Memahami 3 Simbiosis dalam Interaksi: Mutualisme, Komensalisme, dan Parasitisme

oleh -54 kali dilihat
Memahami-3-Simbiosis-dalam-Interaksi-Mutualisme-Komensalisme-dan-Parasitisme
Ilustrasi - Foto: Pixabay

Klikhijau.com – Dalam kehidupan ini, terjadi interaksi satu sama lain. Interaksi menunjukkan bahwa setiap makhluk saling membutuhkan satu sama lainnya.

Manusia berinteraksi dengan manusia lainnya, hewan, dan juga tumbuhan. Proses dan skema keterhubungan inilah yang disebut dengan istilah simbiosis.

Dalam kehidupan, terdapat banyak sekali terjadi simbiosis-simbiosis yang terjadi baik pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

Setidaknya ada tiga jenis simbiosis yang mewarnai interaksi makhluk dalam kehidupan. Apa itu? Simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, dan juga simbiosis parasitisme.

KLIK INI:  Apa Itu Bubble Wrap? Ini 5 Alternatif Penggantinya untuk Penjualan Online!

Penasaran memahami makna dan perbedaan ketiga simbiosis ini? Berikut ini penjelasannya:

  1. Simbiosis mutualisme

Simbiosis mutualisme adalah hubungan antara dua organisme yang berbeda jenis namun saling menguntungkan satu sama lain.

Hubungan ini terbilang relasi yang sangat positif karena kedua belah pihak diuntungkan. Dengan kata lain, kedua belah pihak memanen manfaat atau keuntungan dari interaksi yang dijalankan.

Ambil contoh kupu-kupu dan bunga. Kupu-kupu mengisap nektar pada bunga, dengan demikian bunga pun mendapat bantuan dari gerakan kupu-kupu untuk terjadinya proses penyerbukan.

Contoh lainnya dari simbiosis mutualisme adalah manusia dengan bakteri. Bakteri E. Coli pada manusia dapat bekerja mengurangi pertumbuhan bakteri jahat dan mempercepat proses pembusukan di usus besar. Adapun keuntungan yang diperoleh bakteri E. Coli adalah mendapat makanan dari sisa-sisa buangan usus besar.

KLIK INI:  Apa Dampak Sosial yang Ditimbulkan dari Sampah?
  1. Simbiosis komensalisme

Simbiosis komensalisme adalah sebuah interaksi antara dua makhluk hidup yang hanya menguntungkan salah satu organisme, sementara organisme lain tidak dirugikan dan tidak diuntungkan (netral).

Ambil contoh sederhana terjadi pada ikan remora dan ikan hiu. Usai ikan hiu makan, biasanya sisa-sisa makanan akan berjatuhan. Pada saat sisa-sisa makanan jatuh, ikan-ikan remora bakal menempel dengan hiu untuk mengambil sisa-sisa makanan dari hiu. Ikan hiu tidak dirugikan dan juga tidak diuntungkan.

Contoh lainnya dapat diamati pada interaksi antara tanaman anggrek dan pohon mangga. Anggrek mendapat keuntungan karena memiliki tempat untuk tumbuh, mendapatkan sinar matahari, air serta zat-zat untuk melakukan proses fotosintesis, dengan menempel pada pohon mangga. Sementara pohon mangga tidak dirugikan dalam hal apa pun.

  1. Simbiosis parasitisme

Simbiosis yang terakhir ini menarik dan kerap tidak disenangi alias bertendensi negatif. Pasalnya, simbiosis parasitisme adalah keterbalikan dari simbiosis mutualisme.

Simbiosis parasitisme merupakan kondisi ketergantungan yang terjadi ketika pihak yang satu mendapat keuntungan namun merugikan pihak lainnya. Atau dengan kata lain, terdapat satu pihak yang dikorbankan atau dirugikan.

Ambil contoh simbiosis ini terjadi pada nyamuk dan manusia. Nyamuk mendapat keuntungan dengan mengisap darah dari manusia, sedangkan manusia dirugikan karena dapat terjangkit penyakit berbahaya.

Contoh lainnya dapat diamati pada lalat dengan buah. Lalat mendapatkan makanan dari buah sekaligus bisa berkembang biak di buah. Buah yang dihinggapi lalat merugi karena akan membusuk.

Ya, jadi itulah tadi tiga jenis simbiosis yang terjadi di kehidupan. Ketiganya memberi pelajaran penting bagi manusia betapa simbiosis yang paling baik adalah yang tidak merugikan salah satu pihak. Semoga bermanfaat!

KLIK INI:  11 Lagu Anak-anak yang Cocok jadi Bekal Pendidikan Lingkungan