Memetik Pelajaran dari Burung Elang Demi Hidup yang Lebih Hidup

oleh -20 kali dilihat

Klikhijau.com – Dengan sepasang kaki yang kuat dan kuku tajam melengkung. Hampir tidak ada mangsa yang bisa lepas dari cengkraman elang.

Kaki dan kuku yang kuat itu, ditambah pula dengan penglihatan yang tajam. Jadilah burung elang sebagai pemburu sangat handal.

Namun, untuk jadi pemburu dibutuhkan sistem pernapasan yang baik, apalagi saat terbang harus ada perbekalan oksigen yang banyak. Nah, elang juga memiliki sistem pernapasan yang baik.

Burung elang adalah burung yang layak dijadikan sebagai “pedoman” hidup. Satwa ini memiliki filosofi hidup yang patut diresapi dan dipetik hikmahnya demi hidup yang lebih hidup. Berikut beberapa filosofi itu:

KLIK INI:  Bagi Perempuan Yordania, Daun dan Sisa Tanaman Bisa Menjelma Kertas
  • Fokus pada tujuan

Pandangan elang sangat tajam. Ketika berburu dan membidik mangsanya. Ia bisa melakukannya pada jarak yang jauh.

Meski mengambil jarak yang jauh dalam mengawasi mangsanya, elang nyaris tidak pernah meleset dari bidikannya. Itu karena ia memiliki  kecepatan terbangnya  mencapai kecepatan hingga 300 km per jam.

Saat berburu mangsa, elang akan selalu memfokuskan pandangannya ke mangsanya. Cara itu bisa  dijadikan sebagai pelajaran agar kita tetap fokus pada tujuan yang telah dipetakan.

  •  Keluar dari zona nyaman

Ketika lahir, elang sama dengan kebanyakan satwa dan makhluk hidup lainnya. Ia lemah.  Namun, untuk mengatasi kelemahannya induk elang akan membuang semua bahan yang membuat sarangnya nyaman. Ia hanya akan menyisakan ranting-ranting tajam di dalam sarangnya.

Ketika tiba waktunya, induk elang akan membuang anak-anaknya keluar dari sarangnya. Anak-anaknya dipaksa meninggalkan zona nyamannya.

Ketika anak elang dibuang, anak-anak itu akan berusaha terbang agar bisa selamat. Cara elang tersebut bisa jadi pemicu agar kita meninggalkan zona nyaman kita untuk mencari tantangan baru yang akan membuat hidup lebih berwarna.

KLIK INI:  Kabar Baik, 91 Satwa Asli Indonesia Pulang ke Tanah Air
  • Tidak berhenti belajar

Sebagai pemburu yang handal dengan kemampuan terbang cepat. Elang  melewati proses belajar yang panjang. Umumnya seekor elang muda  akan berlatih terbang di usia 2 atau 3 bulan.

Untuk dapat terbang dan bertahan di udara dengan penuh kesabaran, elang muda akan belajar dari induknya.

Kegigihan belajar itu, dapat menjadi spirit bagi kita untuk menirunya dengan cara jangan pernah berhenti belajar, sebab belajar itu bisa seumur hidup.

  • Kesempatan hidup baru

Burung elang memiliki usia yang cukup panjang, yakni bisa   mencapai usia 70 hingga 75 tahun. Untuk bertahan hidup selama itu, elang butuh perjuangan. Saat  usia 40 tahun, seekor elang  dihadapkan pada dua pilihan, yakni menunggu kematiannya atau siap melalui proses transformasi.

Elang akan memilih yang pilihan kedua, ia akan  berdiam diri di sarangnya yang tinggi di puncak gunung selama 150 hari.

Elang melakukan itu untuk meregenerasi tubuhnya sendiri. Ia akan  akan berusaha melepaskan paruhnya.

Setelah lepas dengan sabar ia akan  menunggu paruh barunya tumbuh kembali. Paruh yang baru itu akan ia gunakan mencabuti bulu-bulunya.

Elang kemudian akan menunggu cakar dan bulunya tumbuh kembali. Setelah habis masa regenerasinya selama 150 hari. Ia akan  kembali menjalani kehidupannya dengan spirit yang baru.

KLIK INI:  Desa Samaenre Mendulang Rupiah dan Merawat Bumi dengan Jamur
  • Tingkatkan potensi diri

Elang adalah satwa yang suka tantangan. Ia suka terbang tinggi, semakin tinggi ia terbang, maka akan  kencang semakin kencang pula menerpa tubuhnya.

Kebiasaan itu bisa jadi pelajaran untuk selalu meningkatkan potensi diri dengan cara terbang lebih tinggi menantang masalah dan menaklukkannya. Namun, jangan pernah merasa sombong.

  • Meninggalkan hal yang kurang baik

Elang tak begitu menyukai bangkai. Ia lebih suka berburu mangsa yang lebih segar. Artinya elang tidak suka meraih sesuatu tanpa perjuangan.

Ini bisa jadi pelajaran bahwa untuk mendapatkan buruan (pekerjaan, rezeki dll) yang baik butuh perjuangan, jangan menempuh hal-hal instan dan negatif.

KLIK INI:  3 Inovasi Pelayanan Publik KLHK Diganjar Penghargaan Kementerian PAN-RB
  • Berkawan dengan badai

Burung elang adalah penantang badai. Karena sering menantang badai (angin) di angkasa, pada akhirnya ia berkawan dengan badai sudah itu sendiri.

Elang adalah jenis burung yang tidak menghindari badai. Jadi, jika ingin berhasil dan menjadi tangguh, maka berdamailah dengan badai. .

  • Hidup mandiri

Elang lebih suka beterbangan sendiri atau berburu sendiri. Ia punya semangat mandiri yang besar. Kemandiriannya itu bisa menjadi pelajaran bagi kita, agar tidak terlalu menggantungkan hidup pada uluran tangan orang lain.

Jadi, belajar dari satwa, khususnya elang bukanlah hal buruk, sebab bisa menjadikan hidup kita lebih hidup dan berwarna.

KLIK INI:  Waigeo, Pulau dengan Keanekaragaman Hayati yang Menakjubkan