Pesona Bidadari yang Menari di Hutan Maluku

Publish by -31 kali dilihat
Penulis: Idris Makkatutu
Pesona Bidadari yang Menari di Hutan Maluku
Burung bidadari halmahera/Foto-Liputan6

Kehadirannya adalah berkah yang harus dinikamti penuh syukur

Klikhijau.com – Pagi dengan kicau burung tentu terdengar romantis dan segar. Apalagi jika kicauan itu datang dari alam liar,.

Menikmati kicauan burung di alam liar saat ini adalah kemewahan, terlebih jika kicauan itu berasal dari burung endemik suatu daerah.

Semisal jika Anda berkunjung ke Halmahera Tengah, Kota Tidore Kepulauan dan Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.

Di sana terdapat taman nasional yang ditetapkan pada tahun 2004 dengan luas wilayah s167.300 hektare bernama Taman Nasional Aketajawe Lolobata.

KLIK INI:  4 Bahaya Mengancam Bila Pelihara Satwa Liar

Hal istimewa dari taman nasional tersebut karena terdapat spesies endemik Maluku Utara, yakni burung bidadari halmahera.

Burung yang sekeluarga dengan cenderawasi itu kerap dijumpai menari dengan lincah di reranting pohon. Hal itu akan membuat pengunjung rela menerabas hutan demi melihatnya.

Pad tahun 2015 lalu, Taman Nasional Aketajawe Lolobata menyatakan populasinya sekitar 354 ekor. Burung bidadari halmahera termasuk dalam kategori beresiko rendah di dalam IUCN Red List dan termasuk Appendix II CITES

Burung bidadari halmahera atau Semioptera wallacii adalah jenis cendrawasih berukuran sedang, sekitar 28cm, berwarna cokelat-zaitun. Cendrawasih ini merupakan satu-satunya anggota genus Semioptera

Adalah Alfred Russel Wallace di Pulau Bacan tahun1858 yang pertama kali menemukannya. Ia dinamai bird of paradise karena kecantikannya. Maka tidak heran jika nama latinnya Semioptera wallacii. Sebuah upaya untuk menghormati sang penemu.

Burung ini memiliki dua perisai hijau metalik di dada dan empat selendang putih di punggung ini. Ia berwarna cokelat-zaitun

Ada perbedaan antara burung jantan dan betina. Si jantan bermahkota warna ungu dan ungu-pucat mengkilat dan warna pelindung dadanya hijau zamrud.

Dapat perlindungan pemerintah
KLIK INI:  Mengagetkan, Lidah Mertua Ampuh Atasi Polusi Udara

Cirinya yang paling mencolok adalah dua pasang bulu putih yang panjang yang keluar menekuk dari sayapnya dan bulu itu dapat ditegakkan atau diturunkan sesuai keinginan burung ini.

Sedangkan burung betinanya yang kurang menarik berwarna cokelat zaitun dan berukuran lebih kecil serta punya ekor lebih panjang dibandingkan burung jantan.

Bidadari halmahera memiliki selera makan, yakni serangga, artropoda, dan buah-buahan.

Burung jantan bersifat poligami. Mereka berkumpul dan menampilkan tarian udara yang indah, meluncur dengan sayapnya dan mengembangkan bulu pelindung dadanya yang berwarna hijau mencolok sementara bulu putih panjangnya di punggungnya dikibar-kibarkan.

Menurut tulisan M Rahmat Ulhaz di Mongabay, burung bidadari ini memiliki keunikan tersendiri dalam bernyanyi di pagi dan petang. Dia mengeluarkan suara melengking ketika menyambut mentari pagi dari pukul 06.30- 8.30. Di jam- jam itu, suara mereka cukup ramai bersahut-sahutan. Setelah itu terbang entah ke mana.

M Rahmat Ulhaz dalam tulisan tersebut mengakui melihat bidadari halmahera menari dengan eksotis tidaklah mudah, harus melakukan perjalanan yang cukup jauh, melewati sungai dan mendaki bukit.

Jika Anda punya sempat mengunjungi Taman Nasional Aketajawe Lolobata untuk melihat pesona tarian burung ini, tentu sangat bisa. Tapi, jangan dibawa pulang burungnya, sebab burung bidadari halmahera termasuk satwa yang dilindungi!

KLIK INI:  Ini Fakta Lain Pohon Ketapang, Selain Daunnya yang Bisa Perpanjang Usia Ikan Hias
Editor: Idris Makkatutu
Sumber: Beberapa sumber

KLIK Pilihan!