal zaman Anthropocene, sebuah unit waktu geologis ketika aktivitas manusia memiliki pengaruh terbesar terhadap permukaan bumi, lautan, dan atmosfer, seperti yang didefinisikan oleh Britannica .

“Seiring dengan semakin jelasnya bahwa manusia telah mengubah lingkungan alam ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Polutan ini bertindak sebagai penanda yang tidak dapat dihapuskan, yang menunjukkan dimulainya zaman Antroposen,” kata Roberts dikutip dari Ecowatch.

“Ini sangat berharga bagi para peneliti yang mencoba untuk lebih memahami sejarah dampak manusia terhadap alam dan berfungsi sebagai pengingat yang kuat tentang betapa luasnya pengaruh manusia terhadap lingkungan,” tegas Roberts.

KLIK INI:  Orang Kaya, Penyebab Akses Air di Perkotaan Tidak Merata

Dari Ecowatch