Elang dan Hal-Hal Tak Terduga Mengenainya yang Jarang Terungkap

oleh -38 kali dilihat
Perihal Elang dan Hal-Hal Tak Terduga Mengenainya yang Jarang Terungkap
Elang yang terbang rendah
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Angin berembus sepoi. Membawa kantuk jelang siang beberapa waktu lalu. Saat itu saya sedang berada di atas rumah pohon tandabaca, Desa Kindang. Tingginya 4 meter.

Karena lokasinya berada di atas tanah berbukit, jadilah rumah pohon itu seperti “menara” dengan hembusan angin enggan berhenti bertamu.

Saat kantuk tiba, seekor elang merampasnya. Elang itu terbang terlihat lebih rendah dari biasanya.  Saya leluasa menikmatinya. Elang itu terbang cukup dekat dari tempat saya berada.

Spontan saja saya mencabut HP dari chargernya. Membuka aplikasi kamera lalu mengarahkannya ke arah elang yang terbang itu. Mengabadikannya beberapa kali.

KLIK INI:  Pengalaman Mengamati Burung Kacamata Laut yang Memikat Hati

Elang merupakan salah satu burung yang dianggap besar kampung saya. Burung ini biasanya hanya dinikmati keindahannya di angkasa. Ia memang jarang terbang rendah.

Ia hanya akan terbang rendah jika ada maunya. Karenanya jika ada warga melihat elang—di kampung saya namanya tarru terbang rendah. Maka ia akan “diusir”.

Elang yang terbang rendah biasanya memiliki niat jahat, akan  akan memangsa anak ayam lalu membawanya terbang ke angkasa.

Namun, beberapa tahun belakang elang mulai jarang terlihat. Mungkin karena populasinya mulai berkurang. Saya katakan mungkin karena belum ada data valid tentang itu.

Meski begitu, memang beberapa tahun terakhir di kampung telah banyak beburung  mulai jarang terlihat atau terdengar kicaunya, misalnya nuri pelangi. Dulu burung berbulu indah itu setiap saat akan terlihat dan terdengar kicaunya. Kini menghilang entah.

Elang pun demikian, mulai jarang terlihat. Hanya saja, satwa dari kelas Aves i ini memang tidak sebanyak nuri pelangi (dulu).

Lagi pula, kehadirannya juga cukup meresahkan. Karena bisa memangsa anak ayam. Jadi, elang secara tidak langsung menjadi musuh masyarakat kampung.

KLIK INI:  Mengenal Pohon Ficus dan Manfaat Istimewa di Baliknya
Banyak digunakan dalam film dan jadi lambang negara

Bagi penggemar serial Turki, tentu tidak asing dengan elang. Burung ini banyak menghiasi dialog para aktornya, juga dimanfaatkan sebagai penyampai pesan.

Elang sebagai pembawa surat atau pesan digunakan oleh Suku Dag dalam serial Destan (Kisah Epik). Itu pula yang membedakan suku ini dengan suku lain yang umumnya menggunakan merpati sebagai tukang pos.

Dalam serial Alparslan yang mengangkat sejarah Kerajaan Seljuk Agung pun banyak menampilkan elang, bahkan para pahlawan Kesultanan Seljuk kerap dinamai dengan elang Seljuk.

Elang dan Kesultanan Seljuk memang tidak bisa dipisahkan karena digunakan sebagai lambang negara. Kesultanan Islam itu menggunakan elang berkepala dua sebagai lambangnya.

Indonesia juga demikian dengan burung garudanya. Banyak yang berpendapat jika burung garuda adalah seekor elang.

Maka tidak mengherankan jika ada elang, semisal elang jawa atau elang flores yang lahir. Biasanya akan disambut suka cita, misalnya waktu Febri (nama elang flores) yang lahir belum lama ini, disambut dengan narasi garuda dari timur.

Tidak hanya Kesultanan Seljuk dan Indonesia yang menggunakan elang sebagai lambang negara, Amerika Serikat pun demikian.

AS menggunakan elang botak sebagai lambang negara. Elang ini sudah dipilih menjadi lambang negara sejak 20 Juni tahun 1782.

KLIK INI:  Menikmati Kepakan Sayap Burung Sriti dalam Hujan

Pemilihan elang sebagai lambang negara AS dikarenakan berumur panjang, memiliki kekuatan luar biasa, dan berpenampilan gagah.

Negara lain yang menggunakan elang sebagai lambang negara adalah Jerman. Negara asal Thomas Muller itu memilih elang hitam sebagai lambang negaranya.

Rusia juga demikian, negara yang jadi sorotan karena serangan militernya ke Ukraina ini menggunakan elang berkepala dua sebagai lambang negara—masing-masing kepala melihat ke arah berlawanan, satu melihat ke timur satu melihat ke barat.

Jadi maskot

Selain jadi lambang negara, elang juga dijadikan sebagai maskot, misalnya Jakarta. Provinsi yang akan tereliminasi sebagai ibukota negara Indonesia ini menggunakan elang brontok sebagai maskot.

Di dunia sepak bola pun elang dijadikan pula maskot. Club yang melakukannya adalah Lazio, club sepak bola asal Roma, ibukota Italia.

Lazio menggunakan seekor elang berkepala putih sebagai maskot club. Karena itu  club ini  dikenal sebagai elang ibu kota

Pemilihan elang sebagai lambang negara dan maskot bukan tanpa alasan.  Unggas ini  memiliki postur tubuh yang elegan dan gagah.

Ia sering  dijadikan simbol kekuatan dan perlindungan.  Ia adalah pemangsa yang menakjubkan—jarang gagal.

KLIK INI:  Konflik dengan Warga, Sebab Terbesar Matinya Gajah Sumatera di Aceh

Burung ini juga memiliki  mata yang tajam. Ia bahkan memiliki sudut pandang 300 derajat dan mampu memperbesar penampakan suatu benda enam hingga delapan kali dari penampakan awalnya.

Bahkan saat berada pada ketinggian 4.300 meter pun ia mampu melihat 30.000 hektare daerah di sekelilingnya. Dan pada ketinggian 1.500 meter, ia mampu melihat gerakan atau perbedaan warna benda. Kemampuan itu membantunya  menentukan letak mangsa yang diburunya.

Selain kemampuan melihat yang menakjubkan, satwa ini juga mampu terbang hingga ketinggian ribuan meter di angkasa. Karenanya ia dikenal sebagai penguasa angkasa.

Karena kemampuannya itulah, khususnya dalam hal melihat dan memburu mangsa, maka ketika ada tarru (burung elang) terbang rendah di kampung saya, warga akan mengusirnya dengan cara menyorakinya. Tujuannya sederhana saja, agar anak ayam bisa selamat dari cengkeram kukunya yang kuat dan tajam.

KLIK INI:  Suatu Sore yang Membiakkan Rasa Penasaran Tentang Kelinci, Rupanya Begini Faktanya