Studi: Kualitas Udara Berkaitan Erat dengan Fungsi Kognitif

oleh -18 kali dilihat
Mewaspadai Bahaya Polusi Udara dalam Ruangan
Ilustrasi-foto/kontraktorhvac

Klikhijau.com –  Kualitas udara dalam ruangan perlu mendapat perhatian khusus. Utamanya bagi pelaku industri kreatif yang beraktivitas dalam ruangan.

Pasalnya para peneliti di Nanyang Technological University, Singapura (NTU Singapura), bekerja sama dengan Camfil  produsen filter udara global, menemukan bahwa kualitas udara kantor mempengaruhi kreativitas secara signifikan.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Scientific Reports mengungkapkan, senyawa organik volatil (VOC) tingkat tinggi atau gas yang dikeluarkan dari produk seperti deterjen, pestisida, parfum, semprotan aerosol, dan cat berdampak buruk pada kreativitas individu yang bertugas membuat model 3D dari balok LEGO.

Profesor Ng Bing Feng dan Profesor Wan Man Pun, yang memimpin tim peneliti dan menjabat sebagai Direktur Klaster Teknologi Bangunan Cerdas & Berkelanjutan di Energy Research Institute @ NTU (ERI@N), menekankan pentingnya temuan mereka.

KLIK INI:  Asap Karhutla Indonesia Tak Melintas ke Malaysia?

Untuk menilai kreativitas, para peneliti NTU menggunakan metode Serious Brick Play, yang diadaptasi dari kerangka LEGO Serious Play. Metode ini melibatkan peserta membuat model LEGO 3D dan memberikan deskripsi tertulis. Model dan deskripsi tersebut kemudian dievaluasi kreativitasnya oleh panel juri.

“Meskipun kerangka LEGO Serious Play telah digunakan di berbagai situasi untuk melepaskan pemikiran kreatif dan bahkan telah digunakan untuk mendukung pasien demensia, kerangka tersebut tidak memiliki komponen penilaian kuantitatif dan tidak dapat menilai kreativitas secara sistematis. Inilah sebabnya kami menambahkan komponen untuk menilai kreativitas peserta,” kata Ng.

Berdasarkan analisis statistik, tim NTU menetapkan bahwa pengurangan total senyawa organik volatil (TVOC) sebesar 72 persen berpotensi meningkatkan potensi kreatif seseorang sebesar 12 persen.

TVOC adalah ukuran konsentrasi senyawa organik yang mudah menguap di udara, yang umumnya berasal dari bahan dekorasi interior, produk rumah tangga, dan sumber lainnya.

KLIK INI:  Mudah Sakit karena Sistem Imun Menurun? Mungkin Ini Sebabnya!
Penting menjaga kesehatan lingkungan

Penelitian yang dilakukan di NTU Smart Campus ini merupakan bagian dari kemitraan yang lebih luas antara Universitas dan Camfil.

Kolaborasi ini bertujuan untuk mengkaji dampak kualitas udara dalam ruangan terhadap kinerja kognitif orang dewasa, mengevaluasi teknologi filter udara di iklim tropis, dan mengembangkan solusi udara bersih yang inovatif dan hemat energi.

“Meskipun sebagian besar orang dengan tepat mengasosiasikan kualitas udara dalam ruangan dengan dampaknya terhadap paru-paru, terutama karena kita baru saja keluar dari pandemi, penelitian kami menunjukkan bahwa hal ini juga dapat berdampak pada pikiran dan kognisi kreatif, atau kemampuan untuk menggunakan pengetahuan dalam sebuah cara. Cara yang tidak konvensional,” kata Profesor Ng.

KLIK INI:  Ngeri, 99% Dunia Telah Terdampak Polusi Udara

“Temuan kami menunjukkan bahwa tingkat TVOC yang relatif rendah, meskipun berada dalam ambang batas yang dapat diterima, dapat berdampak pada potensi kreatif seseorang.”

Profesor Wan juga menyoroti implikasi praktis dari temuan ini, khususnya bagi industri kreatif. Hal ini dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi industri yang mengandalkan kreativitas dalam sebagian besar pekerjaannya. Misalnya, seniman sering menggunakan cat dan pengencer yang melepaskan senyawa organik mudah menguap dalam jumlah tinggi dan mungkin tidak menyadari bahwa mereka memerlukan ventilasi yang memadai untuk membersihkannya dari tempat kerja mereka.

“Temuan ini juga menunjukkan bagaimana melakukan sedikit penyesuaian di kantor, seperti mengurangi penggunaan penyebar aroma atau memastikan ventilasi yang memadai, dapat berdampak positif terhadap karyawan dan produktivitas mereka,” jelasnya.

Temuan ini menunjukkan adanya hubungan penting antara kualitas udara dan fungsi kognitif, khususnya kreativitas, yang menggarisbawahi pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dalam ruangan di tempat kerja dan tempat lainnya.

KLIK INI:  3 Biota Laut yang Paling Terdampak dari Kebisingan Laut

Dari Earth