Kebun Bersama, Ide Keren Komunitas Pemuda di Gantarang Usung Wisata Edukasi

oleh -277 kali dilihat
Kebun Bersama, Ide Keren Komunitas Pemuda di Gantarang untuk Wisata Edukasi
Lokasi Kebun Bersama di Gantarang Kabupaten Bulukumba - Foto/ist

Klikhijau.com – Kebun Bersama yang berlokasi di Desa Bontosunggu, Kecamatan  Gantarang, Kabupaten Bulukumba merupakan kebun semi modern yang dikelolah komunitas pemuda setempat yang menamai kelompoknya “Bari’ Cilampa”. Hanya berjarak kurang lebih  6 km dari pusat perkotaan, dapat ditempuh dengan bersepeda saja.

“Kami melihat ini sangat potensial untuk dijadikan  wisata alternatif yang konsen pada edukasi tentang lingkungan,” ujarnya Muhammad Harisah, pengelola Kebun Bersama, Senin, 27 Desember 2021.

Kebun bersama awalnya hanya sebidang tanah yang lama terbengkalai. Lahan itu ditumbuhi rimbunan bambu yang tumbuh subur. Posisinya bersebelahan dengan sawah, hanya dibatasi aliran sungai.

Di awal masa pandemi, banyak pemuda yang kehilangan aktivitas seperti biasanya termasuk pelajar yang tidak lagi ke sekolah. Untuk memanfaatkan waktu yang lowong, Harisah mengajak mereka untuk menggarap lahan terbengkalai itu.

Ajakan Harisah tentu saja tak bersambut baik awalnya. Namun setelah menejelaskan konsep yang ingin diterapkan, beberapa memilih untuk merintis bersama. Pengerjaan dimulai dari pembersihan, pemagaran dari bambu, penataan, penanaman, hingga pemeliharaan. Pemanfaatannya kini mulai nampak.

“Kami sudah beberapa kali membuat kegiatan disini mengajak kelompok pemuda lainnya. Beberapa kali juga menginap, yah ala-ala camping ground,”  katanya.

KLIK INI:  Ingin Tahu 15 Komunitas Peduli Lingkungan di Sulawesi Selatan? Klik Ini!
Rencana ke depan

Ke depan, Kebun Bersama akan dijadikan lokasi camp yang sasarannya untuk remaja dan pemuda yang punya waktu singkat berlibur tanpa haarus menempuh perjalanan jauh. Peserta akan belajar menanam dan mengenal manfaatnya, juga dapat membuat media tanam sendiri dan juga pengolaan sampah.

“Kita membuatnya bertahap dan ke depan akan banyak lagi yang kami siapkan,” lanjutnya.

Ide pengelolaan Kebun Bersama tak luput dari pemanfaatan momen musim menanam yang banyak digandrungi kaum wanita. Pada penggarapannya di awal Mei 2020 Kebun Bersama banyak bergerak pada penjualan media tanam yang dibuat khusus dari berbagai komponen campuran.

Dalam pembuatan media tanam organik, kelompok pemuda itu memanfaaatkan bahan-bahan yang mudah dijumpai di desa. Media tanam yang diklaim bisa menyuburkan tanaman itu hasil olahan dari tanah humus, pupuk kandang, pupuk kompos, sekam mentah, dan arang sekam.

Semuanya bahan dicampur dan kemudian diaduk sampai merata. Kemudian disiramkan larutan bakteri Genus Lactobasilus dan Saccromices lalu medianya ditutup dengan wadah plastik dan didiamkan selama tiga hari untuk proses fermentasi.

“Pada awalnya ini cukup menjanjikan dan menjadi salah satu penopang ekonomi kelompok Bari’ Cilampa bergerak,” akunya.

KLIK INI:  Ramadhan Berbagi, PT. Mitra Hijau Asia Bukber dengan Anak Panti Asuhan

Pemasaran media tanam itu dilakukan secara digital, meski masih sebatas promosi di media sosial melalui halaman FB Kebun Bersama. Harganya cukup terjangkau hanya Rp 10.000 untuk setiap kemasan 3 kg.

Di Kebun Bersama, pelbagai tanaman bunga dan bonsai dapat dijumpai di sana. Di antaranya ada Calendula officinalis atau bunga marigold, Gomphrena globosa atau bunga kenop, Clitoria ternatea atau bunga telang yang masing-masing bisa dibuat teh herbal. Ada juga kenikir atau ulam raja, tumbuhan dengan bunga yang padat berwarna cerah yang daunnya bermanfaat sebagai obat.

Berbagai tanaman obat dan rempah seperti kunyit kuning, kunyit putih, kunyit hitam, temu lawak, serai, sereh wangi, kecombrang, mint, bazil, dan lainnya. Ada juga tanaman obat ziziphus mariuritiana atau familiar disebut bidara, yang daunnya dipercaya dapat mengobati banyak penyakit termasuk yang kronis.

Sementara penanaman dan pemeliharaan ada berbagai jenis manga, jambu dan jeruk. Ada juga tanaman black sapote atau kasemak hitam yang bernutrisi tinggi baik untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, ada juga cherry vietnam yang kaya akan senyawa aktif yang bersifat antioksidan dan antiradang.

KLIK INI:  Kearifan Ekologis Masyarakat Adat Kajang dalam Melestarikan Lingkungan