Kantung Semar, Tumbuhan Unik yang Pernah Heboh dan 7 Fakta Menarik Tentangnya!

oleh -1,792 kali dilihat
Kantung Semar, Tumbuhan Unik yang Pernah Heboh dan 7 Fakta Menarik Tentangnya!
Tanaman Kantung semar - Foto/Pinterest
Anis Kurniawan

Klikhijau.com – Kantung semar, sepintas namanya seolah sebuah benda mati. Padahal, kantung semar (Nepenthes) adalah jenis tumbuhan karnivora yang bentuknya sangat unik.

Pada bagian ujung tanaman ini berbentuk kantong yang membulat. Katanya, tanaman ini sangat mirip aktor pewayangan Semar dengan perut buncitnya. Karena alasan inilah, ia dinamai kantong semar.

Istilah Nepenthes diambil dari bahasa Yunani: ne berarti tidak dan penthos berarti kesedihan. Nepenthes dimaknai sebagai tumbuhan yang tidak membuat sedih. Makna ini dikaitkan dengan fungsinya sebagai obat kuno “Nepenthe” yang kerap menyelamatkan dari sakit yang menyedihkan.

Dalam istilah yang lain Nepenthes juga dikenal dengan “piala monyet”. Istilah ini diberikan pada tumbuhan yang termasuk dalam genus karnivora monotypic ini sering dijumpai monyet minum dari kantung semar.

Ada sumber lain yang juga menyebut bahwa istilah Nepenthes diambil dari nama sebuah gelas anggur. Nama ini dipopulerkan oleh JP Breyne pada 1689 saat ia menjumpainya pertama kali di Srilanka.

KLIK INI:  Menguak Rahasia Jambu Bol sebagai Tanaman Obat 

Berikut klasifikasi ilmiah tanaman kantung semar:

Kerajaan      : Plantae

Divisi            : Magnoliophyta

Kelas            : Magnoliopsida

Ordo             : Caryophyllales

Famili           : Nepenthaceae Dumrot

Genus           : Nephentes L

Habitat dan sebarannya

Tak seperti tanaman lainnya, kantung semar menyukai area terbuka yang minim cahaya dan juga nihil unsur hara, tetapi dengan kelembaban udara tinggi. Secara umum, habitat tanaman ini ada di hutan gambut, gunung kapur, padang savana, hutan pegunungan dan hutan tropik dataran rendah.

Dari persebarannya, Nephentes dibagi menjadi Nephentes dataran rendah, menengah dan dataran tinggi. Nephentes menyebar dari Australia bagian utara, Asia Tenggara hingga Cina bagian selatan.

Indonesia juga merupakan negara dengan sebaran Nephentes cukup besar. Ia tersebar di Pulau Sumatera dan kalimantan. Sedikitnya ada 32 jenis yang mendiami Kalimantan, Serawak, Sabah dan Brunai, sedangkan di Sumatera terdapat 29 jenis (peringkat kedua) yang berhasil diidentifikasi. Diperkirakan, masih ada puluhan spesies lainnya yang mendiami wilayah lain seperti Papua, Maluku dan Sulawesi.

Di beberapa daerah, tanaman ini punya nama khusus, semisal di Jambi dinamai kantong beruk, di Jawa Barat dinamai sorok raja mantri, di Riau dinamai periuk monyet dan di Bangka lebih akrab dengan nama ketakung.

Sedangkan, di wilayah asalnya, Kalimantan, oleh suku Dayak Katingan menyebutnya ketupat napu (napu=rawa). Warga suku Kantingan memanfaatkan Nephentes yang tumbuh di rawa ini untuk menanak nasi. Nasi dimasukkan dalam kantong lalu dikukus seperti ketupat.

KLIK INI:  Kareo Padi, Burung Air yang Mulai Langka
Morfologi

Setidaknya ada 5 bentuk kantong Nephentes antara lain: bentuk telur (kantong bawahrafflesiana), bentuk silinder (gracilis), bentuk corong (kantong atas rafflesiana), bentuk pinggang (gymnamphora) dan jenis ampullaria.

Kantong-kantong Nephentes tersebut bukan sekadar bentuk biasa, namun memiliki fungsi yakni menangkap mangsa khususnya serangga. Jadi, serangga yang terjebak masuk ke dalam kantong Nephentes akan dilumat sebagai makanannya melalui enzim pengurai bernama proteolase.

