Bagaimana Manusia Patut Disalahkan Atas Spesies Invasif dan Apa yang Harus Dilakukan?

Klikhijau.com - Spesies invasif umumnya tidak bergerak sendiri menuju tempat barunya. Mayoritas dari mereka dibawa oleh manusia. Ketika telah sampai pada tempat barunya. Dengan segera akan menguasa...

Bagaimana Manusia Patut Disalahkan Atas Spesies Invasif dan Apa yang Harus Dilakukan?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Spesies invasif umumnya tidak bergerak sendiri menuju tempat barunya. Mayoritas dari mereka dibawa oleh manusia.

Ketika telah sampai pada tempat barunya. Dengan segera akan menguasai tempat tersebut. Menyingirkan spesies aslinya dan menimbulkan berbagai ancaman.

Awalnya mungkin kita akan bertanya, bagaimana  tumbuhan atau hewan “asing” ada pada tempat baru.

Setidaknya, ada empat cara utama spesies invasif berakhir di ekosistem tempat mereka dapat berkembang biak dengan mengusik spesies yang telah lama mendiami tempat tersebut.



  • Tanaman taman atau hewan peliharaan yang lepas



Manusia banyak melakukan penanam pada taman atau kebun mereka. Tidak semua yang ditanam merupakan spesies asli dari daerah mereka.

Kerika berpindah tempat, tanaman atau pun hewan yang baru. Umumnya tidak punya saingan. Sehingga memungkinkan untuk berkembang biak dengan cepat dan menguasai wilayah di mana ia berada.

Tidak hanya tumbuhan, hewan pun begitu, misalnya, Piton Burma dan Babi Liar kemungkinan besar merupakan hewan peliharaan atau ternak yang lepas dari kandangnya.



  • Dengan menumpang



Pejalan yang mahir. Rasanya tepat menamai spesies invasive demikian. Namun, ia tidak berjalan atau bergerak sendiri, tapi menumpang.

Mereka dapat menggunakan lambung perahu, celana, telapak sepatu atau sandal, kotoran hewan atau bahkan bulu anjing  untuk menumpang melintasi jarak yang biasanya tidak dapat diatasi.



  • Diperkenalkan dengan sengaja



Manusia cenderung pada sifatnya penasaran dan ingin mencoba. Demikian pula pada speseis invasif.

Dalam beberapa kasus, predator seperti luwak di Hawaii atau rubah di Australia, manusialah yang memperkenalkannya. Harapannya spesies tersebut dapat membantu mengendalikan penyerang lain.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2