Menuai Sampah dalam Hujan

oleh -94 kali dilihat
Tragedi Petani, Bercocok Tanam di Lumbung Sampah Plastik
Sawah tadah hujan yang ditanami plastik/foto-Ist
Irhyl R Makkatutu

Sumur Ayah

 

orang-orang bertanya
ke mana sumur di kebun ayah menghilang?

aku berlari ke rumah
berteriak memanggil ayah dari luar

ayah keluar, mendongak saja di pintu

ada apa? tanyanya
aku menarik napas

sumur, sumur

ada apa dengan sumur?

ke mana sumur ayah di ladang? tanyaku
ayah garuk kepala

sudah mengering
saat bambu betung habis ditebang, katanya

ia melangkah masuk ke dapur

aku berlari menemui orang-orang yang bertanya
sumur itu hilang di tangan manusia, kataku

orang-orang bubar sambil tepuk tangan

Kindang, Agustus 2022

KLIK INI:  Bukit Pattowengang

Kepada Pembuat Gula Aren

 

pagi tiba tergesa di matamu
bergegas kau dalam gigil
terobos kabut dalam gerimis

di atas tebing
dua puluh tujuh meter dari sungai
kau panjati sebatang tangga bambu
yang bersandar sekadarnya
di batang pohon aren

anak tangga dari batang kopi licin itu
kau pijaki, demi manisnya kehidupan
pada mimpi merah gula aren

hidup, ruang pertarungan
masa depan menanti dan menantang

di atas pohon aren, kau menatap sungai
kehidupan mengalir jauh dari saku
nira menetes perlahan
tuang diri dalam boda’
kehidupan kau rayakan pada tetesannya

di tungku
kayu-kayu besar dilahap api

tak ada libur bagimu
pagi dan petang
boda’ mengisi dirinya dengan nira

wajan menganga
api menjilat-jilat
kayu bakar menjelma abu

keringatmu
berubah nira

Kindang, Agustus 2022

KLIK INI:  Kecamuk Cuaca

Bangau itu Terbang Sendiri

 

gerimis tiba
kuyupkan apa saja
selain sepi di matamu

berkali-kali
tak sekali saja
bangau itu terbang sendiri
sepi merimbun
kepakan sayap melunglai

bangau itu
akan bertengger di pucuk pohon cengkeh
menatap segala arah

sepi tanak di mata liarnya

sejak senapan angin dipegang anak-anak
bangau terbang pada mautnya

sawah tak lagi memutih
sepi dari kepakannya

kini, seekor saja
beterbangan ke sana sini
tebarkan pesona
tebar sepi
sebar duka

ayah
burung apa itu?

seorang anak kecil bertanya
itu bangau

mana temannya
kenapa sendiri

si ayah garuk kepala
lalu memutar youtube

membiarkan anaknya
menonton bangau beterbangan
berlomba-lomba

anak itu girang
si ayah senang

Kindang, Agustus 2022

KLIK INI:  Tangisan Selembar Daun

Menuai Sampah dalam Hujan

 

ia menatap keluar jendela
resah merimbun di matanya

semalam hujan
selokan depan rumah meluap

sampah-sampah berpindah ke sawahnya
menimbun padi
yang ditanamnya tiga hari lalu

gerimis masih menyisa
disesapnya kopi meninggalkan ampas

ia kembali menatap keluar jendela
sampah di sawahnya melambai-lambai

tak semua yang ditanam akan dituai
aku menanam padi
aku menuai sampah, bisiknya pelan, pelan sekali.

Kindang, Agustus 2022

KLIK INI:  Pada Nama Kecilmu