Proteolase sangat berbisa bagi serangga, namun bermanfaat penting bagi Nephentes dalam mengurai serangga menjadi unsur-unsur kalium, fosfor, dan garam mineral yang selanjutnya sebagai sumber nutrisi yang diperlukan tanaman kantung semar.

Pada tahun 2000-an tanaman ini sudah termasuk tanaman hias kelas elit dengan harga jutaan bahkan puluhan juta. Bahkan di Belanda, tanaman ini pernah dikembangkan dalam skala industri yang berkontribusi pada devisa negara.

KLIK INI:  Di Antara Kepungan Isu Babi Ngepet, Ini 6 Jenis Babi Endemik Indonesia
7 Fakta lainnya

Selain keunikannya yang telah disebutkan tadi, berikut 7 fakta khas lainnya pada tanaman kantung semar yang menarik diketahui:

  • Pernah heboh di tahun 2000-an

Pada tahun 2000-an, tanaman kantung semar memang sedang viral dan digandrungi banyak kolektor tanaman hias. Hal itu karena keunikan dari Nephentes yang mengundang decak kagum.

Sebuah majalah hobi mengulas lengkap mengenai tanaman ini di akhir tahun 2004 dan semakin menghebohkan jagad pemberitaan. Media-media lain turut menulis dan memberitakan yang kemudian membuat Nephentes melangit.

Pada peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-60, 17 Agustus 2005, Nephentes bahkan dipamerkan di istana merdeka. Ini tak lain dari keunikan dan estetika dari tanaman ini yang memiliki pesona otentik.

  • Dipercaya sebagai tanaman hoki

Terlepas dari keunikan dan daya tariknya, Nephentes juga diyakini sebagai tanaman yang bisa mendatangkan hoki. Hal ini pula yang menarik minat banyak orang menjadikan kantung semar sebagai satu koleksi di rumah.

  • Eksotika sepasang taringnya

Tak hanya pemandangan pada kantong dan juga warnanya, Nephentes ternyata juga memiliki satu bagian lagi yang super khas. Apa itu? Ada dua pucuk yang menyerupai taring bertengger dalam posisi menggantung di atas perut buncitnya. Sepasang taring ini akan dijumpai pada sekira 82 spesiesnya. Bila diperhatikan lebih detail, seringai taringnya menyerupai kepala naga.

KLIK INI:  Keladi Tikus, Tumbuhan Liar yang Potensinya Mulai Dilirik BRIN
  • Aroma lezat sebagai perangkap di kantongnya

Pada perut buncit tanaman Kantung semar yang berfungsi sebagai perangkap alami, ternyata memiliki aroma khas yang disukai serangga. Jadi, dengan aroma tersebut, mangsa akan terjebak masuk ke dalam kantong dan akhirnya jadi santapan Nephentes.

  • Diyakini memperlancar persalinan

Ada keyakinan khusus di sejumlah daerah yang pernah berkembang bahwa beberapa jenis dari Kantung semar dapat memperlancar proses persalinan. Air dalam kantong yang belum terbuka diminumkan dan diyakini mempermudah kelahiran bayi. Selain itu, ada pula yang menggunakannya sebagai obat pencegah ngompol pada anak-anak. Cairan dari kantung semar yang masih tertutup juga digunakan untuk mengatasi batuk.

  • Sebagai indikator iklim

Tanaman Kantung semar memiliki makna penting di alam yakni sebagai indikator iklim. Jadi, bila kamu menjumpai tanaman ini tumbuh di wilayah tertentu, itu berarti tingkat curah hujan di wilayah tersebut cukup tinggi dan tanah di sekitarnya miskin unsur hara.

  • Pelepas dahaga bagi pendaki

Nah, air dalam kantung tanaman ini ternyata bisa diminum. Para pendaki kerap melakukannya saat kehausan di gunung. Namun, perlu diingat bahwa harus memilih tanaman yang kantongnya masih tertutup. Hal ini karena kantong yang sudah terbuka berarti sudah tidak bisa diminum karena telah terkontaminasi jasad serangga.

Itulah perkenalan dengan tanaman kantung semar dan fakta menarik di baliknya. Semoga bermanfaat!

KLIK INI:  Perihal Komodo dan 7 Fakta Mengejutkan Mengenainya