Membaca Sederet Puisi Berdiksi Burung dari Si Burung Merak

Klikhijau.com – Jika ditelisik lebih dalam, kita akan menemukan banyak puisi WS. Rendra yang berdiksi alam. Bagi lelaki bernama lengkap Dr. (H.C.) Willibrordus Surendra Broto Rendra itu, alam telah me...

Membaca Sederet Puisi Berdiksi Burung dari Si Burung Merak
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Jika ditelisik lebih dalam, kita akan menemukan banyak puisi WS. Rendra yang berdiksi alam. Bagi lelaki bernama lengkap Dr. (H.C.) Willibrordus Surendra Broto Rendra itu, alam telah menjadi ruang inspirasi tanpa batas.

Lelaki yang lahir pada 7 November 1935 dan wafat tangga 6 Agustus 2009 itu. Dalam beberapa puisinya ditemukan senang menggunakan diksi burung.

Penggunaan diksi burung atau kata burung, sesuai dengan gelarnya, Si Burung Merak. Rendra merupakan  dramawan, penyair, pemeran dan sutradara teater kebanggaan Indonesia.

Berikut ini, sederet puisi berdiksi burung dari Si Burung Merak:

Sajak Orang Lapar


 

kelaparan adalah burung gagak
yang licik dan hitam
jutaan burung-burung gagak
bagai awan yang hitam

o Allah !
burung gagak menakutkan
dan kelaparan adalah burung gagak
selalu menakutkan
kelaparan adalah pemberontakan
adalah penggerak gaib
dari pisau-pisau pembunuhan
yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin

kelaparan adalah batu-batu karang
di bawah wajah laut yang tidur
adalah mata air penipuan
adalah pengkhianatan kehormatan

seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu
melihat bagaimana tangannya sendiri
meletakkan kehormatannya di tanah
karena kelaparan
kelaparan adalah iblis
kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran

o Allah !
kelaparan adalah tangan-tangan hitam
yang memasukkan segenggam tawas
ke dalam perut para miskin

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2