Pohon Andalas, Maskot Provinsi Sumatera Barat, Manfaat dan Fakta Unik di Baliknya!

Publish by -434 kali dilihat
Penulis: Anis Kurniawan
Pohon Andalas, Maskot Provinsi Sumatera Barat, Manfaat dan Fakta Uniknya!
Pohon Andalas, flora yang jadi Maskot Provinsi Sumatera Barat - Foto/Tanamanalam.blogspot.com

Klikhijau.com – Pohon Andalas (Morus macroura) merupakan jenis pohon murbei yang identik dengan satu Provinsi di Indonesia yakni Sumatera Barat. Andalas resmi ditetapkan sebagai maskot Provinsi Sumatera Barat pada tanggal 14 Agustus 1990 melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 522-414-1990.

Pemilihan flora ini sebagai maskot di Sumatera Barat sangat erat kaitannya dengan pemanfaatannya dalam kebudayaan Minang. Sejak dahulu, tiang-tiang rumah adat Minang atau rumah gadang terbuat dari kayu andalas. Kayunya memang termasuk kelas awet I yakni sangat kuat dan tahan dari serangan rayap.

Pohon Andalas memiliki sejumlah nama lokal di Sumatera antara lain andaleh, kertu, atau hole tanduk. Pohon ini berkerabat dekat dengan tanaman murbei putih (Morus alba L.) karena berasal dari genus dan famili Maroceae.

Maskot Sumatera Barat ini banyak dijumpai di daerah Andaleh, Paninjauan, Singgalang, Tanjung Bonai, Lembah Anai, Simanau, Batang Barus, Kelok Sembilan, Maninjau dan Panti. Morus macroura juga dapat ditemukan di kaki gunung Himalaya dan dikenal dengan nama Himalayan mulberry. Berikut klasifikasi ilmiah pohon ini:

KLIK INI:  11 Fakta Menarik Buaya Muara yang Dilepasliarkan di TN Way Kambas

Kingdom            : Plantae

Divisi                   : Spermatophyta

Sub divisio         : Angiospermae

Kelas                   : Magnoliopsida

Sub kelas            : Hamamelididae

Ordo                    : Morales

Family                : Moraceae

Genus                 : Morus

Spesies               : Morus macroura Miq.

Fakta pohon Andalas

Berikut beberapa fakta penting perihal pohon ini yang menarik diketahui:

  • Tergolong tumbuhan dioceous

Penelitian Rosita Dewi dari Jurnal Wana Tropika disebutkan bahwa Andaleh merupakan tumbuhan dioceous, artinya bunga berumah dua yaitu bunga jantan dan bunga betina terletak pada pohon yang berbeda.

Bunga jantan terdiri atas empat kepala sari dan bunga betina terdiri atas satu putik yang bercabang dua. Kelopak bunga ditutupi oleh bulu. Bunganya merupakan bunga majemuk berbentuk malai yang terletak di ketiak daun.

KLIK INI:  Dianggap Membawa Keberuntungan, 4 Hewan Ini Diburu dan Terancam Punah
  • Tumbuhan berkayu yang menjulang tinggi

Pohon Andaleh tergolong tumbuhan berkayu dengan ketinggian bisa mencapai lebih dari 40 meter. Anwar et.al., (2007) dalam Rosita 2017 menyebut bahwa jika Andalas dirawat dengan baik, maka dapat tumbuh dengan batang yang lurus dan kuat sehingga menghasilkan kayu terbaik.

Batang pohon umumnya berwarna coklat. Namun dengan terdapat banyak lichenes yang tumbuh di sepanjang batang menyebabkan warna batang pohon menjadi coklat bercak-bercak putih. Lichenes juga dikenal dengan lumut kerak yakni suatu organisme majemuk yang merupakan suatu bentuk simbiosis mutualisme dari jamur dan mitra fotosintetik seperti alga hijau atau sianobakteri.

  • Menghasilkan buah

Pohon ini ternyata menghasilkan buah, namun hanya pada pohon betina. Buahnya majemuk tersusun dalam untaian berbentuk tandan. Satu tandan dewasa dapat mencapai sepanjang 20 cm dan terdiri dari kurang lebih 200 buah. Masing-masing buah terdapat biji kecil dengan ukuran 0,1 – 0,2 mm berwarna coklat (Mahdane, 2013).

  • Menggugurkan daunnya setahun sekali

Mahdane (2013) menyebutkan bahwa warna daun pohon ini berwarna hijau dan berbentuk oval dengan pinggiran daun bergerigi. Permukaan daun sebelah bawah umumnya licin, sedangkan permukaan daun sebelah atas umumnya kasar.

Warna daun akan berubah menjadi hijau tua bahkan pekat kehitaman menjelang musim kemarau. Andalas akan menggugurkan daunnya satu tahun sekali. Fase pengguguran daun merupakan periode peralihan dari periode vegetatif  ke periode generatif. Sebulan setelah fase menggugurkan daun, akan muncul tunas baru yang diikuti dengan munculnya kuncup baru.

KLIK INI:  Burung Enggang Gading, Pelestari Hutan yang Haus Perhatian
  • Bunga muncul setelah daun berguguran

Keunikan lain dari pohon ini adalah fase kemunculan bunganya. Bunga muncul setelah pohon menggugurkan daun. Proses ini tidak dipengaruhi oleh musim. Panjang malai bunga mencapai 10 – 15 cm. Proses keluarnya tandan bunga dari mulai kuncup sampai dengan stigma fertil berlangsung selama 6 hari.

Kepala putik (stigma) tetap fertil selama 10 hari dan buahnya gugur setelah 31 hari, total lamanya periode kuncup bunga mekar sampai buah gugur memakan waktu selama 47 hari (Gusrianti, 2010).

Pemanfaatan pohon Andalas

Kayu dari maskot Sumatera Barat ini sudah terbukti memiliki daya tahan istimewa dan sangat kuat, sehingga banyak digunakan dalam bangunan rumah dan furniture. Serat kayunya cukup indah yaitu coklat tua dan sangat mirip dengan kayu jati.

Selain dimanfaatkan kayunya, daun murbei Andalas juga dapat dijadikan pakan altenatif dalam budidaya ulat sutera (Bombyx mori L).

Manfaat lainnya dikemukakan oleh Fajrina et.al., (2012) bahwa M.marcoura memiliki senyawa kimia yang berpotensi sebagai obat leukimia, anti tumor dan anti bakteri. Hal ini terkait dengan senyawa kimia alkaloid yang dikandungnya.

Penelitian terkait pengembangan senyawa aktif pada beberapa bagian pohon Andalas juga terbukti berfungsi sebagai anti kanker.

Demikianlah perkenalan tentang M.marcoura, manfaat dan sejumlah fakta menarik di baliknya. Keberadaanya kini mulai berkurang, sehingga perlu dilestarikan. Semoga bermanfaat!

KLIK INI:  Bagaimana Cara Bidara Laut Mencegah Longsor?
Editor: Anis Kurniawan
Sumber: Wana Tropika dan sumber lainnya

KLIK Pilihan!